Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu BUKU Bank? Apa Syarat Kategorisasinya?

Apa itu BUKU bank?

Anda pernah mendengar istilah BUKU bank? BUKU bank yang dimaksud di sini bukanlah buku yang merupakan bundelan dari lembaran kertas untuk mencatat transaksi perbankan, melainkan singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha.

Sebagaimana telah diketahui bahwa bank adalah lembaga keuangan di bawah otoritas Bank Indonesia yang melakukan serangkaian kegiatan usaha yang umumnya berupa penghimpunan dana masyarakat dan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau kredit.

Kenyataannya, operasional bank tak hanya sebatas dan sesederhana itu. Bank memiliki kegiatan usaha yang lebih luas, seperti perdagangan valuta asing, layanan e-banking, penyertaan modal atau investasi dalam lingkup nasional dan internasional, serta masih banyak yang lainnya.

Agar kegiatan usaha lembaga perbankan terkelola dan terarah dengan baik serta mampu menciptakan persaingan sehat, Bank Indonesia selaku pemegang otoritas tertinggi mengeluarkan peraturan yang secara resmi termaktub dalam Peraturan Bank Indonesia No. 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank. Dengan peraturan ini, bank umum baik konvensional maupun syariah tak bisa menjalankan operasional secara serampangan dan semaunya, tetapi disesuaikan dengan jumlah modal inti yang dimiliki.

Modal inti merupakan keseluruhan modal yang dimiliki bank untuk menjalankan operasional atau kegiatan usahanya. Komponen modal inti terdiri dari modal yang disetor plus keuntungan yang diperoleh bank setelah dipotong pajak. Dalam usaha apalagi berskala besar, peranan modal inti begitu penting sebagai motor penggerak operasional.

Tak hanya itu, modal inti juga menentukan luas dan jangkauan kegiatan usaha. Semakin besar modal inti, jangkauan dan kegiatan usaha semakin luas. Sementara modal inti yang terbatas, jangkauan dan ragam kegiatan usahanya juga terbatas.

Dalam sektor perbankan, modal inti tak hanya berpengaruh pada kegiatan usaha, tetapi juga merupakan cerminan kredibilitas dan akuntabilitas bank dalam menjamin keamanan simpanan nasabah.

Logikanya, semakin besar modal inti yang dimiliki oleh suatu bank, maka tingkat keamanan dan kekuatan bank dalam menghadapi risiko operasional semakin tinggi. Artinya, jika terjadi kredit macet atau kondisi force majeure, bank memiliki kemampuan untuk mengganti simpanan nasabahnya. Demikian pula sebaliknya.
Syarat kategorisasi BUKU bank

BUKU bank menentukan ragam kegiatan usaha yang bisa dilakukan oleh suatu bank. Berkenaan dengan hal tersebut, Bank Indonesia melakukan kategorisasi kegiatan usaha bank berdasarkan modal intinya. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/26/PBI/2012, syarat kategorisasi BUKU bank dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

  • Kategori BUKU 1, bank dengan modal inti kurang dari Rp 1 triliun.
  • Kategori BUKU 2, bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.
  • Kategori BUKU 3, bank dengan modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun.
  • Kategori BUKU 4, bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun.

Berdasarkan kategori BUKU tersebut, cakupan kegiatan usaha bank meliputi produk dan aktivitas yang bisa dilakukan adalah:

  • BUKU 1. Bank dalam kategori ini memiliki cakupan kegiatan usaha yang terbatas, meliputi penghimpunan dan penyaluran dana dalam rupiah, e-banking dengan cakupan terbatas, penyertaan modal sementara, dan perdagangan valuta asing.
  • BUKU 2. Selain bisa melakukan kegiatan usaha pada cakupan BUKU 1, bank dengan kategori BUKU 2 memiliki cakupan yang lebih luas, di antaranya kegiatan treasury terbatas meliputi spot dan derivatif plain vanilla, serta penyertaan modal pada lembaga keuangan dalam negeri sebesar 15%.
  • BUKU 3. Bank dalam kelompok kategori ini bisa melakukan kegiatan usaha pada kategori 2 dengan cakupan yang lebih luas. Selain itu, BUKU 3 dapat melakukan penyertaan modal pada lembaga keuangan di dalam dan luar negeri di kawasan Asia sebesar 25%.
  • BUKU 4. Bank yang termasuk kategori ini bisa melakukan kegiatan usaha pada kategori BUKU 3 dengan cakupan lebih luas. Untuk kegiatan penyertaan modal bisa menjangkau lembaga keuangan di dalam maupun luar negeri skala internasional.

