Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ajaran Finansial yang Seharusnya Diajarkan Ketika Remaja

Kecerdasan finansial harus dibangun sejak dini. Semakin lama seseorang belajar tentang finansial, maka ia akan menjadi semakin ahli dan punya banyak pengetahuan untuk mengelola keuangan dengan baik. Kapan waktu yang tepat untuk seseorang mulai belajar tentang finansial?

Semakin awal seseorang belajar, tentu akan semakin baik. Namun saat remaja atau ketika seorang beranjak dewasa mungkin bisa menjadi waktu yang baik untuk mengenalkan prinsip-prinsip keuangan pada mereka.

Saat anak memasuki masa SMP atau SMA, mereka sudah mengerti akan arti tanggung jawa, termasuk masalah finansial. Inilah waktu yang tepat untuk memberikan mereka konsep-konsep dasar keuangan seperti menyusun anggaran, menabung, investasi, utang piutang, dan masih banyak lagi.

Inilah beberapa hal penting tentang finansial yang harus diajarkan kepada anak sejak dini.

1. Beri tanggung jawab akan uang

Saat anak sudah beranjak remaja, mulailah untuk memberi mereka tanggung jawab akan uang. Tidak perlu sesuatu yang berat, mulai saja dengan hal sederhana seperti memberi uang saku mingguan atau bulanan, bukan harian.

Dengan demikian mereka akan belajar mengelola keuangan mereka sendiri, bagaimana cara mengatur pengeluaran agar uang yang mereka miliki bisa cukup untuk waktu yang ditentukan. Tentu saja tidak ada jaminan bahwa mereka akan berhasil, yaitu bisa menemukan pola mengatur uang yang tepat hanya dalam sekali mencoba saja. Namun mereka pasti bisa memetik pelajaran dalam hal ini.

2. Menyusun anggaran

Kunci menuju kesuksesan finansial adalah tahu bagaimana cara menyusun anggaran yang realistis atau sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing. Tiga prinsip dasar yang harus dipegang saat menyusun anggaran adalah:

  • Selalu pastikan bahwa pendapatan lebih besar dari jumlah total pengeluaran.
  • Berhati-hatilah dalam menyusun anggaran agar bisa menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
  • Sisihkan sebagian uang setiap bulan untuk ditabung.

Menyusun anggaran merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Ini adalah cara yang paling efektif untuk mengelola keuangan. Ini adalah konsep penting yang harus diajarkan pada setiap remaja. Meski mereka belum bisa mendapatkan uang sendiri, mereka tetap harus paham bagaimana mengelola keuangan dengan baik.

3. Menyadari besarnya biaya hidup

Semua orang tua pasti ingin memenuhi setiap kebutuhan anak. Apapun yang mereka inginkan, orang tua pasti akan berusaha sekuat tenaaga agar hal itu bisa terpenuhi. Namun kewajiban ini seharusnya semakin berkurang ketika anak mulai tumbuh besar.

Anak remaja harus mulai mengeri betapa besar biaya yang dikeluarkan orang tua untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan persiapan bagi mereka supaya bisa hidup mandiri dan tahu bagaimana memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Hal ini bisa dimulai dengan memperkenalkan pengeluaran keluarga setiap bulan pada anak remaja. Saat berbelanja bulanan, jangan hanya menyuruh mereka untuk mengambil apa yang tertulis dalam daftar belanja saja. Ajak mereka untuk bijak memilih produk yang murah namun berkualitas, membandingkan harga, dan menyusun priortias yaitu barang mana yang harus dibeli dan mana yang bisa ditunda. Dengan demikian, anak akan terbiasa dengan mentalitas seperti ini sebagai persiapan untuk hidup mandiri.

4. Dasar-dasar investasi

Tidak pernah ada kata terlalu awal atau sudah terlambat untuk segala hal, termasuk belajar investasi. Bagi sebagian besar remaja, investasi terlihat sebagai hal yang menakutkan dan merupakan bagian dari dunia orang dewasa. Banyak remaja berpikir mereka membutuhkan banyak uang untuk investasi. Padahal dengan modal yang kecil saja, investasi bisa dilakukan.

Jika mereka belum bisa terjun ke dunia investasi secara langsung, belikan mereka buku-buku tentang investasi dengan bahasan yang ringan agar tidak membebani mereka. Atau ikutsertakan mereka dalam sebuah seminar atau workshop tentang investasi untuk pemula. Meski awalnya terasa membosankan, mereka pasti akan tahu bahwa ilmu yang didapatkan sangat berguna untuk masa depan.

