Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

7 Tip “Work From Home” Biar Tetap Produktif

Di tengah pandemi virus corona, sudah banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan work form home (WFH) atau kerja dari rumah. Bagi sebagian besar orang bekerja penuh waktu di rumah merupakan suatu tantangan. Bukan hanya tanggung jawab pekerjaan yang diselesaikan dari rumah, tapi situasi ini menuntut semua orang membatasi diri dari sosialisasi.

Hal ini dilakukan dengan tujuan mengurangi penyebaran covid-19. Wabah ini memang meresahkan hampir seluruh orang di dunia. Bahkan di beberapa negara jumlah penderita terus meningkat, termasuk juga Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah membuat peraturan seluruh kegiatan dilakukan secara virtual. Tidak ada yang dapat memastikan kapan kondisi ini akan berakhir.

Tips Menjalani WFH Selama Pandemi

Melakukan kegiatan tanpa keluar rumah tentu akan sangat membosankan. Supaya tetap semangat menjalani aktifitas di rumah dan kerja secara produktif, berikut tips yang bisa diikuti:

1. Menggunakan Pakaian Rapi

Mungkin sebagian besar orang beranggapan bekerja di rumah lebih santai, tidak menjadi masalah bekerja hanya mengenakan baju rumahan atau piyama. Akan tetapi, masih banyak yang belum paham, pakaian yang digunakan saat bekerja mempengerahi kinerja dan produktivitas.

Menurut ahli psikolog, pakaian yang dikenakan dapat mempengaruhi mindset dan mood. Seperti contohnya bekerja mengenakan piyama, maka kinerja yang terbentuk juga santai. Oleh karena itu, gunakan pakaian kerja yang rapi untuk menunjang produktifitas. Meskipun di rumah tanggung jawab kantor tidak berkurang, tidak ada waktu berleha-leha.

Peraturan WFH ditaati oleh semua orang, pasti anggota keluarga juga menjalankan aktivitas di rumah. Mengenakan pakaian rapi ketika bekerja di rumah ini juga dapat digunakan sebagai tanda agar tidak diganggu. Mengerjakan tanggung jawab tanpa ada gangguan dapat membantu pikiran tetap fokus.

Dengan kata lain, mengenakan pakaian kerja saat WFH merupakan bentuk batasan antara work dan life. Secara tidak langsung baju rapi merupakan pengingat diri sendiri bahwa sedang bekerja, tidak ada alasan meladeni segala macam distraksi. Pakaian santai merupakan tanda sedang beristirahat dan tidak ada waktu untuk memikirkan pekerjaan.

Bekerja di rumah bukan berarti bebas dari rapat dan meeting penting. Sebagian besar perusahaan tetap melakukan aktivitas ini melalui video call atau aplikasi sejenis. Mengenakan pakaian kerja rapi ketika rapat virtual berlangsung terlihat lebih profesional. Bandingkan ketika mengenakan pakaian rumah, tampak tidak siap mengikuti pertemuan.

2. Menciptakan Ruang Kerja yang Nyaman

Selain pakaian, penataan ruang kerja juga berpengaruh pada kinerja. Menciptakan tempat pribadi senyaman mungkin sangat mendukung produktifitas. Mulai dengan mengganti warna dinding dengan menempel wallpaper agar tidak membosankan. Pilih desain dan warna yang menyegarkan mata. Jangan menempelkan gambar-gambar yang berlebihan.

Tambahkan tanaman hijau sebagai tambahan dekorasi ruang. Berhadapan dengan pekerjaan berat sering kali membuat pikiran suntuk. Adanya tanaman hias dapat meminimalisir stress. Pilh jenis tanaman hias yang berfungsi sebagai rileksasi seperti lidah mertua, rosemary, lavender, krisan, dan masih banyak lagi.

Meja dan kursi merupakan fasilitas utama sebagai penunjang kerja di rumah. Sebaiknya letakkan pada posisi yang senyaman mungkin. Sebaiknya menghadap tembok atau arah lain yang penting jangan menghadap jendela. Hal ini karena aktivitas di luar ruangan mungkin akan terlihat dan mengganggu konsentrasi bekerja.

Bersihkan ruang kerja dan peralatan pendukung lainnya setiap akhir pekan. Lingkungan kerja yang kontor dapat membuyarkan konsentrasi. Pastikan tempat pribadi untuk bekerja selalu bersih. Bila perlu tambahkan lilin wangi agar tetap fokus. Tidak hanya membuat pikitan rileks, lilin wangi dipercaya mendorong perasaan menjadi lebih bahagia.

3. Membuat Jadwal Kerja

Membuat jadwal merupakan kunci utama pekerjaan tetap berjalan dengan lancar. Pilih priorotas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Bekerja dari rumah memang membutuhkan konsentrasi lebih. Jauh berbeda dengan suasana kantor, bertemu dengan rekan kerja membuat diri sendiri sadar akan tanggung jawab yang harus diselaikan.

