Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Beda Peer to Peer Lending dan Crowdfunding?

#Crowdfunding #Peer to Peer Lending

Hadirnya fintech di dunia internet membuat proses mendapatkan uang di internet menjadi makin mudah di era ini, tidak peduli seberapa besar skala kesulitan keuangan yang kita hadapi. Peer to peer lending dan crowdfunding merupakan 2 produk fintech yang paling banyak dipakai orang untuk saat ini, terutama bagi mereka yang membutuhkan dana cepat.

Sepintas, kedua produk fintech ini memiliki tampilan yang hampir sama, yakni kita mem-posting kebutuhan keuangan pada situs perusahaan penyedia peer to peer lending atau crowdfunding, lalu dari sana akan muncul orang-orang yang memberi kita sejumlah uang dan uang ini nantinya bisa kita cairkan ke rekening bank.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membuat peer to peer lending dan crowdfunding menjadi berbeda, di antaranya adalah ketiga faktor yang dijelaskan di bagian selanjutnya pada artikel ini. Sehubungan dengan hal tersebut, di akhir bagian artikel juga ada rekomendasi mengenai mana di antara keduanya yang lebih cocok untuk mengakomodasi kebutuhan kita.

Berikut adalah faktor-faktor pembeda antara peer to peer lending dengan crowdfunding:

1. Tujuan Didirikannya Masing-Masing Produk

Faktor pembeda pertama dari peer to peer lending dan crowdfunding adalah tujuan didirikannya masing-masing produk, di mana tujuan ini adalah untuk hal komersialisme atau keuntungan pribadi atau sesuatu yang dapat menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan.

Bila kita menjadi orang yang memberi pinjaman, kita pun perlu memilih dan membandingkan rate return pinjaman yang ditawarkan oleh masing-masing situs peer to peer lending. Pastikan situs peer to peer lending tersebut menawarkan tingkat pengembalian dana yang tinggi, karena semakin tinggi tingkat pengembalian dana, semakin tinggi pula pendapatan yang kita sendiri peroleh karena ikut berkontribusi dalam meminjamkan uang kita.

Kita juga perlu melakukan analisis risiko yang lebih komprehensif dan menyeluruh dibandingkan dengan platform crowdfunding. Mengingat situs peer to peer lending memiliki cara kerja yang hampir sama dengan versi online perusahaan pemberi pinjaman, maka kita perlu berhati-hati soal rekor BI Checking calon pengaju, yakni sebisa mungkin berada di peringkat yang bagus. Bila digabungkan dengan poin sebelumnya, secara keseluruhan, tujuan peer to peer lending lebih ditekankan pada komersialisme dan keuntungan pribadi.

Kendati platform crowdfunding juga dapat digunakan untuk mendanai UKM-UKM yang sedang berkembang, tujuan dari crowdfunding cenderung lebih menekankan pada dampak sosialnya alih-alih pada pemberian keuntungan hanya pada satu belah pihak.

Karena itu, platform crowdfunding tidak mengenal persentase tingkat pengembalian atau rekor BI Checking seseorang. Kita dapat memantau perkembangan tiap permohonan dana yang diposting di situs dan memberikan sejumlah uang sesuai dengan apa yang kita sukai.

2. Pengertian Mengenai “Membayar Kembali”

Baik peer to peer lending dan crowdfunding mengharuskan peminta dana untuk membayar kembali pada kurun waktu yang telah dijanjikan dan disepakati, sekiranya sudah cukup mencapai target dana tertentu. Namun dalam hal tujuan dan pengertian “membayar kembali”, peer to peer lending dan crowdfunding memiliki ide yang sama sekali berbeda.

Sebagai alternatif perusahaan pemberi pinjaman, peer to peer lending memberlakukan sistem cicilan dan bunga, di mana besaran bunga tergantung oleh masing-masing situs peer to peer lending. Bila sudah jatuh tempo, maka kewajiban kita adalah membayar cicilan pinjaman dengan bunganya pada situs peer to peer lending di mana kita telah menaruh “iklan” kebutuhan dana kita.

