Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Fraud Triangle?

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbuat jahat. Tak terkecuali juga cara untuk menipu. Penipuan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Pekerja juga bisa melakukan penipuan. Untuk mengungkap bagaimana penipuan itu dilakukan, para pakar mengeluarkan teorinya masing-masing. Salah satu yang cukup populer adalah fraud triangle. Pernahkah anda mendengarnya?

Pengertian Fraud Triangle

Fraud triangle bisa diartikan sebagai segitiga penipuan. Artinya sebuah skema kerja yang dirancang untuk menjelaskan alasan dibalik keputusan pekerja dalam melakukan penipuan di tempat kerja.

Disebut fraud triangle karena ternyata ada tiga buah tahap penting yang mempengaruhi seseorang dalam berbuat tindakan penipuan tersebut. Penipuan yang dimaksud terjadi di tempat kerja contohnya seperti korupsi, Penyalahgunaan aset kantor, salah kaji keuangan dan masih banyak lagi.

Tahap Fraud Triangle

Seperti dijelaskan di atas bahwa fraud triangle memiliki tiga buah tahapan yang mendasari seorang pekerja dalam melakukan fraud triangle, yakni sebagai berikut:

1. Tekanan atau pressure

Adanya faktor tekanan merupakan sebuah faktor awal yang membuat seseorang melakukan tindakan kriminal di tempat kerjanya. Tekanan ini biasanya datang dari individu yang memang sedang dilanda tekanan yang membuat dirinya tidak lagi mampu berpikir secara logika dalam menyelesaikan masalah keuangannya yang rumit.

Contoh tekanan yang memaksa seseorang berbuat fraud triangle misalnya:

  • Utang piutang
  • Kebiasaan berjudi
  • Untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya yang konsumtif
  • Kurangnya pendapatan yang diterima dari pihak perusahaan
  • Tidak sanggup membayar tagihan rumah, kendaraan ataupun kartu kredit
  • Biaya sekolah anak
  • Membantu kebutuhan orang tua
  • PHK
  • Perceraian
  • Terlibat masalah narkoba, minuman keras
  • Keluarga mengidap sakit keras

Biasanya dalam mengatasi situasi sulit, seseorang akan malu untuk mengakuinya dan tidak bisa untuk membuka dialog dengan orang lain yang barangkali sebenarnya mungkin dapat membantunya dalam memberi jalan keluar.

Kondisi yang dirasakan menghimpit ini, membuat seseorang akan berbuat nekad untuk dapat mengatasinya dengan memanfaatkan apa yang ada dihadapannya. Hal ini adalah jalan pintas untuk segera melunasi apa yang menjadi beban hidupnya saat ini.

2. Peluang atau kesempatan

Untuk dapat merealisasikan apa yang menjadi keinginannya dalam membayar segala kebutuhan hidup, maka sebuah peluang atau kesempatan yang ada di depan mata adalah hal yang tidak akan dia lepaskan. Cara seseorang dalam memanfaatkan peluang tentu berbeda-beda tergantung tingkat posisi dan kedudukannya dalam sebuah perusahaan.

Sebuah peluang akan hadir ketika seseorang mampu mengidentifikasi dan kemudian memanfaatkannya secara ilegal untuk memperoleh keuntungan pribadi. Contoh peluang dan kesempatan yang sering dilakukan seorang pekerja di perusahaan:

  • Seorang bagian keuangan dapat mengeluarkan cek terhadap vendor “siluman” yang sebenarnya tidak ada, untuk kemudian dia cairkan sendiri untuk dirinya.
  • Sebuah pihak vendor yang bekerja sama dengan bagian keuangan untuk menerima sejumlah uang yang jumlahnya tidak sesuai dengan yang tertera dalam cek perusahaan
  • Melakukan mark up pembelian dengan kwitansi palsu
  • Melakukan pencurian terhadap sejumlah aset perusahaan untuk kepentingan pribadi

Peluang dan kesempatan ini hadir karena adanya faktor kelalaian perusahaan, seperti berikut:

