Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Bear Market? Berikut Karakteristik Bear Market!

Jika Anda pernah mendengar tentang bull market, pasti Anda pun pernah mendengar tentang bear market. Bull market merupakan kondisi yang menggambarkan pasar saham di mana harga saham sedang mengalami trend menguat atau naik.

Lantas apa itu bear market? Bear market merupakan lawan atau kebalikan dari bull market, yaitu suatu kondisi pasar saham di mana harga saham sedang mengalami trend melemah atau turun.

Sejarah penyebutan istilah bear market

Secara kasat mata memang bear market seolah tidak ada kaitannya dengan pasar saham. Beruang tidak ada hubungannya sama sekali dengan surat-surat berharga. Namun, bear market hanya sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang mengalami kelesuan. Jadi, tidak memiliki makna pasar yang memperdagangkan beruang sama sekali.

Penggunaan istilah bear market didasarkan pada teknik beruang bertarung dengan musuhnya, yakni banteng. Beruang menghujamkan cakarnya ke bawah, sedangkan banteng menyerudukkan tanduknya ke atas. Sebab itulah teknik pertarungan dari kedua binatang tersebut kemudian digunakan untuk menggambarkan kondisi dan situasi pasar saham.

Bear market mengindikasikan harga saham yang sedang mengalami kecenderungan menurun, sedangkan bull market kebalikannya yakni mengindikasikan harga saham sedang mengalami kenaikan.

Ditinjau dari sejarahnya, penyebutan bear market juga didasarkan pada kebiasaan pemburu di Inggris pada abad ke-17 yang menjual kulit beruang sebelum mereka menangkapnya. Hal ini sama yang dilakukan oleh para short sellers di pasar saham.

Mereka menjual saham bahkan sebelum mereka memilikinya. Pembelian atas saham dilakukan pada hari yang sama di saat mereka akan menjualnya. Jika harga saham menurun, mereka akan mendapatkan keuntungan.

Penyebab terjadinya bear market

Meski tidak ada aturan baku yang digunakan sebagai standar dan diratifikasi secara global, namun umumnya dapat diterima bahwa bear market terjadi apabila harga saham mengalami penurunan sebesar 20% setelah bertahan dengan harga tertingginya selama kurang lebih satu tahun. Bear market ditandai dengan turunnya harga saham selama dua bulan berturut-turut atau lebih.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sektor ekonomi sangatlah fluktuatif. Artinya, kondisi ekonomi tidak bisa dipastikan akan selalu baik dan kuat, ada kalanya mengalami kelesuan. Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi kestabilan ekonomi yang keberadaan dan dinamikanya tidak bisa dikendalikan. Sebut saja mekanisme pasar, keseimbangan penawaran dengan permintaan, dan lain sebagainya.

Jadi, apa penyebab bear market? Sangatlah bervariasi. Namun secara umum, terjadinya bear market disebabkan oleh kelesuan ekonomi. Ekonomi yang lesu atau sedang lemah sering kali ditandai dengan tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat pendapatan yang rendah, dan merosotnya laba perusahaan.

Tak hanya itu, adanya intervensi dari pemerintah dalam perekonomian juga dapat memicu terjadinya bear market. Misalnya saja, kenaikan tarif pajak. Bear market juga bisa terjadi apabila kepercayaan investor mengalami penurunan.

Tahapan dalam bear market

Bear market terjadi tidak secara tiba-tiba. Seperti halnya suatu kondisi yang kurang baik, pasti ada gejala yang mendahuluinya, sehingga bisa diketahui dan diantisipasi dampak buruknya. Demikian pula dengan bear market. Setidaknya ada empat tahapan dalam bear market, yaitu:

  • Tingginya harga saham dan sentimen investor

Harga saham yang menguat biasanya diikuti dengan sentimen positif dari para investor untuk berinvestasi pada sektor-sektor atau perusahaan-perusahaan yang menguntungkan. Sayangnya pada tahapan ini, investor justru keluar dari pasar dan mengambil keuntungan.

  • Harga saham mulai merosot tajam

Penurunan yang drastis pada harga saham dipicu oleh aktivitas perdagangan dan laba perusahaan yang juga mengalami penurunan. Cukup mengkhawatirkan, karena pada tahapan ini investor mulai panik sebab sentimen menurun.

  • Muncul spekulan

Sebagai salah satu pelaku dalam pasar saham, spekulan berusaha mencari keuntungan besar dalam perdagangan saham dengan melakukan spekulasi atas perubahan-perubahan harga saham yang terjadi. Kehadiran spekulan ini menyebabkan naiknya harga saham dan volume perdagangan saham.

