Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Kebutuhan Sekunder? Berikut Contoh dari Kebutuhan Sekunder yang Sifatnya Subyektif

Manusia memiliki berbagai kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Ada tiga jenis kebutuhan dalam hidup manusia yang telah kita ketahui, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih lanjut mengenai kebutuhan sekunder dalam kehidupan manusia.

Apa Itu Kebutuhan Sekunder?

Berdasarkan urutan kebutuhan yang dimiliki oleh manusia, kebutuhan sekunder menduduki peringkat kedua setelah kebutuhan primer. Kebutuhan primer sendiri adalah kebutuhan yang sangat mendasar yang harus dipenuhi, yang kalau tidak dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Yang termasuk sebagai kebutuhan primer manusia adalah pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal).

Sedangkan kebutuhan sekunder perlu dipenuhi setelah kebutuhan primer manusia tersebut telah terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder memang tidak sampai mengancam kelangsungan hidup, namun jika tidak dipenuhi dapat mengganggu kegiatan sehari-hari yang dilakukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa meskipun bukan merupakan kebutuhan mendesak, namun kebutuhan sekunder tetap penting untuk dipenuhi oleh manusia. Kebutuhan sekunder ini sifatnya subyektif, tiap orang bisa beda kebutuhannya.

Menentukan Kebutuhan Sekunder

Berbeda dengan kebutuhan primer yang hampir sama pada setiap manusia, kebutuhan sekunder bisa saja beragam pada masing-masing individu. Hal ini karena kebutuhan primer merupakan kebutuhan paling dasar untuk menjalani hidup sebagai manusia, sedangkan kebutuhan sekunder terbentuk berdasarkan berbagai faktor. Berikut adalah beberapa hal yang dapat membentuk kebutuhan sekunder seseorang:

1. Lingkungan

Lingkungan adalah salah satu faktor yang menentukan kebutuhan sekunder seseorang, dimana lingkungan yang berbeda bisa memunculkan kebutuhan yang berbeda juga. Misalkan saja bagi seseorang yang tinggal di lingkungan yang panas memiliki kebutuhan yang besar terhadap kipas angin atau AC, dan membuat kedua barang itu menjadi kebutuhan sekunder. Mereka mungkin akan sulit tidur di malam hari karena terlalu panas, sehingga ketiadaan kedua barang itu jadi mengganggu kegiatan atau kehidupan mereka.

2. Perkembangan Jaman

Salah satu jenis barang yang statusnya berubah dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan sekunder seiring dengan berkembangnya jaman adalah barang elektronik dan komunikasi, seperti ponsel dan komputer. Lima belas tahun yang lalu, ponsel masih menjadi barang mewah yang hanya dapat dimiliki oleh orang-orang kaya saja. Sedangkan sekarang hampir semua orang memiliki ponsel karena menjadi alat komunikasi yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Agama

Faktor penting yang juga menentukan terbentuknya kebutuhan sekunder individu adalah agama yang dianutnya. Misalnya bagi kaum Muslim, mereka diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat sehingga peralatan shalat seperti mukena dan sarung menjadi kebutuhan sekunder. Atau bagi umat Kristiani akan menjadikan pohon natal atau memberikan hadiah natal sebagai kebutuhan sekunder yang perlu dipenuhi.

4. Adat Istiadat

Adat istiadat, atau lebih kepada kebiasaan yang berlaku pada suatu masyarakat, juga memegang peranan penting dalam membentuk status kebutuhan sekunder. Bagi masyarakat atau keluarga yang memiliki kebiasaan untuk selalu berkumpul pada waktu-waktu tertentu, kegiatan pulang kampung menjadi kebutuhan sekunder yang harus dipenuhi. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut akan memilih untuk memenuhi kebutuhan yang lain, dan menjalin hubungan melalui alat komunikasi yang ada saat ini.

Mengatur Keuangan Untuk Memenuhi Kebutuhan Sekunder

Meskipun kebutuhan sekunder penting untuk dipenuhi agar kehidupan manusia tetap terjaga dengan baik, tetap saja perlu dilakukan pengaturan dalam keuangan. Kalau kita hanya mengeluarkan uang dengan alasan memenuhi kebutuhan sekunder, pada akhirnya hal itu hanya akan mengacaukan kondisi keuangan kita. Berikut adalah beberapa hal yang dapat diterapkan dalam mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan sekunder:

1. Membuat List Kebutuhan Sekunder

Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menentukan dan membuat list apa saja yang termasuk ke dalam kebutuhan sekunder kita. Kita dapat membuatnya dengan mengacu kepada faktor-faktor yang telah dijelaskan diatas, atau dengan panduan bahwa ketiadaan hal tersebut akan mengganggu kehidupan kita. Jadi kalau hidup kita masih dapat berjalan dengan baik dan kegiatan sehari-hari tetap lancar tanpa adanya hal tersebut, berarti hal itu bisa jadi bukan kebutuhan sekunder.

2. Memenuhi Skala Prioritas

Meskipun memenuhi kebutuhan sekunder memang penting untuk dilakukan, namun jangan sampai kebutuhan sekunder didahulukan atas kebutuhan primer. Ingatlah bahwa bagaimanapun juga kebutuhan primer adalah hal yang sangat mendasar untuk dipenuhi, jadi dahulukan kebutuhan tersebut. Baru ketika kita telah berhasil memenuhinya, kita dapat berusaha untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang dimiliki.

3. Menabung dan Menabung

Tidak ada cara mengatur keuangan yang baik tanpa adanya langkah untuk menabung dengan rutin dan disiplin. Masih banyak orang yang salah kaprah dalam soal menabung, dimana mereka menabung dengan uang yang tersisa setelah membelikan semua kebutuhannya. Menabung yang baik dilakukan dengan menyisihkan sejumlah uang di awal mendapatkan penghasilan, baru kemudian membelanjakan sisanya untuk membeli yang dibutuhkan.

4. Belanja dengan Efektif

Bukan berarti karena harus dipenuhi, kebutuhan sekunder dapat dibeli tanpa mempertimbangkan berbagai hal. Memilih dan membeli dengan efektif tetap harus diterapkan dalam memenuhi kebutuhan sekunder sekalipun, seperti melakukan perbandingan harga. Penting juga memilih produk yang berkualitas agar lebih awet dan tidak membuat kita sering membeli lagi di kemudian hari.

Demikianlah pembahasan mengenai kebutuhan sekunder yang penting untuk dipenuhi dalam kehidupan kita sehari-hari. Perlu untuk diingat bahwa apapun kebutuhan sekunder yang kita miliki, tetap harus dilakukan pengaturan keuangan yang baik. Dengan begitu, kebutuhan kita dapat terpenuhi dan keuangan pun tetap dalam kondisi aman. Semoga informasi ini bermanfaat!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kebutuhan sekunder dan contoh dari kebutuhan sekunder yang sifatnya subyektif.



Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Apa Itu Kebutuhan Primer?
Kebutuhan yang Seharusnya Harganya Tidak Sampai 1 Juta
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda