Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Price Discrimination (Diskriminasi Harga)

Dalam berbisnis, strategi penetapan harga yang tepat akan berpengaruh pada penjualan produk secara langsung. Ada banyak jenis model yang bisa dipilih, salah satunya adalah diskriminasi harga.

Diskriminasi harga adalah strategi mikroekonomi yang banyak dijalankan oleh para produsen. Dalam diskriminasi harga, sebuah produk dijual dengan harga yang berbeda, di pasar yang berbeda. Jadi untuk satu produk yang sama, dua orang pembeli bisa mendapatkan harga berbeda.

Tipe-tipe Diskriminasi Harga

Ada 3 jenis diskriminasi harga yang sering ditemukan di pasaran, antara lain:

  1. Diskriminasi Harga Tingkat I

Pada model ini, penjual memasang harga tertinggi pada pelanggan, sesuai dengan jumlah yang sanggup mereka bayar.

  1. Diskriminasi Harga Tingkat II

Dalam tipe diskriminasi harga ini, pelanggan dikenai biaya yang berbeda, tergantung pada kuantitas tertentu. Misalnya:

    • Tarif telepon semakin menurun setelah 10 menit waktu berbicara.
    • Tarif listrik tergantung pada besaran daya dan konsumsi harian.
    • Diskon atau poin yang diberikan oleh pengguna kartu yang memenuhi syarat tertentu.
  1. Diskriminasi Harga Tingkat III (Diskriminasi Harga Kelompok)

Para pelanggan dikelompokkan berdasarkan atribut tertentu, misalnya latar belakang sosial dan ekonomi. Tipe ini adalah yang paling umum ditemukan di masyarakat. Contohnya sebagai berikut:

    • Diskon untuk murid sekolah, mahasiswa, atau karyawan.
    • Harga paket wisata di peak season dan off-peak season.
    • Harga spesial restoran saat jam makan siang.

Keuntungan Diskriminasi Harga

Hampir semua pelaku bisnis memberlakukan diskriminasi harga untuk meningkatkan penjualan dan memperbesar keuntungan mereka. Bagi produsen, inilah keuntungan diskriminasi harga yang bisa didapatkan.

  • Peningkatan Pendapatan

Diskriminasi perusahaan memiliki dua sisi yang berbeda. Bagi beberapa perusahaan, mereka masih tetap bertahan (meski tidak mendapatkan keuntungan besar). Namun bagi beberapa perusahan lain, diskriminasi harga bisa saja merugikan mereka. Perusahaan transportasi adalah contoh yang bisa mendapatkan keuntungan dengan diskriminasi harga.

  • Peningkatan Layanan Konsumen

Jika diskriminasi harga bisa memberikan penambahan signifikan pada pendapatan perusahaan, mereka juga bisa meningkatkan layanan pada konsumen. Caranya dengan menggunakan hasil dari diskriminasi harga untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

  • Memberikan Keuntungan pada Konsumen

Tidak hanya bagi produsen, diskriminasi harga juga menguntungkan konsumen. Misalnya harga spesial yang diberikan untuk lansia. Umumnya pendapatan lansia lebih rendah dari pekerja aktif, sehingga mereka sangat terbantu dengan harga yang murah.

  • Mengelola Permintaan Konsumen

Perusahaan bisa melakukan pemerataan permintaan konsumen melalui diskriminasi harga. Misalnya dengan memberikan harga murah untuk tiket transportasi di pagi hari. Dengan demikian, secara tidak langsung perusahaan mendorong konsumen untuk bepergian di pagi hari agar mendapatkan harga murah. Hal ini bisa diterapkan untuk menghindari membeludaknya permintaan konsumen di siang atau malam hari.

Kerugian Diskriminasi Harga

Selain keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan di atas, diskriminasi harga juga bisa merugikan perusahaan dan konsumen.

  • Harga Terlalu Tinggi untuk Beberapa Orang

Jika ada konsumen yang merasa diuntungkan karena harga yang lebih rendah, tentu ada juga yang merasa dirugikan karena harus membayar lebih tinggi. Misalnya untuk konsumen yang harus membeli tiket pesawat di jam-jam sibuk, dimana harganya jauh lebih tinggi dibandingkan jam biasa. Hal ini bisa menyebabkan diskriminasi harga menjadi tidak efisien.

  • Surplus Konsumen Menurun

Adanya diskriminasi harga membuat surplus konsumen menurun dan menyebabkan kesenjangan yang semakin besar di masyarakat. Ini bisa terjadi jika perusahaan menerapkan diskriminasi harga tingkat pertama.

  • Ketidakadilan bagi Konsumen

Meski diskriminasi harga diterapkan berdasarkan kelompok sosial tertentu, konsumen masih bisa merasakan ketidakadilan. Misalnya saja orang dewasa dan lansia yang harus membayar dengan harga berbeda. Bisa jadi orang dewasa yang membayar lebih mahal adalah pengangguran, sementara lansia yang mendapatkan harga murah sangat kaya raya.

  • Biaya Administratif

Dalam penerapan diskriminasi harga, dimana konsumen dibagi ke dalam beberapa kelompok, diperlukan biaya yang besar. Biaya administratif yang dikeluarkan perusahaan bisa berdampak pada peningkatan harga produk.

Penerapan Diskriminasi Harga

Diskriminasi harga diterapkan oleh banyak industri dan perusahaan. Beberapa contoh penerapan diskriminasi harga adalah sebagai berikut:

  • Industri Transportasi

Transportasi adalah industri terbesar yang menerapkan diskriminasi harga. Semua jenis transportasi, mulai dari darat, laut, dan udara memberlakukan harga yang berbeda-beda. Perbedaan harga didasarkan pada berbagai hal, seperti kelas, waktu bepergian, hingga usia. Ada pula perusahaan transportasi yang membedakan harga berdasarkan waktu pembelian tiket. Misalnya tiket kereta api yang dijual jauh lebih murah pada 2 jam sebelum keberangkatan, untuk rute-rute tertentu.

  • Harga Retail

Produsen bisa menjual produk mereka pada satu perusahaan retail yang sama di beberapa wilayah sekaligus. Perbedaan harga hanya didasarkan pada berapa banyak jumlah produk yang dibeli di wilayah tersebut.

  • Kupon

Pemberian kupon adalah cara produsen untuk membedakan mana konsumen mereka yang sensitif harga dan tidak sensitif harga. Konsumen yang rela mengumpulkan kupon demi kupon adalah mereka yang sensitif terhadap harga. Dengan demikian, produsen bisa menarik harga lebih tinggi pada konsumen yang tidak sensitif harga, alias tidak memiliki banyak kupon diskon.

  • Harga Premium

Harga premium yang diterapkan pada sebuah produk berarti produsen mengeluarkan biaya marginal lebih besar untuk produk tersebut dibandingkan dengan produk lain. Misalnya untuk sebuah harga kopi. Kopi “biasa” diberi harga standar, sementara kopi dengan label “premium” dijual dengan harga berkali-kali lipat dari kopi biasa.

Model diskriminasi harga seperti ini sama seperti yang diterapkan untuk harga tiket pesawat dan minuman beralkohol premium. Penerapan diskriminasi harga ini bisa memberikan insentif tidak terduga bagi produsen, yaitu para konsumen yang rela membeli produk “premium” dan membayar dengan harga yang lebih mahal.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu price discrimination (diskriminasi harga), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



5 Kesalahan yang Dapat “Membunuh” Bisnis
Apa itu Paper Millionaire? Definisi Paper Millionare?
Apa itu Hipotek? Definisi Hipotek
Apa itu Bancassurance? Definisi Bancassurance
Bisnis Anda Mendapat Respon Negatif di Medsos? Ini yang Harus Anda Lakukan
Kebutuhan yang Seharusnya Harganya Tidak Sampai 1 Juta
Apa itu Capital Loss? Definisi Capital Loss
Definisi Cost Plus Pricing (Strategi Penetapan Harga Biaya Plus)
Definisi Credit Baloon/Kredit Baloon/Kredit Balon/Ballon Payment
Untung Rugi Membeli Franchise


Bagikan Ke Teman Anda