Supaya pekerjaan kantor tidak terbengkalai, buat jadwal kerja sesuai dengan jam kantor. Apabila normalnya bekerja dari pukul 08.00 – 15.30, sebaiknya ikuti jadwal tersebut. Bangun lebih pagi agar dapat sedikit membantu pekerjaan rumah sebelum memulai pekerjaan kantor.

Jika biasanya pukul 12.00 – 13.00 waktu beristirahat, maka di jam tersebut jangan melakukan pekerjaan. Begitu pula ketika sudah pukul 15.30, bekerja harus benar-benar disudahi dan mulai lagi esok hari. Kecuali ada instruksi kerja lembur dari atasan, tidak menutup kemungkinan kerja di rumah mendapat lembur yang lebih panjang.

Beri tahu anggota keluarga mengenai jadwal yang dibuat. Hal ini dilakukan untuk bisa saling menghargai, dan membantu satu sama lain agar tetap fokus pada pekerjaan masing-masing.

4. Membangun Suasana Menyenangkan Saat Bekerja

Fasilitas bekerja di rumah tidak selengkap peralatan kantor. Pastikan semua peralatan yang dibutuhkan tersedia di ruang kerja. Tidak menemukan alat yang dibutuhkan saat kondisi mendesak membuat mood kerja menurun. Akhirnya malas melanjutkan pekerjaan.

Bahkan alat-alat kecil seperti paper klip, alat tulis, sticky note, dan lainnya tidak boleh dilewatkan. Ketika ingin mencatat sesuatu yang penting, ternyata alat tulis atau sticky note tidak ditemukan. Mencari keberadaan alat tersebut membuang banyak waktu. Memang terlihat sepele, tapi situasi ini benar-benar tidak menyenangkan.

Bekerja di rumah tentu tidak dapat melakukan komunikasi secara langsung dengan atasan dan rekan kerja. Kondisi ini menuntut setiap karyawan untuk selalu terkoneksi dengan internet agar dapat berinteraksi. Bukan hanya itu, mengirim hasil pekerjaan juga membutuhkan koneksi internet.

Dalam kasus ini internet merupakan penunjang dalam kelancaran bekerja. Apapun jaringan yang digunakan, baik wifi ataupun paket data semua tidak ada kendala. Apabila menggunakan paket data, pilih provider yang memiliki jaringan bagus. Pastikan kuota cukup untuk mengakses semua aplikasi yang digunakan.

Bekerja merupakan hal yang melelahkan, sebagian besar orang pasti setuju dengan ini. Tenaga terkuras dengan cepat karena banyak digunakan untuk berpikir. Menurut para ahli, bekerja menggunakan otak lebih melelahkan dibandingkan dengan bekerja menggunakan fisik.

Supaya tidak mudah lelah dan terus semangat, tidak ada salahnya menyediakan camilan saat bekerja. Pilih camilan sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan. Hindari makanan yang banyak mengandung kalori. Penumpukan kalori memberi dampak tidak baik untuk tubuh. Hal-hal tersebut dapat membentuk suasana menyenangkan saat bekerja di rumah.

5. Kurangi Membaca Berita yang Tidak Penting

Ditengah pandemi banyak orang-orang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan berita bohong. Terlalu percaya dengan berita berlebihan dapat merusak mental. Tentunya menggangu produktifitas kerja. Pikiran akan sulit konsentrasi karena masih memikirkan kebenaran berita yang didapat.

Biasanya berita palsu memang sengaja disebar luaskan dengan tujuan menakut-nakuti masyarakat. Meskipun berita yang tertulis terdengar mencurigakan, tidak sedikit orang yang mempercayainya. Padahal berita bohong memberikan banyak dampak negatif terhadap pembacanya.

Membaca berita bohong menimbulkan kerugian bagi pembaca dan perusahan dan tempatnya bekerja. Mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena produktifitas karyawan menurun akibat berlarut pada berita bohong yang tersebar. Membaca satu berita membutuhkan waktu sekitar 10 detik.

Tapi, bagaiaman jiga berita ini terus berkelanjutan? Tentu lebih lama banyak waktu yang terbuang. Hal ini membuat beberapa pekerjaan terbengkalai. Bukan hanya diri sendiri yang rugi karena membuag waktu, perusahaan yang seharusnya sudah menerima hasil pekerjaan pun harus menunggu lebih lama lagi.

Berita bohong juga kerap dijadikan sebagai alat untuk memalsukan aksi ilegal. Ini biasa dilakukan oleh penjahat dunia maya. Biasanya dalam berita terdapat tautan link, apabila dibuka dapat membahayakan sistem komputer. Kemungkinan terburuknya, rahasia perusahaan dapat di hack melalui link tersebut.

