Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Alasan Ini yang Membuat Kebanyakan Bisnis Baru Gagal

#bisnis baru #gagal

Memulai usaha tak harus menunggu tua. Saat ini banyak usaha atau bisnis baru yang justru perintisnya kaum muda, mulai dari kuliner hingga teknologi yang lebih dikenal dengan startup. Pertumbuhan dunia usaha yang semakin signifikan tentu berpengaruh pada semakin ketatnya persaingan bisnis.

Pada prinsipnya persaingan bisnis akan selalu ada. Di satu sisi bisa memberikan dampak positif, namun di sisi lain bisa pula berdampak negatif. Dampak positifnya, perusahaan bisa mengetahui pangsa pasar dan jumlah pelaku bisnis yang merepresentasikan tingkat persaingan dalam bisnis yang sama, sehingga bisa menentukan strategi yang tepat untuk merebut pasar. Sementara dampak negatifnya, perusahaan bisa tergerus dan ‘hangus’ alias gagal total jika tidak jeli dan peka dalam melihat peluang pasar sehingga kalah bersaing.

Sayangnya, kenyataan tak selalu seindah harapan. Meski banyak yang meraih sukses, namun tak sedikit pula bisnis baru yang gagal. Kok bisa? Disadari atau tidak, dunia bisnis juga memiliki ‘seleksi alam’, di mana hanya bisnis yang benar-benar kuat yang mampu bertahan dan berkembang bahkan mengalami kemajuan. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab gagalnya kebanyakan bisnis yang baru dirintis? Ternyata, inilah alasan penyebabnya.

  • Produk tidak dibutuhkan pasar

Produk baik berupa barang atau jasa menjadi inti sari dari suatu bisnis. Oleh sebab itu, menentukan jenis produk yang akan dijual sangatlah penting. Itulah pentingnya melakukan riset pasar sebelum memulai suatu bisnis. Tujuannya adalah untuk mengetahui produk apa yang dibutuhkan oleh pasar, peluang, dan juga prospek bisnis dari produk tersebut ke depannya. Sayang, hal ini sering kali diabaikan oleh para pelaku bisnis baru.

Mereka memulai bisnis tanpa mempertimbangkan apakah produk yang menjadi andalan dalam bisnisnya dibutuhkan pasar atau tidak. Jika pasar tidak membutuhkan produk yang ditawarkan, jelas produk tersebut tidak akan laku di pasaran. Meski produk dikemas secara apik dan unik bahkan diklaim memiliki kualitas unggul, namun apabila pasar tidak membutuhkan tentu hanya akan sia-sia.

  • Keterbatasan modal

Bisnis baru membutuhkan modal finansial yang tidak sedikit. Modal dibutuhkan untuk membeli peralatan dan perlengkapan usaha, biaya produksi, membayar gaji karyawan, biaya sewa, promosi, dan lain sebagainya. Tak peduli sudah berapa tahun bisnis dijalankan, selama masih beroperasi dan berproduksi maka ketersediaan modal yang cukup akan selalu dibutuhkan hingga bisnis tersebut membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Namun sungguh disayangkan, karena kenyataannya kebanyakan bisnis sudah kehabisan modal sebelum bisnis yang dirintis memberinya hasil.

Keterbatasan modal tentu akan berpengaruh pada jalannya operasional usaha, apalagi sampai kehabisan modal, praktis bisnis tidak bisa dijalankan. Oleh sebab itu, jalan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah membekukan usaha sementara hingga memperoleh modal yang cukup untuk menjalankan bisnis kembali atau menutup usaha untuk selama-lamanya.

  • Tim kerja yang kurang kompeten dan solid

Keberadaan tim kerja yang berkompeten dan solid dalam suatu bisnis penting karena merekalah yang berperan di balik kesuksesan suatu bisnis. Orang-orang dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai, memiliki ketekunan dan loyalitas yang tinggi, dan berkomitmen kuat untuk ikut andil dalam membangun, mengembangkan, dan memajukan usaha merupakan aset bagi bisnis itu sendiri. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan seleksi karyawan dalam proses rekruitmen sehingga tim kerja yang mendukung dan melaksanakan bisnis benar-benar orang-orang yang tepat.

