Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

7 Cara Mudah Memotong Pengeluaran

Semakin bertambah usia, tentu semakin bertambah pula tuntutan pengeluaran. Jika tidak bisa mengelola pengeluaran dengan cermat, maka tidak jarang seseorang akan kalang kabut hingga akhirnya terjerat hutang. Jika sudah terjerat utang, hidup pun menjadi tidak tenang. Maka dari itu, mengatur pengeluaran dengan cara memotong pengeluaran juga penting dilakukan. Berikut ini beberapa cara mudah untuk memotong pengeluaran:

1. Mengubah Cara Refreshing

Umumnya, refreshing yang sering dilakukan orang-orang adalah dengan cara pergi keluar untuk sekadar makan di kafe, atau pergi ke bioskop untuk menonton film. Cara ini memang efektif untuk mendapat kegembiaraan sesaat, namun setelah itu seseorang dibuat pusing karena tiba-tiba uang mereka habis hanya karena satu kali keluar.

Untuk menghindari pengeluaran yang berlebih akibat dari refreshing, baiknya seseorang mengubah cara refreshingnya ke dalam hal yang lebih murah bahkan gratis. Daripada pergi ke bioskop atau ke mall untuk berbelanja, lebih baik seseorang pergi ke taman kota untuk jogging. Selain gratis, jogging memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah media  pelepas stress. Selain menghilangkan stress, jogging juga sangat baik untuk kesehatan jantung.

Cara lain untuk menghindari pengeluaran dari refreshing adalah dengan bertanya pada diri sendiri, apakah memang kondisi tubuh benar-benar butuh hiburan? Apakah semua beban pekerjaan telah benar-benar terselesaikan? Jika tidak, lebih baik urungkan niat dan kembali mengerjakan pekerjaan. Hal ini mengacu pada sebuah perkataan yang menyatakan bahwa refreshing yang paling tepat adalah saat pekerjaan telah terselesaikan dengan tuntas.

2. Memasak Sendiri

Manusia yang tinggal di kos dan hidup jauh dari kampung halaman pasti sangat tahu bahwa pengeluaran yang paling memakan banyak anggran adalah pengeluaran makanan, terutama jika makanan beli di luar. Pengeluaran makanan merupakan pengeluaran yang tidak bisa dihindari karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk terus bertahan hidup. Karena tidak bisa dihindari, seseorang dituntut harus pintar-pintar mengelola anggaran untuk makan sehingga anggaran tidak membengkak.

Salah satu cara untuk menekan pengeluaran makan adalah dengan cara memasak sendiri. Memasak sendiri dapat meghemat pengeluaran makanan hingga 50%. Selain dapat menekan pengeluaran, memasak sendiri dapat menunjang gaya hidup sehat karena masakan yang dimasak sendiri tentu terjamin kebersihan dan kualitasnya.

3. Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis sekarang ini sedang gencar-gencarnya dipromosikan. Banyak vlogger dari mancanegara, khususnya para vlogger bertemakan life style yang mempromosikan gaya hidup satu ini. Saat ini sudah banyak video tips mengenai hidup minimalis dari vlogger-vlogger tersebut.

Hidup minimalis akan membantu seseorang untuk memotong pengeluarannya. Konsep minimalis mengusung tema kesederhaan dan membeli barang jika barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan. Selain menghemat biaya hidup, gaya hidup minimalis akan membuat seseorang mempunyai kepribadian yang praktis dan sederhana. Seperti yang telah diketahui, kedua kepribadian tersebut adalah kepribadian yang sehat untuk mental seseorang.

Langkah pertama yang bisa diambil jika ingin belajar hidup minimalis adalah dengan menata ulang kamar, termasuk menata ulang lemari pakaian. Saat proses menata ulang, akan terlihat barang-barang yang tak terpakai, entah itu kosmetik yang tidak habis dipakai dan sudah bosan dipakai, hingga baju yang sudah tidak terpakai lagi. Saat itu akan muncul kesadaran dalam diri bahwa tidak perlu membeli banyak barang jika memang tidak sangat diperlukan. Toh ujungnya barang-barang tersebut akan menumpuk dan tidak berguna.

4. Jangan Belanja saat Lapar

Kondisi yang harus dihindari seseorang saat belanja adalah saat perut kosong, kelelahan, atau stress. Keadaan-keadaan tersebut akan mempengaruhi keadaan psikologis seseorang sehingga menyebabkan seseorang ingin membeli banyak barang tanpa peduli nilai guna dari barang tersebut.