5. Pengetahuan tentang kartu kredit

Banyak orang mengalami kegagalan dalam mengelola keuangan mereka karena kartu kredit. Kartu kredit bisa menjadi pedang bermata dua, terutama mereka yang tidak bisa mengendalikan hasrat berbelanja. Jika seseorang tidak mendapatkan edukasi yang baik tentang kartu kredit, mereka bisa terlilit hutang ketika dewasa nanti.

Berikan pengertian tentang kelebihan dan kekurangan kartu kredit, serta bagaimana mereka bisa menggunakannya dengan bijaksana. Apakah mereka ingin memilikinya atau tidak, yang terpenting adalah mereka sudah memiliki dasar yang kuat.

6. Cara berbelanja yang bijak

Berbelanja jangan sekedar menghabiskan uang saja, tetapi tentang bagaimana memanfaatkan semua tawaran terbaik untuk mendapatkan harga terbaik pula. Ajari anak untuk menggunakan diskon, promosi, dan penawaran spesial yang ditawarkan oleh toko tertentu.

Ajarkan juga konsep “gratifikasi yang tertunda” pada mereka, yaitu berbelanja menunggu waktu yang tepat agar mendapatkan harga paling murah. Jangan berbelanja hanya berdasarkan dorongan impulsif belaka atau membeli barang pertama yang mereka lihat dan mereka sukai. Ketika berbelanja, lihatlah semua barang yang ada lalu pilih mana yang memberikan penawaran terbaik.

7. Kebiasaan menabung

Menabung mungkin kebiasaan yang sepele dan mulai diperkenalkan sejak kita kecil. Namun tidak semua orang bisa menerapkannya dengan baik. Banyak orang yang sudah dewasa justru kesulitan untuk menabung dan menyisihkan uang.

Itulah mengapa menabung harus dijadikan kebiasaan sedini mungkin. Sebisa mungkin sejak mereka kecil, minta anak untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka setiap hari untuk ditabung. Saat mereka sudah beranjak remaja dan mendapatkan uang tambahan, minta mereka untuk menyisihkannya juga.

8. Ajari cara mendapatkan uang

Di usia yang mulai beranjak dewasa, ada baiknya remaja diajarkan bagaimana cara mendapatkan uang. Ijinkan mereka untuk mencari pekerjaan paruh waktu, mencoba menjadi wirausaha, dan hal apapun yang mereka inginkan.

Tidak perlu memaksakan mereka, namun beri dorongan untuk bisa menghasilkan uang. Misalnya jika mereka ingin berjualan di sekolah, seperti berjualan kukis atau makanan ringan lainnya, bantu mereka secukupnya dan biarkan mereka berusaha. Jika seorang anak tahu bagaimana sulitnya mendapatkan uang, mereka pun akan berhati-hati dalam menghabiskannya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa membayar mereka untuk setiap pekerjaan rumah yang dilakukan. Inilah cara yang tepat untuk memberitahukan pada mereka cara menghargai sebuah pekerjaan. Pemikiran ini akan selalu mereka bawa hingga dewasa, membuat mereka menjadi lebih bijaksana dalam mengelola keuangannya.

9. Membedakan keinginan dan kebutuhan

Inilah hal yang sulit bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Banyak orang yang sulit mengendalikan keinginan mereka dan berkahir menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Sejak remaja, mereka harus tahu bagaimana membedakan keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi dan bersifat mendesak, sementara keinginan adalah hal-hal yang tidak penting, tidak mendesak, bahkan bisa dihilangkan dan tidak berpengaruh pada kehidupan. Remaja harus memahami bahwa memisahkan antara keinginan dan kebutuhan adalah hal yang sulit, namun tetap harus dilakukan demi tercapainya tujuan finansial.

10. Membiarkan mereka gagal

Tidak mungkin seorang remaja langsung berhasil dalam percobaan pertamanya mengelola finansial mereka. Dalam perjalanannya mereka mungkin akan merasa frustrasi, ingin menyerah, dan bahkan tidak mau lagi ambil pusing akan masalah ini.

Biarkan mereka melalui fase-fase tersebut. Lagipula, sesuatu yang dipaksakan tidak akan membuahkan hasil yang baik. Setelah beberapa saat, dorong mereka untuk mempelajarinya kembali.

Hal yang sama juga berlaku saat metode yang mereka terapkan untuk mengelola keuangan juga tidak berhasil. Ketelatenan adalah hal yang paling penting untuk meraih segala sesuatu dan hal itulah yang harus ditegaskan pada si remaja tercinta.

11. Pemahaman tentang pentingnya waktu

Dalam dunia finansial, waktu adalah segalanya. Baik itu masalah investasi, menabung, atau soal mengelola keuangan. Termasuk tentang bagaimana bersabar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih.