Tak semua bisnis beruntung memiliki tim kerja yang kompeten dan solid. Realitanya yang terjadi justru banyak bisnis yang dijalankan secara serampangan dan tidak profesional. Orang-orang yang direkrut di dalamnya gagal membangun tim kerja yang solid sehingga muncul beragam kepentingan, saling bersikutan, berpolitik kantor secara negatif, dan timbul konflik internal. Bagaimana bisa membangun merek, mengembangkan produk, dan mengenalkannya ke pasar jika dalam internal bisnis tersebut penuh dengan masalah yang timbul dari orang-orang yang menjadi bagian dari tim kerjanya?

Gagalnya bisnis baru juga disebabkan oleh gagalnya tim kerja dalam menyadari dan mengenali masalah yang dihadapi serta mengambil langkah sebagai solusinya. Masalah bisa datang dari dalam tim kerja itu sendiri, produk, juga pasar. Ketidakpekaan tim kerja dalam menyerap informasi berkenaan dengan masalah yang mungkin timbul sudah menjadi sumber masalah bagi bisnis itu sendiri. Bagaimana bisa mencari solusi yang tepat jika tim kerja tidak mampu mengetahui akar permasalahan yang menjadi onak dalam bisnis?

  • Minim promosi

Promosi menjadi kegiatan penting yang turut menentukan sukses atau gagalnya suatu bisnis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberadaan produk perusahaan kepada pasar. Melalui promosi, perusahaan ingin menginformasikan tentang manfaat dan kualitas produk kepada pasar terutama segmen yang dituju atau target pasarnya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan produk, sebut saja memasang iklan di surat kabar cetak, televisi, radio, dan media online. Tak heran jika biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan ini begitu besar. Dengan melakukan promosi secara gencar di berbagai media, produk akan lebih cepat dikenal oleh pasar dan umpan balik atas kegiatan tersebut juga lebih cepat diperoleh.

Sayangnya, kebanyakan bisnis baru justru minim promosi. Mereka cenderung hanya melakukan promosi ringan dan terbatas, mengingat modal yang dimiliki tidak memungkinkan untuk melakukan promosi secara besar-besaran dan gencar. Hanya mengandalkan word of mouth untuk bisnis baru bukanlah pilihan yang tepat. Sebagai bisnis baru, pasar belum terlalu mengenal produk dan merasakan manfaat dari produk secara berkesinambungan.

Oleh sebab itu, orang tidak akan merekomendasikan produk dari bisnis baru pada orang-orang dalam jaringan atau komunitasnya dengan mudah. Artinya, proses pemasaran produk hanya akan sampai pada pengguna saja, tidak disebarluaskan pada pasar-pasar potensial di sekitar pengguna.

Memulai bisnis baru memang tidak mudah. Takut akan kegagalan merupakan hal yang manusiawi. Namun jangan jadikan rasa takut sebagai kendala untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis. Setidaknya dengan mengetahui alasan-alasan yang melatarbelakangi gagalnya bisnis baru tersebut, Anda bisa lebih cermat dan teliti dalam memulai dan menjalankan bisnis sehingga mampu mengantisipasi kegagalan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan yang membuat kebanyakan bisnis baru gagal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Bank Gagal Berdampak Non-Sistemik?
Ciri-ciri Orang yang Akan Gagal Menjadi Pengusaha
Inilah Hal-hal yang Menyebabkan Bisnis Gagal dalam 5 Tahun
Ide-ide Startup yang Sering Gagal
Adakah Negara yang Gagal Membayar Utang Negara? Ini Dia Daftarnya!
6 Alasan Bisnis Baru Banyak yang Gagal
Daftar Gaji Fresh Graduate (Lulusan Baru) Tahun 2018
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Prinsip 5C dan 7P dalam Pemberian Kredit di Lembaga Keuangan/Bank
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2018


Bagikan Ke Teman Anda

SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.