Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Economies of Scale (Skala Ekonomis)?

Dalam proses ekonomi, kegiatan produksi merupakan salah satu yang paling penting. Produksi adalah proses pembuatan barang yang akan didistribusikan kepada konsumen, dan oleh karena itu produksi membutuhkan biaya yang tidak sedikit tergantung dari jenis barang yang akan diproduksi. Prinsip efisiensi sendiri juga sangat ditekankan dalam ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan modal seminimal mungkin. Jika produsen mampu mencapai titik tersebut, hal ini yang dikatakan economies of scale.

Definisi Economies of Scale

Economies of scale atau skala ekonomis adalah menurunnya biaya produksi yang terjadi saat perusahaan memproduksi barang dengan jumlah yang lebih besar. Jika skala ekonomis terjadi, maka bisa dikatakan sebuah perusahaan telah berhasil berkembang, terbukti dengan meningkatnya unit produksi. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan yang bersangkutan.

Namun dampak terjadinya skala ekonomis ternyata tidak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, tetapi juga elemen masyarakat yang lainnya. Pemerintah, organisasi non-profit, hingga masyarakat secara individu bisa merasakan keuntungan dari skala ekonomis. Skala ekonomis adalah perwujudan dari prinsip efisiensi dalam ekonomi, sehingga semakin banyak unit yang diproduksi namun semakin rendah biaya yang dibutuhkan. Dengan demikian, konsumen bisa membeli barang dengan harga rendah dan terjadi peningkatan daya beli masyarakat yang memicu pertumbuhan ekonomi.

Tipe-tipe Skala Ekonomis

Ahli ekonomi Alfred Marshall membedakan dua jenis skala ekonomis, yaitu internal dan eksternal. Secara umum, skala ekonomis internal adalah semua faktor pendukung yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Sementara itu, skala ekonomis eksternal bergantung pada faktor-faktor eksternal seperti lokasi geografis, pemerintahan, hingga industri.

  • Skala Ekonomis Internal

Skala ekonomis biasanya hanya bisa diraih oleh perusahaan besar. Mereka biasanya membeli bahan baku dalam partai besar untuk mendapatkan harga yang murah. Dari harga murah tersebut, perusahaan bisa menghasilkan lebih banyak barang, dijual dengan harga rendah, namun tetap mendapat keuntungan.

Berikut ini adalah 5 jenis skala ekonomis internal yang ada.

    • Teknis

Skala ekonomi teknis adalah hasil dari efisiensi produksi itu sendiri. Biaya produksi akan meningkat sebanyak 70 hingga 90 perse setiap kali perusahaan menggandakan hasil produksi mereka. Perusahaan besar bisa melakukan produksi yang lebih efisien dengan memanfaatkan peralatan yang ada.

    • Kekuatan Monopsoni

Monopsony adalah keadaan saat pelaku usaha menjadi pembeli tunggal dari barang dan jasa dalam sebuah pasar komoditas. Dalam kondisi ini, perusahaan mampu membeli barang dalam jumlah besar hingga dapat mengurangi harga per unit-nya. Strategi ini banyak dilakukan oleh perusahaan ritel atau supermarket.

    • Manajerial Terspesialisasi

Skala ekonomis manajerial dapat diraih jika perusahaan mampu mempekerjakan spesialis dalam masing-masing bidang. Mereka hanya fokus pada keahlian mereka dan bekerja untuk memajukan perusahaan. Hal ini berlaku di semua lapisan manajemen, mulai dari sales hingga jajaran supervisor-nya. Para ahli yang sudah berpengalaman ini biasanya meminta gaji lebih tinggi, namun hasil kerjanya sangat memuaskan.

    • Finansial

Yang dimaksud dengan skala ekonomis finansial adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan harga modal yang lebih murah. Sebuah perusahana besar dibiayai oleh pasar modal dengan penawaran publik, dan perusahaan yang memiliki kredit tinggi bisa mendapatkan keuntungan dari suku bunga saham yang rendah.

    • Jaringan

Skala ekonomis yang satu ini biasanya terjadi dalam bisnis online. Dengan memanfaatkan internet sebagai infrastruktur utama, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menjaring konsumen baru dan semua keuntungan bisa diterima perusahaan secara utuh. Contohnya adalah marketplace online seperti Amazon, eBay, atau Tokopedia.

  • Skala ekonomis Eksternal

Skala ekonomis eksternal terdiri dari komponen-komponen yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, namun berdampak langsung bagi keberlangsungan bisnis mereka. Dari sekian banyak jenis skala ekonomis eksternal, peran pemerintah memegang pengaruh yang besar.

Misalnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah jelas menguntungkan bagi pelaku bisnis. Sebagai contoh, pembangunan jalan dan jembatan yang bisa memudahkan proses distribusi bahan baku atau produk siap jual yang bisa memangkas biaya mereka. Selain itu, saat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan pajak juga menguntungkan bagi perusahaan.

Namun sayangnya keuntungan ini hanya bisa dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar saja. Sementara itu, skala bisnis yang lebih kecil bisa memanfaatkan faktor geografis yaotu dengan mendirikan usaha atau memasarkannya di area-area yang dinilai strategis.

Mengapa Skala ekonomis Hanya Bisa Diraih Perusahaan Besar?

Seperti yang sudah disebutkan berulang kali, perusahaan besar memiliki peluang yang lebih besar dalam mencapai skala ekonomis. Mengapa demikian? Dimulai dari penjualan produk dengan harga rendah saja.

Perusahaan besar bisa menjual produk mereka dengan harga yang rendah karena mereka mampu membeli bahan baku dalam jumlah besar. Dana yang harus dikeluarkan memang lebih besar, namun jika dihitung dari biaya per unit jumlahnya lebih rendah. Hal ini secara otomatis memangkas ongkos produksi sehingga mereka bisa menjual harga produknya lebih murah dari para pesaing atau perusahaan kecil.

Berbeda dengan industri kecil yang hanya bisa membeli bahan baku dalam jumlah kecil dan memproduksi jumlah barang yang terbatas. Dalam ekonomi, semakin sedikit hasil produksi maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Ini berdampak pada harga jual yang tinggi untuk menutup biaya produksi sekaligus mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.

Namun bukan berarti pengusaha kecil dan menengah tidak bisa mencapai skala ekonomis mereka masing-masing. Misalnya usaha kedai kopi lokal bisa membuka gerai di kota-kota strategis dan mengembangkan usaha mereka di sana. Petani di pedesaan juga bisa meraih skala ekonomis jika mereka mampu membeli bibit tanaman atau pupuk dalam partai besar.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa ukuran perusahaan sangat berpengaruh pada pencapaian skala ekonomis.

Faktor Keberhasilan Skala ekonomis

Skala ekonomis berangkat dari konsep dasar yang dikemukakan Adam Smith tentang pembagian kerja atau division of labor dan spesialisasi. Menurut Smith, kedua faktor tersebut adalah kunci untuk meraih keuntungan yang besar dalam produksi. Spesialisasi membuat kerja para karyawan lebih fokus dan efisien, sehingga mereka juga bisa mengembangkan ketrampilan mereka dalam bidang yang dikuasai. Semakin meningkatnya kemampuan mereka berdampak pada waktu kerja yang lebih singkat dengan hasil yang lebih memuaskan.

Namun selain kedua hal tersebut, ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan skala ekonomis. Secara umum, inilah faktor-faktor tersebut.

  • Harga Bahan Baku

Harga bahan baku sangat menentukan tercapainya skala ekonomis. Hal ini bisa dicapai oleh perusahaan besar dengan mudah. Misalnya ketika McDonald’s membeli kentang untuk membuat French fries. Mereka bisa membeli dalam jumlah besar dan mendapatkan volume yang lebih besar juga. Dari pembelian ini mereka bisa memperoleh diskon, yang tentunya sangat menguntungkan untuk proses produksinya.

  • Input yang Mahal

Sebuah perusahaan terdiri dari banyak bagian di dalamnya seperti pemasaran, riset dan pengembangan, teknologi, peralatan, serta jajaran manajerial lainnya. Di antara semua aspek tersebut, mustahil perusahaan mengeluarkan biaya yang sama besarnya. Mereka harus memilih aspek mana yang lebih ditekankan dari yang lain, yang diproyeksi mampu mendatangkan keuntungan besar.

Misalnya perusahaan memilih untuk mengembangkan teknologi mereka dan mengalokasikan biaya besar pada input ini. Teknologi yang dikembangkan ini diharapkan mampu memproduksi barang dalam jumlah lebih besar dengan waktu yang lebih singkat sehingga angka produksi dan penjualan semakin meningkat

  • Spesialiasi Pekerjaan

Mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar bisa menjadi keputusan yang tidak efisien bagi perusahaan. Seiring dengan skala produksi yang semakin besar, perusahaan bisa memaksimalkan penggunaan mesin produksi untuk menghasilan lebih banyak barang. Sementara itu, mereka bisa memilih tenaga ahli yang terbatas namun kredibel di bidang maisng-masing. Efisiensi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencapai skala ekonomis.