Misalnya saja menunggu musim diskon dan promosi untuk mendapatkan barang dengan harga yang murah. Selain itu, jangan lupa bandingkan harga yang berlaku di hari-hari biasa dan hari-hari spesial dimana mereka banyak menawarkan potongan harga.

Ketika anak remaja Anda ingin membeli sepatu, misalnya, ajarkan mereka untuk menunggu waktu tiba diskon akhir tahun, clearance sale, dan waktu-waktu strategis lainnya. Mereka mungkin akan menggerutu, namun mereka harus memahami betapa pentingnya waktu dalam dunia finansial.

Konsep waktu ini juga harus diterapkan saat menabung. Ketika ia menabung seribu rupiah saja dalam sehari, maka dalam setahun akan terkumpul Rp 365 ribu dan begitu seterusnya. Dengan cara ini anak akan paham bahwa hanya dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit uang ditambah kesabaran dan ketekunan, maka tujuan menabung akan tercapai.

12. Mencatat semua pengeluaran

Ini dia hal yang sangat penting untuk dilakukan siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa. Sayangnya, bahkan masih banyak orang dewasa yang tidak rajin mencatat semua pengeluaran mereka. Namun jika dilatih sejak remaja, mencatat pengeluaran akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang sulit untuk ditinggalkan.

Anak remaja perlu diberi pemahaman mengapa mencatat pengeluaran sangat penting. Tujuannya adalah agar mereka tahu kemana saja uang mereka dihabiskan, pos apa yang menguras uang paling banyak, serta kebutuhan mana yang bisa dipangkas untuk berhemat.

Catat pengeluaran serinci mungkin, lalu periksa kembali dengan teliti dari waktu ke waktu. Seringnya seseorang tidak menyadari untuk apa saja uang mereka habis dan pada saat-saat itu catatan pengeluaran akan sangat membantu. Tanpa adanya catatan, Anda mungkin hanya bisa berangan-angan tanpa mengetahui fakta yang sesungguhnya.

13. Ajarkan tentang utang dan konsekuensinya

Utang adalah hal terbesar yang harus dihindari jika ingin mencapai kebebasan finansial dan hidup dengan nyaman. Namun tidak semudah itu melepaskan diri dari jeratan hutang. Cicilan rumah atau mobil pun termasuk utang, dan banyak orang yang masih terlibat di dalamnya.

Meskipun demikian, penting untuk mengajarkan kepada para remaja arti penting utang dan konsekuensi apa saja yang mungkin mereka tanggung dari keputusan tersebut. Ketika mereka sudah dewasa nanti dan harus berurusan dengan utang, setidaknya mereka telah memahami konsep-konsep dasarnya.

14. Tentukan tujuan finansial sederhana

Tidak perlu rumit dan tinggi, tujuan finansial sederhana adalah awal yang baik bagi seorang remaja. Misalnya mereka ingin membeli sepatu olahraga baru. Dukung tujuan ini dan dorong mereka untuk selalu bersemangat dalam mencapainya.

Bantu anak melakukan penghitungan sederhana tentang berapa banyak uang yang harus disisihkan agar bisa membeli sepatu yang diinginkan dalam jangka waktu tertentu. Semakin cepat mereka ingin memilikinya, maka semakin banyak pula jumlah uang yang harus disisihkan.

15. Menyisihkan uang untuk amal

Beramal merupakan kewajiban bagi setiap manusia dan siapa saja tidak boleh mengabaikannya. Ajarkan pada remaja untuk mengamalkan sebagian uang yang mereka dapatkan pada orang-orang yang lebih membutuhkan. Jangan batasi bentuk amalnya: beramal tidak harus melulu berupa uang.

Mereka boleh mendonasikan baju-baju lama, mainan yang tidak dipakai, atau sepeda masa kecil. Apapun itu, yang terpenting adalah mereka mengerti esensi dari beramal itu sendiri.

Itulah beberapa ajaran finansial yang sebaiknya diajarkan pada remaja. Prosesnya mungkin tidak akan mulus, namun ini sangat penting bagi masa depan mereka.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang ajaran finansial yang seharusnya diajarkan ketika remaja, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kesalahan Finansial yang Dialami Orang Berumur Setengah Baya
Financial Planning After Disaster (Rencana Finansial Sesudah Bencana)
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
10 Aturan Emas dalam Mengelola Keuangan
10 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan oleh Milenial
Sehatkah Keuangan Anda? Ukur dengan 8 Cara Berikut Ini
8 Prinsip untuk Mengelola Keuangan dengan Baik
Pengen Melek Finansial? Ini Caranya!
Cara Membuat Budget Anggaran Keluarga
Hindari Pemborosan Berikut Ini Ketika Mempersiapkan Pensiun


Bagikan Ke Teman Anda