Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu CCC? Definisi Cash Conversion Cycle

Sebuah perusahaan memerlukan waktu tertentu untuk mengubah investasi menjadi uang tunai. Dalam penentuan tersebut diperlukanlah sebuah perhitungan yang bernama cash conversion cycle. Perhitungan tersebut akan sangat memudahkan perusahaan dalam menghitung tingkat persediaan, uang tunai, hingga waktu baginya untuk membayar hutang-hutangnya.

Sebelum tahu bagaimana menghitung cash conversion cycle, anda mesti tahu apa definisinya terlebih dulu. Sebab dari definisi inilah kita akan lebih mudah memahami proses perhitungannya secara akurat. Berikut uraian selengkapnya untuk definisi cash conversion cycle.

1. Definisi Cash Conversion Cycle

Cash Conversion Cycle atau Siklus Konversi Kas merupakan sebuah metrik yang menunjukkan waktu perusahaan dalam mengubah investasi dalam persediaan menjadi uang tunai. Siklus konversi tunai memiliki formula mengukur jumlah waktu, hari, kemudian perusahaan menggunakannya untuk mengubah input sumber dayanya menjadi uang tunai.

Bisa juga dikatakan bahwa cash conversion cycle atau CCC merupakan sebuah perhitungan untuk mengukur seberapa lama kas diikat dalam inventaris sebelum inventaris tersebut dijual dan uang tunai dikumpulkan dari pelanggan.

Rumus siklus konversi kas adalah:

Siklus Konversi Kas = DIO + DSO – DPO

  • DIO merupakan Days Inventory Outstanding
  • DSO merupakan Days Sales Outstanding
  • DPO merupakan Days Payable Outstanding.

Dari rumus tersebut, siklus kas memiliki tiga bagian berbeda. Bagian pertama mewakili tingkat persediaan saat ini serta berapa lama waktu yang diperlukan perusahaan untuk menjual persediaan tersebut. Tahap yang disebut sebagai Days Inventory Outstanding ini dihitung dengan menggunakan perhitungan persediaan hari ini.

Sementara tahap kedua mewakili penjualan saat ini serta jumlah waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan uang tunai. Days Sales Outstanding dihitung dengan menggunakan hari perhitungan penjualan.

Dan pada tahap ketiga merupakan perwakilan hutang saat ini. Dalam tahapan ini, ditunjukan berapa banyak perusahaan berhutang kepada vendor dan kapan perusahaan harus melunasinya. Pada tahap ini perhitungannya menggunakan perhitungan hutang terutang.

Untuk lebih jelasnya lagi, mulai dari DIO, DSO, hingga DPO akan dijelaskan per pointnya dalam bahasan berikutnya.

2. Apa Itu Days Inventory Outstanding (DIO)?

Merupakan jumlah hari dan rata-ratanya yang dibutuhkan perusahaan dalam mengubah inventarisnya menjadi penjualan. DIO pada dasarnya merupakan jumlah rata-rata hari dimana suatu perusahaan menyimpan inventarisnya sebelum menjualnya.

Contohnya perusahaan A melaporkan inventaris awal sebesar $ 1.000 dengan persediaan akhir $ 3.000 srta tahun fiskal berakhir pada 2018 dengan harga pokok penjualan sebesar $ 40.000.

Maka untuk menghitung DIO perusahaan A adalah sebagai berikut:

DIO =   ($1.000 + $3.000) / 2 / $40.000 X 365 = 18,25

Jadi perusahaan memerlukan waktu 18 hari untuk mengubah inventarisnya menjadi penjualan.

