Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

4 Sebab Anak dari Keluarga Kaya Lebih Pintar daripada Anak dari Keluarga Miskin

#anak #keluarga kaya #keluarga miskin

Siapa yang ingin memiliki anak pintar? Sudah dapat dipastikan bahwa semua orang tua menginginkannya, namun sayang tak semua bisa mewujudkannya. Diakui atau tidak, tingkat kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah tingkat ekonomi orang tua. Banyak ditemukan bahwa anak dari keluarga yang kaya cenderung lebih pintar dibandingkan dengan anak dari keluarga miskin.

Meski tak selalu berlaku mutlak, namun kebanyakan memang anak yang orang tuanya memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas lebih unggul baik secara akademik maupun non-akademik daripada anak yang latar belakang ekonominya dari kalangan menengah ke bawah. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut empat sebab yang melatarbelakanginya.

  • Tingkat pendidikan orang tua cenderung tinggi

Orang tua yang secara ekonomi tergolong mampu umumnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Tingkat pendidikan ini tentu berpengaruh pada cara berpikir dan menghargai pentingnya pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, mereka berusaha menurunkan kepada anak-anaknya dengan memberikan pengajaran dan pendampingan, sehingga tertanam budaya belajar yang baik, di mana orang tua mendorong anak untuk gemar membaca dan bereksplorasi.

Tingkat pendidikan yang tinggi juga berpengaruh terhadap cara pandang yang lebih visioner. Artinya, orang tua yang kaya memiliki cara pandang yang luas tentang dunia dan cara kerjanya. Mereka berusaha untuk mentransfer pengetahuan tersebut kepada anak-anaknya. Tak heran, jika anak-anak dengan orang tua yang kaya memiliki kans lebih besar untuk berprestasi dan mencapai nilai yang baik di sekolah.

Sebaliknya keterbatasan finansial yang dimiliki keluarga miskin mempersempit kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, orang tua yang miskin cenderung berpendidikan rendah. Hal ini tentu mempengaruhi cara berpikir dan menghargai pendidikan. Bagi mereka, sebatas bisa membaca dan menulis sudah cukup menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Selain itu, ketidakstabilan finansial juga mengharuskan orang tua untuk bekerja ekstra sehingga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendampingi anak belajar.

  • Memiliki sumber daya yang memadai

Tak diragukan lagi bahwa orang tua kaya memiliki sumber daya yang memadai untuk melahirkan anak-anak pintar. Mereka memiliki uang untuk membeli pendidikan dan memberikan fasilitas belajar lengkap kepada buah hatinya. Jika sang anak mengalami kesulitan belajar, orang tua tidak akan ragu untuk mendatangkan guru guna memberikan les privat kepada anak-anaknya hingga mereka tak lagi kesulitan dalam belajar.

Anak-anak dari keluarga kaya cenderung mempunyai sarana belajar yang lebih lengkap mulai dari peralatan dan perlengkapan tulis hingga buku-buku teks dan penunjang pelajaran. Ketersediaan media belajar yang memadai ini tentu akan mempermudah anak-anak dalam belajar.

Sebaliknya, orang tua yang tergolong kurang mampu secara ekonomi cenderung kesulitan untuk menyediakan fasilitas belajar yang lengkap kepada buah hatinya, karena sumber daya finansial yang dimiliki begitu terbatas. Hal tersebut menyebabkan anak-anak dari keluarga miskin cenderung belajar dengan apa yang ada, sehingga hasil belajar menjadi kurang maksimal.

  • Menempuh pendidikan di sekolah yang bagus

Lingkungan belajar mempengaruhi keberhasilan pencapaian prestasi. Anak-anak dari keluarga kaya umumnya belajar pada lembaga pendidikan yang berkualitas, bahkan bertaraf internasional. Sekolah yang berkualitas tentu saja memiliki sarana prasarana belajar yang memadai, tenaga pengajar yang berkompeten, dan lingkungan belajar yang kondusif. Kombinasi tersebut pastinya tidaklah murah. Namun, biaya tidaklah menjadi masalah bagi keluarga kaya. Mereka memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk membelinya.

Belajar di sekolah unggul yang proses belajar-mengajarnya berkualitas dapat meningkatkan kecerdasan anak. Bagaimana tidak? Anak belajar dengan guru yang berpengetahuan sesuai dengan bidang studinya dan menggunakan media atau alat bantu belajar yang lengkap sehingga lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran.

Lain halnya dengan anak-anak dari keluarga miskin yang belajar di sekolah-sekolah seadanya. Bahkan di daerah-daerah tertentu seperti pedesaan dan pelosok, anak-anak harus belajar dengan seorang guru yang mengajarkan semua mata pelajaran. Semakin miris proses belajar-mengajar yang mereka lakukan tidak ditunjang dengan media belajar seperti buku-buku dan alat peraga yang memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. Berbagai keterbatasan tersebut jelas mengakibatkan hasil belajar pada anak-anak dari keluarga miskin kurang maksimal.

  • Mendapat asupan nutrisi yang baik

Percaya atau tidak, asupan nutrisi mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika orang mendapat asupan nutrisi yang baik dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, maka nutrisi tersebut akan bermanfaat bagi perkembangan sel-sel otak. Tak hanya itu, nutrisi juga mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Dalam arti kata, apabila orang mendapat nutrisi yang baik maka ia akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga tidak mudah sakit. Kesehatan dan stamina yang senantiasa terjaga tentu mampu menunjang proses belajar.

Memberikan asupan nutrisi dan makanan bergizi tinggi pada anak tentu bukan masalah besar bagi orang tua yang kaya. Mereka tidak akan ragu bahkan kesehatan anak menjadi prioritas. Orang tua akan memastikan anak-anaknya makan dalam porsi yang cukup dan menu yang bervariasi.

Kondisi berbeda tampak pada keluarga miskin. Bagi mereka, bisa makan sehari-hari saja sudah bersyukur. Mereka lebih mementingkan kuantitas atau porsi makanan yang dimakan, bukan nilai gizinya. Hal inilah yang menyebabkan anak-anak dari keluarga miskin kurang berhasil dalam belajarnya karena tidak didukung dengan asupan nutrisi yang memadai. Jika sel-sel otak yang diberi nutrisi, maka perkembangannya akan terganggu. Secara lebih lanjut, hal tersebut akan mempengaruhi kecerdasan anak, yang mana kemampuan anak dalam menerima, menangkap, dan memahami materi-materi pelajaran menjadi kurang maksimal.

Dengan dukungan finansial, motivasi, asupan nutrisi, dan kesempatan dari orang tua, anak-anak dari keluarga kaya dapat menjalani proses belajar secara efektif sehingga mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Sebaliknya, segala keterbatasan orang tua dari keluarga miskin tidak memungkinkan untuk menyediakan fasilitas belajar yang memadai bagi anak-anaknya. Alhasil, prestasi belajar sering kali terganjal sehingga sulit untuk mencapai maksimal.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 4 sebab anak dari keluarga kaya lebih pintar daripada anak dari keluarga miskin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

anak, asuransi, ATM, bank, bisnis, fraud, Indonesia, investasi, kartu kredit mandiri, kaya, kesalahan, kredit konsumsi, kredit tanpa agunan, menabung, menghitung, orang kaya, Redenominasi, rugi, startup, sukses, tabungan, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA, uang, untung,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.