Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

7 Alasan Mengapa UKM Bisa Merugi

#rugi #ukm

Memiliki dan menjalankan bisnis sendiri telah menjadi kebutuhan belakangan ini. Fenomena serupa sulit ditemui pada satu dekade lalu, dimana menjadi karyawan atau pegawai negeri sipil masih mendominasi profesi idaman. Kini, orang tak lagi ragu mendeklarasikan diri sebagai pengusaha, apapun levelnya, karena infrastruktur yang membaik serta peluang pemasaran produk yang terbuka luas.

Hanya saja, tidak semua pelaku bisnis memilih untuk langsung mendirikan bisnis dengan skala besar dan atau dilengkapi infrastruktur lengkap layaknya miniatur usaha kantoran. Banyak di antaranya mengambil jalur bisnis kecil atau level UKM dengan berbagai pertimbangan, mulai dari level permodalan, menghemat pengeluaran hingga menganut falsafah bisnis start from small.

Apapun pertimbangan dalam menjalankan bisnis dan memilih jalur bisnis, tentu sang pelaku usaha telah memiliki dasar yang kuat. Hanya saja, memiliki bisnis kecil level UKM tak menjadikan yang bersangkutan lepas dari potensi kerugian. Menariknya, lambatnya keuntungan usaha kerap disebabkan oleh hal-hal sepele, dan kerapkali bersifat non-teknis.

Berikut adalah kesalahan yang kerap dilakukan pelaku UKM dan merugikan bisnis mereka:

1. Teledor akan permodalan

Persoalan modal bisa menjadi jebakan yang merugikan untuk kelangsungan bisnis. Meski bisnis yang dijalankan sekedar level UKM, akan sangat membantu jika Anda mengerti dan memahami arus permodalan. Jika tidak, Anda akan gagal mengerti kapan seharusnya membuka diri terhadap suntikan modal baru.

Entah karena ego atau apapun yang sifatnya non-teknis, Anda tidak akan sadar bahwa kondisi dana yang tak memadai bisa jadi merupakan sinyal untuk mulai menemukan investor baru. Apalagi saat bank menolak pemberian kredit, mungkin ada baiknya Anda berselancar di Internet guna menemukan pemodal daring. Tapi, hal sebaliknya juga bisa terjadi, dimana Anda meminjam terlalu banyak uang. Risikonya tidak hanya terletak pada kesulitan melunasi pinjaman, melainkan rusaknya kredibilitas karena credit rating yang anjlok. Yang terakhir ini dampaknya cukup sulit diperbaiki karena menyangkut trust.

2. Enggan memahami tahapan bisnis

Kerapkali semangat entrepreneurship yang tinggi membuat pelaku bisnis lupa dan tidak mau memahami tahapan bisnis. Layaknya makhluk hidup, bisnis juga memiliki tahap tumbuh kembang. Tahapan ini dimulai dari pertumbuhan, yang ditandai oleh intensitas tinggi dalam penentuan strategi perusahaan dan diikuti oleh tahapan penghantaran produk atau jasa. Fase ini terkait erat dengan hasil penentuan strategi perusahaan. Yang terakhir adalah tahap operasi. Tahap ini bakal menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas pekerjaan atau aktifitas tertentu.

3. Kurang menguasai persoalan keuangan

Begitu kedua hal di atas beres, jebakan berikut ada di seputar persoalan pengaturan keuangan. Jangan sampai Anda meremehkan arus keuangan. Padahal, setiap bisnis yang ingin mendapat keuntungan nyata dan bekerja secara sistematis haruslah mencatat berbagai aktifitas finansial mulai dari yang paling kecil sekalipun. Parahnya lagi, banyak pengusaha yang tak mau belajar bagaimana membaca cash flow dan hanya fokus soal produksi atau pemasaran saja. Namun, dari semua kesalahan terkait keuangan, kebiasaan mencampur aduk rekening usaha dan rekening pribadi merupakan yang paling fatal.

4. Tidak memahami teknik periklanan

Satu hal lagi yang menjebak adalah teknik periklanan. Tak sedikit iklan usaha yang salah sasaran. Kebanyakan pengusaha menggunakan pola pikir pribadi dalam menilai iklan yang efektif. Padahal, kebanyakan orang atau calon konsumen tak menyimak iklan: Orang hanya menyimak apa yang mereka ingin simak. So, pastikan iklan perusahaan Anda menarik bagi target pasar. Jangan pula terjebak rayuan medsos atau Internet. Banyak pengusaha sekarang ini yang menganggap akun medsos mereka bisa dipakai layaknya papan iklan raksasa di jalanan. Kalau ingin produk atau jasa Anda laku, berinteraksilah dengan sesama – dan mulai lah berhenti hidup di dunia maya.

5. Salah memperhitungkan ongkos produksi

Kebanyakan pengusaha memandang pasar sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Mau tak mau, guna memikat konsumen dan memenangkan persaingan, mereka menempatkan harga yang terlampau murah untuk barang atau jasa yang diberikan. Hal ini bisa jadi bumerang mengingat ini berarti Anda selaku pengusaha tak menghargai upaya pribadi maupun karyawan Anda.

Triknya, ketahuilah dimana kompetitor Anda menghabiskan ongkos produksi dan jangan pernah menjadikan ‘yang paling murah di pasar’ guna memenangkan persaingan. Dan, yang pasti, jangan pernah ragu dan segan untuk menagih begitu produk dan jasa Anda telah diberikan karena hal itu menyangkut citra Anda di mata klien dan juga pundi perusahaan.

6. Merekrut orang yang salah

Terkait dengan persoalan teknis, pengusaha harus memastikan telah merekrut orang yang tepat untuk posisi yang disediakan. Jangan sampai Anda merekrut untuk posisi yang tidak diperlukan. Dan pastikan pula Anda telah memiliki tenaga layanan pelanggan yang handal karena customer service merupakan benteng pertahanan Anda pasca penghantaran produk atau jasa pada klien.

7. Kurang memahami diri sendiri

Hal terakhir terkait dengan karakter personal dimana gaya hidup pengusaha menjadi sorotan. Untuk itu, Anda harus memahami dimana letak kekuatan dan kekurangan pribadi. Jangan sampai hanya karena gengsi, Anda memutuskan untuk memilih bisnis skala besar dengan kapasitas produksi tinggi. Padahal, Anda sendiri menghendaki bisnis berskala kecil. Jangan terjebak pada pencitraan yang tidak semestinya.

Menjadi pebisnis artinya menjadi sosok yang rasional dan sanggup mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang masuk dan keluar dari kantong Anda, itu yang pasti.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 7 alasan mengapa UKM bisa merugi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

anak, asuransi, ATM, bank, bisnis, fraud, Indonesia, investasi, kartu kredit mandiri, kaya, kesalahan, kredit konsumsi, kredit tanpa agunan, menabung, menghitung, orang kaya, Redenominasi, rugi, startup, sukses, tabungan, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA, uang, untung,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.