Lain halnya dengan crowdfunding yang lebih menekankan pada kesejahteraan sosial masyarakat sebagai bentuk dari “pembayaran kembali”, di mana dalam crowdfunding, kita tidak akan mengenal istilah-istilah soal cicilan, bunga, dan sebagainya. Alih-alih, sebagai rasa terima kasih sudah dibantu dalam hal dana, kita perlu memikirkan cara-cara untuk membalas budi orang-orang yang sudah berbaik hati pada kita, di mana cara ini tidak selalu harus ada hubungannya dengan uang.

Jadi dalam crowdfunding, bila kita memberikan produk tertentu pada pendonor terbanyak dan hasil tertulis follow-up kegiatan yang didanai secara berkala, itu sudah termasuk kontribusi “membayar kembali”.

Kalaupun kita akhirnya melebihi target dana dan kita menggunakan sisa kelebihan itu untuk membantu membiayai atau menggalang dana orang-orang dengan concern keuangan yang sama, maka itu akan lebih baik lagi, karena dengan demikian kita menggunakan uang orang lain untuk menyebar kebaikan pada sesama lewat “pembayaran kembali” pada crowdfunding.

3. Elemen Risiko yang Terkandung pada Masing-Masing Produk Fintech

Tidak ada produk keuangan tanpa risiko, demikian pula dengan peer to peer lending dan crowdfunding sebagai bentuk produk fintech. Yang membedakan adalah elemen risiko yang terkandung di dalamnya yang dicocokkan dengan preferensi individu dalam mengambil risiko.

Peer to peer lending merupakan solusi yang tepat bagi kita yang tidak terlalu suka dengan risiko, mengingat elemen risiko yang terkandung di dalamnya cenderung fixed atau tetap. Bila dilihat dari sisi pemberi pinjaman, peer to peer lending memiliki jangka waktu pengembalian dana dan bunga yang pasti.

Alternatifnya, dari sisi pemohon pinjaman, kita dapat yakin soal biaya-biaya yang harus kita bayarkan pada situs peer to peer lending dengan tarif bunganya, karena itu semua sudah terpampang secara jelas dalam halaman muka situs.

Ketergantungan pada individu masing-masing “pengiklan” kebutuhan dana membuat crowdfunding menjadi pilihan yang lebih tepat untuk mereka yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi. Saat kita hendak memberikan uang kepada proyek crowdfunding yang kita sukai, satu-satunya alat ukur untuk melihat apakah yang bersangkutan akan bertanggungjawab atas uang sumbangan kita dan orang-orang lain yang terlibat adalah apakah ada kerabat orang tersebut yang ikut mendanai.

Banyaknya orang yang menggunakan pseudonym atau nama samaran kerap membuat kita susah untuk melihat apakah orang ini benar-benar kenal dengan yang membutuhkan dana, hasilnya mungkin kita menjadi was-was dengan uang yang hendak kita berikan.

Tambahannya, waktu pencapaian dana dibandingkan target pencapaian dapat berbeda-beda untuk masing-masing kebutuhan dana individu “pengiklan”, sehingga saat kita memberikan dana untuk proyek crowdfunding yang menjanjikan, kita mungkin akan menyesal ketika target pencapaian terus bertambah, sementara waktu pencapaian dana juga semakin lambat.

Singkatnya, peer to peer lending dengan kepastian pembayaran dan tujuan komersialnya merupakan produk fintech yang cocok untuk kita yang cenderung memiliki pemikiran yang konvensional mengenai uang.

Sebaliknya, dengan mengandalkan “bantuan orang banyak” dan aksi menyebar kebaikan secara massal, crowdfunding lebih cocok bagi kita para pecinta risiko yang suka langsung terjun ke lapangan dalam membantu orang yang mengalami kesulitan keuangan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beda Peer to Peer Lending dan Crowdfunding, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

bank, dana darurat, deposito, fraud, investasi, investasi emas, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, keluarga muda, keuangan keluarga, keuntungan kartu kredit, kredit konsumsi, kredit mobil, kredit motor, kredit tanpa agunan, menabung, mengatur keuangan, menunggak KTA, modus penipuan, pekerjaan, pengetahuan umum, Redenominasi, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu debit, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.