  • Harga saham terus menurun secara perlahan

Di tahap ini, bear market berpotensi menjadi bull market. Rendahnya harga saham justru menjadi kabar baik sehingga menarik investor untuk membeli saham.

Dari tahapan tersebut, bear market bisa dikenali. Kondisi yang umum terjadi ketika bear market adalah melemahnya indeks harga saham. Setiap harinya, indeks tersebut akan mencapai posisi terendah terbaru. Artinya, nilai tertinggi indeks di hari berikutnya pastilah lebih rendah dari hari sebelumnya.

Berapa lama bear market berlangsung? Tidak bisa dipastikan. Menurut sejarah ekonomi yang ada, terjadinya bear market rata-rata selama kurang lebih satu tahun. Selama periode tahun 1900 hingga 2008 tercatat telah terjadi bear market sebanyak 32 kali dengan panjang waktu rata-rata berkisar 367 hari. Artinya, bear market seolah menjadi sebuah siklus tiga tahunan dalam pasar saham.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa bear market terjadi di saat ekonomi mengalami kelesuan alias resesi. Di saat itulah, ekonomi sedikit terguncang sehingga berhenti tumbuh dan mengalami kontraksi. Imbasnya, tingkat pengangguran tinggi karena banyak perusahaan yang mengalami kerugian sehingga harus melakukan pemutusan hubungan kerja dengan para pekerjanya.

Bear market akan sangat mudah dikenali apabila Anda mengetahui posisi ekonomi dalam siklus bisnis. Apabila siklus bisnis baru memasuki tahap ekspansi, maka bear market kecil kemungkinan terjadi. Namun di saat aset menggelembung dan investor berperilaku irasional, kemungkinan siklus bisnis memasuki tahap kontraksi sehingga bear market sangat dimungkinkan terjadi.

Investor Tip

Meski bear market menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang lesu akibat turunnya harga saham, namun bukan berarti tidak bisa memperoleh keuntungan dalam bear market. Salah satu teknik yang bisa dilakukan investor untuk mendapatkan keuntungan saat kondisi bear market adalah dengan short selling.

Short selling merupakan teknik menjual saham dengan mekanisme investor atau trader meminjam dana untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi dan berharap akan membelinya kembali serta mengembalikan pinjaman saham ke pialangnya di saat harga saham turun. Teknik ini dilakukan dengan menjual saham yang dipinjam dan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah.

Teknisnya, short seller meminjam saham dari broker sebelum order penjualan singkat. Dari short selling tersebut, investor yang menjadi short seller akan mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga saat saham dijual dengan harga pembeliannya saat perdagangan ditutup. Sebagai ilustrasi, investor short seller menjual 1000 lembar saham dengan harga Rp 750,- per lembar. Selama perdagangan di pasar saham, ternyata harga saham jatuh dan ditutup pada level Rp 500,-. Dari transaksi tersebut, investor yang bertindak sebagai short seller memperoleh keuntungan Rp 250,- x 1000 = Rp 250.000,-.

Kondisi ekonomi lesu berpengaruh pada terjadinya bear market. Meski dalam bear market, kondisi pasar saham kurang kondusif, namun bukan berarti perekonomian terhenti dan selalu merugi.

Ada tahapan yang bisa digunakan untuk mendeteksi atau mengenali munculnya bear market, sehingga bisa diambil langkah antisipatif apabila terjadinya bear market benar-benar tidak bisa dihindari. Selain itu, ada pula teknik yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan di tengah-tengah situasi bear market, yakni short selling.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang bear market dan karakteristik bear market, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Bull Market? Berikut Karakteristik Bull Market!
Cara Membesarkan Anak agar Memiliki Mental Entrepreneur
Ciri-ciri Orang yang Akan Sukses di Masa Depan
Apa Itu Spin Off dalam Perusahaan / Bisnis?
Apa itu Rasio Kecukupan Modal – Capital Adequacy Ratio (CAR)?
Apa itu Defisit Transaksi Berjalan? Penyebab & Dampak Defisit Transaksi Berjalan
Booking Hotel Murah? Ini ‘Hotel Hack’ dari Sudut Pandang Pekerja Hotel
Ajakarkanlah Tip Keuangan Ini pada Anak Anda!
Kebiasaan-kebiasaan Ini Tanpa Disadari Termasuk Pemborosan
Hal-hal yang Harus Dilakukan Ketika Krisis Ekonomi


Bagikan Ke Teman Anda