Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Fundamental Ekonomi?

Fundamental adalah dasar yang secara umum merujuk kepada Prinsip yang harus mengandung kebenaran dan berdasarkan realitas. Analisis ekonomi menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam model teknik fundamental ekonomi.

Analisis fundamental berhubungan dengan analisis pasar modal sesuai dengan fundamental ekonomi suatu perusahaan. Fundamental ekonomi memiliki dua dalil utama untuk mencapai kesejahteraan ekonomi. Hal ini juga menjadi faktor utama dalam pembangunan ekonomi agar pendapatan total dan pendapatan perkapita meningkat.

Definisi Fundamental

Sebelum memahami lebih lanjut tentang fundamental ekonomi, maka pahami dulu tentang arti fundamental. Fundamental ialah dasar, asasi, sesuatu yang sangat penting, prinsip, dan hal pokok yang dijadikan pedoman atau dasar di dalam hal-hal tertentu. Jadi,  fundamental adalah berbagai hal, kegiatan, dan prinsip-prinsip yang sangat penting dan memengaruhi sifat dasar yang menjadi elemen terpenting dalam berbagai bidang.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, fundamental berarti sesuatu yang mendasar (pokok/prinsip) dari suatu hal. Definisi fundamental yang merujuk pada prinsip adalah pernyataan yang memiliki kebenaran umum atau dasar realitas. Istilah “fundamental” banyak digunakan dalam bidang ekonomi, keuangan, bisnis, dan sosiologi sehingga pengertian fundamental mungkin berbeda-beda sesuai dengan bidang-bidang tersebut.

Definisi Fundamental Ekonomi

Fundamental ekonomi artinya segala hal yang menjadi elemen penting dan mendasar dalam aktivitas ekonomi. Beberapa hal tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit anggaran, defisit anggaran berjalan, dan lain-lain. Dalam perekonomian juga ada istilah analisis fundamental, yaitu metode analisis yang dipakai oleh para pelaku ekonomi di pasar modal berdasarkan dasar-dasar ekonomi suatu perusahaan. Analisis fundamental ini merujuk pada berbagai informasi tentang ekonomi seperti kondisi industri, kondisi perusahaan secara keseluruhan, dan kondisi perekonomian di suatu negara.

Beberapa faktor fundamental yang harus selalu diperhatikan dalam kegiatan ekonomi dan bisnis antara lain nilai instrinsik, nilai pasar, Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), Book Value (BV), Debt Equity Ratio (DER), Devident Earning, Price Earning Ratio (PER), Devident Payout Ratio (DPR), Devident Yield, dan Likuiditas Saham.

Fundamental Ekonomi Indonesia

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Indonesia mempunyai fundamental ekonomi yang kuat. Tekanan yang terjadi di pasar keuangan hanyalah fenomena sementara sebagai akibat dari rebalancing portfolio dari global investor. OJK bersama Bank Indonesia (BI) dan pemerintah senantiasa berkoordinasi untuk memutuskan berbagai kebijakan dalam koridor kewenangan masing-masing untuk meredam gejolak ini.

OJK memiliki kebijakan untuk mendukung program strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dengan berbagai inisiatif pengembangan di pasar modal.  Pembangunan infrastruktur ini penting bagi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi, mengurangi jumlah pengangguran, serta mendorong konektivitas dan kegiatan ekonomi di daerah sekitarnya.

Pemerintah Indonesia senantiasa menerapkan reformasi struktural dengan mengalihkan subsidi bahan bakar ke pembangunan infrastruktur dan program jaminan sosial. Demi pembiayaan pembangunan infrastruktur yang optimal, pengembangan pasar modal menjadi penting sebagai penyedia alternatif pembiayaan jangka panjang. Namun, beberapa alternatif program pembiayaan juga didukung oleh OJK.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, kondisi fundamental ekonomi makro Indonesia selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK tergolong cukup kuat dan sehat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2014 hingga 2017 mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Faktor yang membuat perekonomian membaik adalah jumlah orang miskin berkurang hingga 9,82%. Rasio gini juga mulai membaik selama 7 hingga 8 tahun terakhir, yaitu mencapai 0,389. Jumlah pengangguran juga berkurang secara konsisten hingga 5,13%.

Tingkat inflasi pada tahun yang sama juga bisa dikendalikan. Sebelumnya, inflasi mencapai double digit, sedangkan dalam periode tersebut kinerjanya jauh lebih stabil, yaitu mencapai 3,5% saja. Kinerja fiskal semakin menguat setelah melemah pada 2 hingga 3 tahun silam. Penguatan ini bisa dilihat dari kegiatan ekonomi sektor riil. Selain itu, berdasarkan indeks ketahanan pangan, Indonesia mencapai indeks yang terbilang, yaitu elektabilitasi yang mencapai  97,50%. Namun, indeks ketahanan pangan Indonesia tetap masih kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Pemerintah Jokowi-JK telah mampu menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Supply berhubungan dengan pembangunan infrastruktur, sedangkan demand dalam hal moneter dan fiskal. Manfaat menjaga supply dan demand tetap seimbang adalah Indonesia siap melakukan transformasi ekonomi tanpa harus memindahkan sumber daya manusia dari sektor pertanian ke sektor industri.

Pembangunan Fundamental Ekonomi

Fundamental ekonomi harus selalu didorong dan diarahkan untuk berkembang dengan cara sebagai berikut.

  1. Memajukan variabilitas instrumen pembiayaan pasar modal seperti sekuritisasi, obligasi perpetual, greenbonds, obligasi daerah, dan blended finance.
  2. Membuat proses penerbitan di pasar modal lebih mudah.
  3. Menerapkan beberapa kebijakan yang mendukung pasar modal seperti pengembangan instrumen dan pasar hedging.
  4. Berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan tentang kebijakan yang berhubungan dengan insentif pajak bagi produk pasar modal.
  5. Basis investor domestic diperluas dan peran lembaga keuangan nonbank dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur termasuk melalui pasar modal juga diperkuat.

Indonesia mempunyai banyak outlet atau lahan bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kelebihan yang ditawarkan kepada para investor asing dan lokal adalah fundamental ekonomi yang kuat, keuntungan (profit) yang lebih baik, dan risiko yang selalu terkendali. Dengan banyaknya keunggulan yang ditawarkan, kondisi ini diharapkan semakin membuat kondisi fundamental ekonomi Indonesia semakin kokoh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kondisi perekonomian dunia.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu fundamental ekonomi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ongkos Ekonomi Menggunakan Jet Pribadi
Sistem Ekonomi di Jaman Pra Sejarah
Apa itu Economies of Scale (Skala Ekonomis)?
Ini Dia Cara Praktis Belajar Ekonomi yang Mudah, Efektif dan Efisien!
Apa itu Gig Economy?
Apa itu Defisit Transaksi Berjalan? Penyebab & Dampak Defisit Transaksi Berjalan
Mengapa Belajar Ekonomi Penting?
Ada Apa dengan Krisis Ekonomi di Turki?
Bagaimana Bersiap Menghadapi Krisis Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi, Pengertian dan Pengukurannya


Bagikan Ke Teman Anda