3. Apa Itu Days Sales Outstanding (DSO)?

Merupakan jumlah hari dan rata-rata yang diperlukan perusahaan untuk menagih piutang. DSO kerap digunakan untuk mengukur jumlah hari rata-rata perusahaan dalam menagih pembayaran pasca penjualan. Rumus untuk menghitungnya adalah:

DSO = Rata-rata Piutang Akun / Total Kredit Penjualan X 365

Contohnya perusahaan A melaporkan piutang awal sebesar $ 4.000 serta piutang akhir $ 6.000 untuk tahun fiskal yang berakhir 2018. Penjuaan kreditnya sendiri sebesar $ 120.000. Maka DSO perusahaan tersebut adalah:

DSO = ($4.000 + $6.000) / 2 /$120.000 X 365 = 15,20

Maka diperlukan waktu selama 15 hari bagi perusahaan untuk menagih piutang.

4. Apa Itu Days Payable Outstanding?

Merupakan jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar kembali utangnya. DPO mengukur jumlah hari rata-rata perusahaan untuk membayar faktur dari kreditor perdagangan. Misalnya pemasok. Rumus untuk menghitung DPO adalah:

DPO = Hutang Rata-rata Akun/Harga Pokok Penjualan X 365.

Contoh perhitungannya bisa dilihat dari bagaimana perusahaan A yang membukukan hutang awal sebesar $ 1.000 dan hutang akhir $ 2.000 untuk tahun fiskal yang berakhir pada 2018 dengan harga pokok penjualan $ 40.000. Maka DPO untuk perusahaan tersebut adalah:

DPO = ($1.000 + $2.000) / 2 / $40.000 X 365 = 13.69

Maka perusahaan memerlukan waktu 13 hari untuk membayar faktur tersebut.

6. Menghitung Cash Conversion Cycle

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, untuk menghitung CCC dilakukan dengan rumus: DIO + DSO – DPO. Maka kita bisa menafsirkan rumus tersebut menjadi tiga bagian. Bagian pertama menggunakan persedian hari dimana kita mengukur terlebih dulu berapa lama waktu yang diperlukan perusahaan dalam menjual persediaannya.

Bagian kedua mengukur waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengumpulkan uang tunai. Sedangkan bagian terakhir menghitung jumlah hari yang diperlukan perusahaan untuk membayar pemasoknya.

Maka dari itu cash conversion cycle merupakan siklus dimana perusahaan membeli persediaan, menjual persediaan secara kredit, dan mengumpulkan piutang kemudian mengubahkan menjadi uang tunai.

Jika perhitungan DIO, DSO dan DPO yang telah dibahas disatukan untuk menemukan hasil dari CCC, maka perhitungannya seperti ini:

CCC = 18.25 + 15.20 – 13.69 = 19.76

Jadi perusahaan A memerlukan waktu kisaran 20 hari untuk mengubah investasi kas awal dalam persediaan menjadi uang tunai.

6. Tujuan Menghitung Cash Conversion Cycle

Adanya rumus CCC bertujuan untuk menilai seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola modal kerjanya. Seperti halnya pada perhitungan arus kas lainnya. Semakin pendek siklus konversi kas, maka semakin baik perusahaan dalam menjual persediaan. Sebab, perusahaan dapat memulihkan uang tunai dari penjualan sembari membayar utangnya.

Mengukur CCC dapat membantu mengukur apakah manajemen modal kerjanya memburuk atau membaik. Sebab perhitungan tersebut bisa menilai apakah siklus konversi kas perusahaan lebih normal dibandingkan dengan pesaingnya.

Itulah definisi cash conversion cycle dan bagaimana proses menghitungnya. Semoga bisa memberikan pemahaman yang baik untuk anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu CCC dan definisi cash conversion cycle, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Definisi Return On Assets (ROA)
Apa Itu Underwriting? Definisi Underwriting
Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost
Apa Itu Depresiasi? Definisi Depresiasi
Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost
Definisi Debt to Income Ratio?
Apa itu Beta Coeffecient? Definisi Beta Coefficient
Apa itu World Bank? Definisi Bank Dunia
Apa itu Cash Value? Definisi Cash Value
Apa itu Aktiva? Definisi Aktiva


Bagikan Ke Teman Anda