Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Bull Market? Berikut Karakteristik Bull Market!

Dalam perekonomian pasar bebas seperti sekarang ini, pasar saham memiliki peranan yang begitu penting. Pasar saham merupakan wadah bagi bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi perdagangan berupa surat-surat berharga. Perusahaan-perusahaan yang telah go public berperan sebagai penjual, sedangkan investor baik dari dalam maupun luar negeri berperan sebagai pembeli.

Perdagangan surat-surat berharga berupa saham tentunya memiliki tujuan bagi masing-masing pihak. Bagi penjual yakni perusahaan-perusahaan yang telah go public, keberadaan pasar saham memungkinkannya untuk menambah modal usaha guna melakukan ekspansi usaha.

Sementara bagi para investor, pembelian saham perusahaan di pasar saham memberikannya sebagian hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Atas hak kepemilikan itu, investor akan memperoleh dividen setiap tahun sebagai hasil dari penyertaan modal atau investasi di perusahaan tersebut.

Seperti pasar pada umumnya, kondisi pasar saham juga fluktuatif. Artinya, harga saham tidaklah statis tetapi berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar. Terkait dengan kondisi pasar saham, pernahkah Anda mendengar tentang bull market? Jika ya, tahukah Anda maknanya? Pastinya bukan pasar yang memperdagangkan banteng. (lawan dariĀ  bull market –> bear market)

Definisi bull market

Lantas, apa itu bull market? Bull market merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi dan kondisi perkembangan di pasar saham, di mana nilai atau harga saham mengalami tren naik atau menguat. Bagaimana bisa disebut dengan bull market?

Secara histori istilah bull market diambil dari cara bertarung banteng menghadapi musuhnya, yakni dengan menyerudukkan tanduknya ke atas. Pada tahun 1500an, pertarungan banteng dengan anjing begitu populer di Inggris. Bahkan, di setiap kota memiliki arena pertarungan banteng sendiri. Saking populernya, pertarungan tersebut diselenggarakan beberapa kali seminggu.

Dari akar bahasa Jerman, kata bull memiliki arti mengembang atau membumbung. Sebab itulah, istilah bull dirasa tepat digunakan untuk menggambarkan dinamika pasar saham yang cenderung mengalami kenaikan.

Bagaimana terciptanya bull market? Kondisi bull market tercipta dari adanya sikap optimis para investor yang percaya dan mengharap bahwa hasil dari penjualan surat-surat berharga di pasar saham semakin kuat dan berkelanjutan selama beberapa bulan bahkan tahun.

Kondisi bull market memang cukup sulit diprediksi secara konsisten karena trend pasar begitu dinamis, sehingga bisa saja berubah sewaktu-waktu. Bahkan bagian yang paling sulit adalah efek psikologis dan spekulasi yang terkadang memainkan sebagian besar peran dalam pasar saham.

Secara umum dapat dikatakan bahwa bull market terjadi ketika harga saham naik 20%, yang biasanya setelah dan sebelum mengalami penurunan 20%. Namun, sejak sulit diprediksi, bull market hanya dapat dikenali atau diketahui begitu telah terjadi.

Karakteristik bull market

Pasar saham tidaklah pasti, selalu saja ada perubahan yang mungkin terjadi bahkan pada perdagangan di last minute. Meski demikian, kecenderungannya dapat diketahui dan diprediksi guna pengambilan keputusan investasi.

Setiap investor tentu akan menunggu dan berharap terjadinya bull market, di mana harga saham memiliki kecenderungan naik sehingga pasar saham mampu memberikan angin sejuk bagi para investor untuk berinvestasi.

Lantas, kapan bull market terjadi? Untuk mengetahui terjadinya bull market, setidaknya dapat dilihat dari beberapa karakteristik berikut.

  • Saat ekonomi menguat atau memang sudah kuat

Saham merupakan objek yang diperdagangkan dalam pasar saham. Perdagangan saham ini bertujuan untuk menarik investor agar menanamkan modalnya pada perusahaan yang telah go public dan tercatat di pasar saham.