Presepsi yang digembar-gemborkan masyarakat yang menyatakan bahwa obat stress adalah pergi shopping ke mall adalah salah besar. Kondisi stress dapat memengaruhi seseorang untuk belanja lebih banyak, temasuk barang-barang yang tidak penting sekalipun. Akibatnya, belanja saat stress akan berakhir pada membuat diri semakin stress, karena pada akhirnya kantong akan menjadi kering. 

5. Membeli Barang dalam Kuantitas yang Banyak

Membeli barang dalam kuantitas yang banyak hanya berlaku untuk barang yang memang akan habis dipakai seperti sabun mandi, shampo, detergen, beras, atau pengharum pakaian. Membeli barang-barang dengan kuantitas yang banyak akan membantu menekan pengeluaran. Seperti yang diketahui, harga eceran atau satuan sebetulnya lebih mahal jika dibandingkan dengan harga lusinan.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan asal membeli banyak barang, namun perhatikan juga tanggal kadaluarsa barang tersebut. 

6. Berfikir bahwa Pendapatan yang Diterima adalah Setengah dari Pendapatan Asli

Salah satu taktik yang bisa diterapkan untuk menghemat pengeluaran adalah menerapkan mindset bahwa pendapatan yang diterima adalah setengah dari pendapatan asli. Misalnya, jika seseorang memiliki gaji sebesar 5 juta per bulan, maka alokasikan dana untuk kebutuhan selama satu bulan hanya sebesar 2,5 juta rupiah. Siasat yang bisa ditempuh adalah dengan cara memiliki satu rekening tabungan, dimana uang 2,5 juta sisanya langsung ditransfer ke rekening tersebut. Transfer tersebut sebaiknya dilakukan langsung saat seseorang menerima gaji.

Langkah tersebut akan mendatangkan dua keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama adalah seseorang bisa menekan pengeluarannya, karena memiliki mindset bahwa uang yang dimiliki jauh lebih sedikit ketimbang uang yang benar-benar ia miliki. Keuntungan kedua adalah seseorang akan mempunyai tabungan dari setengah gaji yang telah disisihkan tersebut.

7. Hindari Menggunakan Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit memang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi penggunanya. Kartu kredit memungkinkan seseorang untuk dapat berbelanja dengan mudah. Selain kemudahan yang ditawarkannya, kartu kredit juga meninggalkan kesan eksklusif bagi penggunanya.

Di samping berbagai pesona yang ditawarkan kartu kredit, jika ditelaah lebih dalam kartu kredit merupakan jebakan manis bagi finansial seseorang. Penggunaan kartu kredit memungkinkan seseorang untuk berlaku kosumtif dan ingin terus berbelanja tanpa tahu jumlah uang yang sudah dikeluarkan. Hal ini merupaka jebakan karena tanpa sadar seseorang akan mengeluarkan banyak uang saat tagihan kartu kredit datang.

Uang yang tidak berbentuk fisik seperti kartu kredit memang sangat rawan berkurang tanpa diketahui. Aliran uang tidak bisa dikontrol karena berkurangnya uang tidak bisa langsung disaksikan oleh mata. Berbeda dengan uang fisik, uang fisik akan langsung ketahuan jika telah berkurang. Hal inilah yang menyebabkan menggunakan uang non fisik seperti kartu kredit dapat membuat pengeluaran membengkak.

Itulah 7 hal yang bisa dilakukan seseorang untuk menekan pengeluarannya. Uang memang sulit diatur. Sebanyak apapun jumlahnya, pasti uang akan terasa masih kurang. Untuk itu, perlu taktik-taktik jitu untuk mengatur keuangan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 7 cara mudah memotong pengeluaran, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengajari Anak Menabung
Mengapa Jangan Tergantung pada Pendapatan Tunggal?
Persiapan Bila Usaha Mengalami Bencana Alam
Redenominasi Rupiah, Bagaimana Seharusnya Masyarakat Menyikapinya?
7 Alasan Mengapa Menunda Tidak Baik bagi Keuangan
Nasehat Bijak tentang Keuangan dari Orang Tua
Apa itu Pinjam.co.id?
Mengapa Banyak Orang Tidak Punya Tabungan?
Dasar-dasar Pengelolaan Finansial Pribadi
7 Cara Mudah Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga


Bagikan Ke Teman Anda