Berita bohong juga menyebabkan kepanikan bublik, meskipun motif ini tidak diketahui dengan pasti. Banyak masyarakat yang dibuat panik dari berita bohong yang tersebar. Kepanikan membuat siapa saja tidak fokus dengan pekerjaan utama yang seharusnya diselesaikan. Jadi, selama WFH sebisa mungkin abaikan berita tidak penting.

6. Tetap Menjalin Komunikasi dengan Rekan Kerja

Selama pandemi, perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah. Cara ini dipilih tidak lain agar perusahaan tetap berjalan dan produktif. Akan tetapi, pergantian pola kerja membuat sebagian besar karyawan sulit beradaptasi. Selain itu, masih banyak tantangan yang dihadapi ketika WFH.

Ketika bekerja dari rumah otomatis interaksi tatap muka dengan atasan dan rekan kerja tidak ada. Komunikasi antar pekerja kantor jadi berkurang, kemungkinan terburuk yang mungkin dialami adalah hilangnya komunikasi yang membuat pekerjaan tidak stabil. Kondisi ini dapat diatasi denan adanya media kominikasi online.

Baik fitur chating, voice note, atau video call harus tersedia selama bekerja di rumah. Jangan sampai atasan atau rekan kerja kesulitan menghubungi ketika membutuhkan bantuan. Hal ini mengahambat jalannya pekerjaan yang seharusnya terselesaikan.

Bekerja di rumah beresiko menurunkan produktifitas kerja karyawan. Hal ini karena tidak diawasi langsung oleh perusahaan. Mungkin ada beberapa karyawan tidak bertanggug jawab, justru bersenang-senang ketika berada di rumah. Misalnya, lebih banyak bermain game, menontot film, atau bermalas-malasan.

Pekerjaan yang seharusnya dapat selesai dalam satu jam, justru tidak selesai dalam lima jam ketika dikerjakan di rumah. Untuk mengontrol aktifitas karyawan, perusahaan perlu menetapkan absensi online. Sehingg, tetap ada komunkasi antara HR dengan pekerja yang lain. Dengan demikian, kinerja tetap dapat dipantau dengan baik.

7. Membagi Waktu Antara Pekerjaan dan Tugas Rumah

Bagi wanita karir yang sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, WFH menjadi tantangan yang lebih sulit. Terutama yang memiliki anak usia balita. Meskpipun sudah menerapkan beberapa cara di atas, tetap dihadapkan pada kendala seperti anak yang mulai rewel atau sulit diatur.

Sebagian besar orang beranggapan, mustahil dapat bekerja tanpa interupsi di rumah. Pasalnya, anak-anak belum terbiasa melihat orang tuanya bekerja. Mereka hanya tahu saar di rumah orang tua memiliki banyak waktu untuk santai dan bermain. Tentu saja anak-anak akan terus mengganggu ketika orang tuanya sedang sibuk bekerja.

Untuk mengatasi hal ini, berikan batasan komunikasi dengan anak. Beri tahu pelan-pelan, kapan orang tua punya waktu untuk mereka, dan kapan orang tua tidak dapat diganggu. Awalnya memang sulit, tapi lama kelamaan anak-anak akan terbiasa. Lakukan beberapa trik khusus agar anak tidak mendistrak orang tua selama bekerja.

Misalnya, memberikan kegiatan baru agar anak memiliki kesibukan. Gunakan mainan edukasi sebagai alternatif seperti activity book, busy book, pattern block, puzzle, atau yang lainnya. Buat perhatian anak teralihkan supaya tidak menggagu orang tua ketika bekerja.

Apabila anak mulai bandel, tidak ada salahnya memberi mereka reward. Misalnya, apabila tidak menganggu selama satu minggu, akhir pekan diberikan makanan kesukana atau boleh menonton acara kesukaan lebih lama dari waktu biasanya. Jangan lupa untuk bekerja sama dengan pasangan dalam hal ini.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bekerja tetap produktif selama pandemi covid-19. Jangan lupa menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga dari segala macam penyakit. Tubuh yang sehat dapat melakukan segala urusan pekerjaan dengan lebih aktif.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 7 tip “work from home” biar tetap produktif, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Untung Rugi Kerja dari Rumah (Work from Home)
Tip Menghadapi Perang Dunia III ataupun Perang Nuklir Jika Benar Terjadi
7 Tips Kredit Mobil bagi Karyawan Gaji Pas-Pasan
Perbedaan Orang Sibuk dan Produktif
Tip Memulai Usaha Dropshipping
Tip dan Saran untuk Bootstrapped Entrepreneur
Tip Menaikkan Pendapatan dengan Semakin Produktif
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
Tip Menghindari Ketergantungan Memesan Makanan Secara Online
Tip Meminjam Uang dari Saudara atau Teman


Bagikan Ke Teman Anda