Dengan adanya kategorisasi ini, bank umum senantiasa terpacu untuk meningkatkan modal intinya sehingga level kategorinya juga bisa meningkat. Peningkatan kategori ini tentu saja akan berpengaruh pada cakupan kegiatan usaha yang lebih luas. Secara lebih lanjut, potensi pendapatan yang bisa diperoleh bank akan lebih besar.

Saat ini di Indonesia terdapat lima bank umum konvensional yang termasuk dalam kategori BUKU 4, yakni BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga. Artinya kelima bank tersebut cenderung lebih aman sebagai tujuan menyimpan dana juga berinvestasi.

Bank dengan kategori BUKU 4 memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan bank kategori BUKU lainnya. Selain peluang untuk menambah kantor cabang dan melakukan kegiatan usaha mencapai skala internasional, BUKU 4 juga mampu menciptakan sentimen positif terhadap harga saham dari bank terkait. Oleh sebab itu, kategori BUKU bank sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas di mata publik, terutama para invetor.

Daftar Bank tiap Kategori BUKU

Berikut beberapa bank yang masuk dalam BUKU 1:

Bank Artos
Bank Mitraniaga
Bank Fama Internasional
Bank Royal Indonesia
Bank Kesejahteraan Ekonomi
Bank Bisnis Internasional
Bank Harda Internasional
Bank Dinar
Bank Amar Indonesia
Bank Agris
Bank Yudha Bhakti
Bank BPD Bengkulu
Bank BPD Lampung
Bank BPD Maluku
Bank BPD Sulawesi Tenggara

Berikut beberapa bank yang masuk dalam BUKU 2:

Bank Oke Indonesia
Bank of India Indonesia
Bank MNC Internasional
Bank Nusantara Parahyangan
Bank Ganesha
Bank Maspion
Bank Mayora
Bank Mega Syariah
Bank Ina Perdana
Bank BPD Sulawesi Utara
Bank Sahabat Sampoerna
Bank Capital
Bank SBI Indonesia
Bank BPD Jambi
Bank Jasa Jakarta
Bank BPD NTB
Bank BPD DIY
Bank NationalNobu
Bank Index Selindo
Bank J Trust Indonesia
Bank Bumi Artha
Bank Multiarta Sentosa
Bank BPD Kalteng
Bank Mandiri Taspen Pos
Bank BPD Kalsel
Bank BPD NTT
Rabo Bank Internasional Indonesia
Bank Resona Perdania
Bank Aceh
Bank CCB Indonesia
Bank BPD Kalbar
Bank BPD Sulselbar
Bank BPD Papua
Bank BTPN Syariah
Bank Victoria
Bank BPD Sumbar
Bank BPD Riau Kepri
Bank BPD Bali
Bank CTBC Indonesia
Bank BPD Sumsel Babel
Bank BPD Sumut
Bank Mestika
Bank BRI Agroniaga
Bank BNP Paribas Indonesia
Bank Commonwealth
Bank QNB Indonesia
Bank BRI Syariah
Bank Artha Graha Internasional
Bank BNI Syariah
Bank Muamalat Indonesia
Bank BPD Kaltim
Bank Woori Saudara
Bank Shinhan Indonesia
Bank Sinarmas

Berikut beberapa bank yang masuk dalam BUKU 3:

Bank ICBC Indonesia
Bank Bukopin
Bank BPD Jateng
Bank KEB Hana Indonesia
Bank Mayapada
Bank BPD Jatim
Bank Syariah Mandiri
Bank ANZ Indonesia
Bank DKI
Bank DBS Indonesia
Bank BPD Jabar dan Banten
Bank Mizuho Indonesia
Bank Sumitomo Mitsui
Bank UOB Indonesia
Bank Mega
Bank BTPN
Bank HSBC Indonesia
Bank Permata
Bank Maybank Indonesia
Bank BTN
Bank OCBC NISP
Bank Danamon
Bank Panin

Berikut beberapa bank yang masuk dalam BUKU 4:

Bank CIMB Niaga
Bank BNI
Bank Mandiri
Bank BRI
Bank BCA

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang BUKU Bank dan syarat kategorisasinya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kartu Kredit Bank Mega
Kartu Kredit BRI
Cara Menyewa Deposit Box di Bank? Ini dia Langkahnya!
Apa itu Bank Sistemik? Apa Kriteria Bank Sistemik?
Apa itu Bank Gagal Berdampak Non-Sistemik?
Ini Dia Cara Bank Mengambil Untung dari Transaksi Kartu Kredit
Mengenal Kartu Kredit BCA
Masih Ragu Menabung di Bank? Simak Manfaatnya Berikut Ini!
Bagaimana Cara Memilih Bank di Indonesia?
Penasaran Kartu AEON? Simak Ulasannya di sini!


Bagikan Ke Teman Anda