Bagi perusahaan, penjualan saham untuk menambah modal agar bisa melakukan ekspansi bisnisnya. Sementara bagi investor, pembelian saham untuk memperoleh sumber pendapatan dari laba perusahaan yang dibagikan dalam bentuk dividen.

Jadi, perdagangan saham jelas berkaitan dengan kondisi ekonomi baik dalam lingkup nasional maupun global. Kondisi ekonomi suatu negara yang tengah menguat akan memicu sentimen positif pada pasar saham. Penguatan ekonomi ini ditunjukkan oleh nilai produk domestik bruto.

Indikator ekonomi ini juga mencerminkan tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Semakin besar persentase pertumbuhan ekonomi, maka semakin kuat pula perekonomian negara tersebut. Perekonomian yang kuat mencerminkan kondisi pasar yang baik, laju produksi yang cepat, dan volume produksi yang stabil, di mana penawaran dengan permintaan seimbang.

  • Penurunan jumlah pengangguran

Terjadinya bull market ditandai pula dengan penurunan jumlah pengangguran. Ekonomi yang kuat menandakan tersedianya banyak lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu, faktor produksi berupa sumber daya manusia banyak terserap di sektor-sektor ekonomi produktif.

Penurunan jumlah pengangguran secara lebih lanjut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika masyarakat sejahtera, maka daya beli kuat sehingga permintaan pasar akan barang dan jasa senantiasa terjaga kestabilannya.

Di sisi lain, banyaknya pekerja yang terserap di sektor produktif tentu akan mempengaruhi laju produksi yang semakin cepat. Artinya, perusahaan mampu memproduksi barang sesuai permintaan pasar dalam waktu lebih singkat. Bahkan, perusahaan tak hanya mampu menyediakan barang permintaan pasar lokal saja, tetapi juga internasional, yakni mengekspor barang ke pasar luar negeri.

Masyarakat yang sejahtera mencerminkan adanya tingkat pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan. Berkenaan dengan hal itu, kesejahteraan masyarakat ini dapat meminimalisir terjadinya kredit macet, karena masyarakat memiliki pendapatan untuk membayar kewajibannya. Risiko kredit macet yang rendah tentu saja akan meningkatkan penyaluran pinjaman dari bank ke masyarakat secara lebih luas.

  • Laba perusahaan meningkat

Produk domestik bruto yang tinggi menandakan ekonomi negara yang kuat. Hal tersebut tentu saja ditunjang oleh proses produksi yang dilakukan oleh para produsen, yakni mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, dan besar. Usaha skala besar direpresentasikan oleh perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional yang telah go public. Semakin tinggi PDB artinya semakin besar volume produksi yang disumbangkan oleh perusahaan. Hal ini mengindikasikan pula bahwa laba perusahaan semakin meningkat.

Dalam ekonomi yang kuat, pasokan dan permintaan akan surat berharga akan bertumbuh. Seiring dengan keinginan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis, maka perusahaan menerbitkan surat berharga untuk ditawarkan dan dijual kepada publik melalui pasar saham. Bagi perusahaan, bull market merupakan saat yang tepat untuk mencari tambahan modal guna melakukan ekspansi bisnis. Sementara bagi investor, bull market juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan investasi yang menguntungkan.

Kemampuan perusahaan menghasilkan laba mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Jika kinerja keuangan perusahaan baik, maka investor akan bersemangat untuk membeli sekuritas, sedang sebagian lainnya akan bersedia menjual untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jualnya. Meski tak bisa diprediksi secara pasti kapan harga saham mencapai batas tertinggi dan terbawahnya, namun sebagian besar kerugian atas jual beli saham akan minimal dan biasanya bersifat sementara.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang bull market dan karakteristik bull market, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Bear Market? Berikut Karakteristik Bear Market!
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini
Skill Penting Wajib Dikuasai agar Sukses
Mengapa Asuransi Mobil Seharusnya Wajib?


Bagikan Ke Teman Anda