  • Kontrol internal perusahaan yang lemah
  • Seorang karyawan melakukan multi job desk. Biasanya dikarenakan perusahaan memang masih dalam skala kecil, sehingga satu orang karyawan harus melakukan beberapa tugas. Hal ini tentu menimbulkan kesempatan untuk berbuat curang. Misalnya seorang karyawan bertugas untuk menentukan proyek, lalu mencari pihak vendor, melakukan adu tawar, melakukan pembayaran, melakukan setoran. Semua dikerjakan oleh orang yang sama
  • Managemen perusahaan kurang mampu memantau pekerjaaan secara detail

Biasanya di akhir cerita, semua orang akan terkejut ketika menemukan kasus fraud triangle. Tersangka pada umumnya adalah orang yang paling dipercaya, orang yang mampu mengendalikan jalannya perusahaan, orang yang selama ini telah membesarkan nama perusahaan.

3. Rasionalisasi atau alibi pembenaran dari tindakan pidana penipuan

Rasionalisasi ini timbul biasanya dalam rangka pembelaan diri. Ada banyak alasan muncul ketika tersangka diajukan pertanyaan mengapa melakukan tindakan penipuan atau pencucian uang?

Contoh bentuk rasionalisasi yang biasa ditemukan di lapangan:

  • Perusahaan sudah banyak mengambil keuntungan yang berlimpah
  • Gaji yang tidak sesuai dengan keuntungan yang didapat pihak perusahaan
  • Ada alibi lain yang lebih halus yaitu dengan istilah tersangka akan mengembalikan semua keuntungan yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi di kemudian hari atau istilah lain dia hanya “meminjamnya” sementara waktu
  • Karyawan berpikir bahwa dia telah bekerja jauh lebih keras dari pihak pemilik perusahaan, sehingga wajar bila dialah yang seharusnya lebih banyak menikmati keuntungan yang didapat perusahaan
  • Merasa kecewa ketika tidak diikutsertakan dalam promosi jabatan
  • Menipu atau mencuri adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah, daripada harus kehilangan keluarga dan hal-hal yang berharga bagi dirinya, lebih baik mengorbankan perusahaan

Jenis-Jenis Fraud Triangle

Selain memiliki beberapa tahapan, fraud triangle juga memiliki beberapa jenis berdasarkan objek penipuanya, yakni:

  • Skimming, mencuri data elektronik keuangan perusahaan
  • Biaya penggantian reimbursement
  • Biaya pemeriksaan dan pemeliharaan asset
  • Biaya tagihan perusahaan
  • Korupsi
  • Penggajian karyawan
  • Pencairan keuangan
  • Penyalahgunaan sumber daya milik perusahaan
  • Pencurian laporan keuangan perusahaan

Fraud triangle ini biasanya dikaitkan dengan pihak internal dan eksternal. Pihak internal adalah orang dalam perusahaan yang berbuat curang dengan memanfaatkan kekayaan perusahaan untuk kepentingan diri sendiri secara ilegal. Sementara faktor eksternal adalah pihak-pihak vendor terkait yang menyediakan layanan dan jasa yang digunakan untuk operasional perusahaan.

Selain itu pula adanya kolusi bersama antara internal dan pihak eksternal yang sama-sama memiliki kepentingan di dalamnya. Pihak vendor yang berambisi untuk memenangkan tender sementara pihak internal yang memanfaatkan vendor dengan meluluskan tender. Lalu kemudian mendapat imbalan cek palsu yang tidak sesuai dengan yang diterima vendor.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang fraud triangle, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kartu Kredit di-Decline, Apa Sebabnya?
Langkah Awal Mengatasi Kartu Kredit Dibobol
Kartu Kredit Macet, Masuk Daftar Hitam BI (Bank Indonesia)
Kartu Kredit Hilang? Segera Lakukan Hal Dibawah ini!
Kasus Pembobolan Kartu Kredit
Tip Mengatasi Kartu Kredit Macet
Kartu Kredit Hilang
Cara Menghindari Kartu Kredit Dibobol
Apa itu Finarya? Apa Produknya?
Apa Penghasilan Reksadana Objek Pajak?


Bagikan Ke Teman Anda