  • Sistem yang Terorganisir

Dalam perusahaan besar, pembagian kerja lebih terorganisir dengan baik. Masing-masing orang memiliki tugas yang jelas dan tidak berbenturan dengan yang lain. Dengan demikian mereka bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal bagi pelanggan.

Misalnya seperti yang terjadi pada gerai-gerai fast food. Petugas yang melayani pembelian di tempat (dine in) berbeda dengan petugas di bagian take away atau drive thru. Pun demikian dengan loket yang harus didatangi konsumen. Pembagian kerja yang lebih terorganisir membuat pelanggan lebih nyaman dan akan memberikan kesetiaan mereka pada perusahaan tersebut.

  • Peningkatan Pembelajaran

Tidak hanya pembagian kerja yang semakin terorganisir, namun seiring berjalannya waktu perusahaan juga dapat belajar dari kegagalan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Hal ini akan berdampak pada efisiensi kegiatan ekonomi.

Skala Disekonomis

Jika skala ekonomis dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan sebuah perusahaan, maka kebalikannya disebut dengan skala disekonomis. Saat perusahaan terlalu mengejar skala ekonomi, mereka akan menemui masalah yang lebih besar dari berbagai aspek yang berbeda.

Misalnya, sebuah perusahaan besar memiliki proses pengambilan keputusan yang rumit dan lama sehingga menjadikan mereka tidak fleksibel. Terlebih bagi perusahaan global, mereka akan membutuhkan waktu dan proses yang lebih lama lagi. Belum lagi jika ada kesalahpahaman yang bisa menyebabkan masalah menjadi rumit. Hal ini jelas tidak efisien dari segi waktu sehingga menimbulkan biaya marjinal yang tidak perlu.

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah pendistribusian barang. Ketika perusahaan ingin mengembangkan sayapnya, mereka harus mampu menjangkau daerah-daerah baru. Ini bisa menimbulkan biaya yang tidak sedikit dan waktu pengiriman yang lebih lama. Pendistribusian ini akan memunculkan biaya baru bagi perusahaan yang dapat berujung pada skala disekonomis.

Bagaimana Cara Meraih Skala Ekonomis yang Maksimal?

Agar perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan dari skala ekonomis, mereka perlu memahami konsepnya secara lebih spesifik dan mendalam. Pada setiap keputusan yang diambil, perusahaan harus memperhitungkan dampaknya pada efisiensi mereka. Analisis dikakukan pada setiap faktor yang mungkin mempengaruhi sehingga mereka bisa menghindari terjadinya skala disekonomis.

Peningkatkan jumlah produksi dengan biaya yang semakin rendah juga bisa menimbulkan skala disekonomis pada aspek distribusinya. Jika pendistribusian tidak dilakukan secara efisien, maka biaya justru akan membengkak di sana.

Saat perusahaan mengambil keputusan strategis, mereka harus menyeimbangkan dampaknya pada berbagai faktor dan input dari skala ekonomis dan disekonomis. Namun prosesnya pun harus dilakukan secara efisien agar tidak memakan terlalu banyak waktu.

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa skala ekonomis adalah kondisi ideal yang ingin dicapai oleh perusahaan. Ketika mereka telah sampai di titik tersebut, maka dapat dikatakan bahwa bisnis telah berkembang dengan pesat dan mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Namun demikian, skala ekonomis harus selalu dikontrol agar tidak berlebihan dan justru berujung pada skala disekonomis, sebuah kondisi yang berbanding terbalik dengan skala ekonomis.

Selain itu, sumber dari pencapaian skala ekonomis ini beragam dan tidak sama pada setiap perusahaan. Faktor internal dan eksternal memiliki pengaruh yang sama besarnya terhadap keberhasilan bisnis yang sedang dijalankan. Sehingga perusahaan sebaiknya tidak fokus pada satu aspek saja dan mengabaikan aspek yang lain.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu economies of scale (skala ekonomis), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Ekonomi Dirigisme?
Apa itu Hukum Permintaan?
Persiapan untuk Usaha Kecil Menghadapi Resesi Ekonomi yang akan Datang
Ini Dia Cara Praktis Belajar Ekonomi yang Mudah, Efektif dan Efisien!
Strategi Menabung Sesuai dengan Kondisi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi, Pengertian dan Pengukurannya
Bagaimana Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi?
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?
Apa itu On Demand Economy?
Apa itu Sistem Ekonomi Pasar?


Bagikan Ke Teman Anda