Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

8 Kesalahan-kesalahan Merencanakan Keuangan Keluarga

Setiap orang ingin sukses secara finansial. Kekayaan biasanya menjadi ukuran kesuksesan itu. Namun kesuksesan finansial tidak bisa dicapai tanpa perencanaan keuangan yang matang. Jangan salah paham, setiap orang butuh perencanaan keuangan tidak peduli berapa jumlah yang mereka dapatkan setiap bulannya.

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam merencanakan keuangan: membaca buku, mencari tahu di internet, hingga konsultasi pada ahli finansial. Meskipun demikian, ternyata semua orang pernah (dan pasti) melakukan kesalahan dalam merencanakan keuangan pribadi mereka.

Kesalahan inilah yang kemudian membuat seseorang semakin jauh dari tujuan finansial yang ingin mereka capai. Sebelum membuat perencanaan finansial, yang terpenting bukan hanya mencari tahu bagaimana caranya. Cari tahu juga kesalahan-kesalahan apa yang sering terjadi saat merencanakan keuangan sehingga Anda bisa menghindari hal yang sama.

  • Tidak memiliki asuransi kesehatan

Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan asuransi kesehatan, terutama mereka yang penghasilannya masih pas-pasan. Padahal kesehatan adalah hal yang terpenting. Semua uang yang dimiliki tidak ada artinya jika tubuh Anda sakit.

Meskipun sedikit, pastikan Anda menyisihkan dana untuk kesehatan ketika sedang merencanakan keuangan. Kini banyak asuransi yang bisa Anda ikuti, misalnya BPJS Kesehatan dari pemerintah.

  • Terlambat memulai investasi

Investasi adalah cara yang ditempuh banyak orang untuk menjadikan diri mereka agar cepat kaya. Dengan investasi yang benar, tujuan finansial lebih cepat tercapai. Tidak ada aturan pasti mengenai kapan waktu yang paling tepat untuk mulai berinvestasi.

Yang jelas, tidak ada kata terlalu cepat untuk beinvestasi. Mulailah sedini mungkin yang Anda bisa. Jangan menunggu waktu yang tepat, karena pada akhirnya Anda justru akan terlambat memulai investasi. Misalnya ketika Anda ingin memulai investasi setelah menikah, hal itu akan sulit terwujud karena setelah menikah kebutuhan justru akan menjadi semakin banyak.

  • Kurang melakukan riset saat investasi

Memulai investasi tidak bisa sembarangan. Ada banyak bentuk investasi yang ditawarkan di luar sana, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lakukan riset secara mendalam tentang macam-macam investasi, kemudian sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Jangan mudah tergiur investasi hanya karena teman Anda sukses melakukannya, atau karena tawarannya begitu menggiurkan. Semua bentuk investasi akan sukses jika Anda memilih yang tepat dengan Anda. Cari tahu sedalam mungkin sampai Anda benar-benar paham, bahkan jika hal tersebut memerlukan waktu yang tidak sedikit.

  • Membiarkan uang mengendap dalam tabungan

Banyak orang berpikir semakin banyak mereka menabung, maka mereka akan semakin kaya. Tabungan memang bisa dijadikan ukuran seberapa kaya seseorang. Namun, Anda tidak akan menjadi kaya hanya dengan menabung saja. Gunakan uang yang Anda miliki untuk menghasilkan uang yang lebih banyak.

Daripada hanya menabung saja, mulailah untuk berinvestasi. Inilah cara berpikir orang-orang kaya yang harus diadopsi: jangan pernah membiarkan uang Anda mengendap begitu saja di dalam rekening tabungan. Mulailah mengambil resiko dan berinvestasi.

  • Terjebak dalam gaya hidup yang tidak sesuai

Harus diakui bahwa gaya hidup kadang menjadi sebab utama seseorang gagal dalam keuangan. Mereka menghabiskan uang yang dimiliki hanya untuk bergaya, membeli barang-barang mahal yang tidak sesuai kemampuannya. Bukan hanya itu saja, kebiasaan makan di luar dan bersenang-senang tanpa perhitungan yang matang juga bisa menjadi penyebab.

Jika ingin sukses dalam finansial dan mencapai tujuan secepat mungkin, mulailah merubah gaya hidup Anda. Fokuslah pada tujuan finansial Anda. Jangan mudah terpengaruh dengan gaya hidup orang lain yang mungkin bisa membuat Anda jatuh bangkrut.

Turunkan standar hidup Anda, bahkan di bawah kemampuan Anda jika mungkin. Jangan membeli mobil jika Anda tidak membutuhkannya. Jangan mengganti mobil baru jika yang lama masih dapat digunakan. Tidak perlu membeli barang-barang ber-merk jika Anda bisa menggunakan barang yang lebih murah dengan fungsi yang sama.

  • Membuat kartu kredit

Kartu kredit adalah godaan terbesar bagi Anda yang belum stabil secara finansial, apalagi jika Anda sering mengeluarkan uang secara impulsif. Ingat bahwa memiliki kartu kredit sama dengan menambah hutang. Jika kondisi keuangan finansial belum stabil, menggunakan kartu debit jauh lebih baik untuk mengontrol pengeluaran.

Jika Anda memiliki kartu kredit, aka nada banyak kebutuhan baru yang muncul, yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Kartu kredit akan mendorong Anda untuk membelanjakan uang secara terus menerus. Keadaan akan semakin buruk jika ada sulit mengontrol hasrat Anda.

  • Tidak membuat tujuan finansial yang jelas

Setiap orang memiliki tujuan finansial, namun tidak semua menentukan secara spesifik apa yang mereka tuju. Menjadi kaya adalah tujuan yang pasti, namun definisi “kaya” sangat beragam. Tentukan apa yang menjadi tujuan Anda: memiliki tabungan dalam jumlah tertentu, mendirikan bisnis sendiri, membeli properti, dan lain sebagainya.

Semakin jelas tujuan finansial, maka semakin mudah pula untuk Anda menentukan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa tujuan finansial yang jelas, Anda hanya akan berjalan tanpa arah dan justru semakin jauh dari tujuan sebenarnya.

  • Hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja

Hal lain yang tidak kalah penting adalah sumber penghasilan. Jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Semakin banyak sumber penghasilan, maka Anda akan semakin merasa aman. Mulailah untuk mencari sumber penghasilan pasif dan pekerjaan sampingan.

Merencanakan keuangan harus dilakukan secara hati-hati. Lakukan riset secara mendalam, sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Jangan mudah terpengaruh dengan cara orang lain merencanakan keuangan mereka: setiap orang memiliki kondisi finansial yang berbeda-beda. Cara yang berhasil diterapkan oleh orang lain belum tentu berhasil Anda terapkan pada diri sendiri.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 8 kesalahan-kesalahan merencanakan keuangan keluarga, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana Bersenang-Senang Sekeluarga dengan Murah?
Cara Menabung yang Benar dan Mudah untuk Masa Depan
Mengapa Kita Harus Membawa Uang Tunai?
Cara Mempersiapkan Dana Darurat Keluarga
7 Contoh Penggunaan Uang Secara Sia-sia
Cara Mengembangkan Kecakapan Finansial
Punya Gaji Tinggi, Bagaimana Tetap Rendah Hati?
7 Kesalahan Entrepreneur Generasi Milineal
Tips Keuangan untuk Anak Muda
Kesalahan Pola Asuh Anak Mengenai Keuangan yang Mungkin Anda Lakukan


Bagikan Ke Teman Anda