Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Return on Equity (ROE)?

Return on Equity merupakan salah satu istilah yang tidak asing di dunia bisnis, khususnya di telinga para investor. Return on Equity, atau ROE, merupakan salah satu indikator yang kerap digunakan para investor dalam pengambilan keputusan bisnisnya.

ROE merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi para investor atau pemilik dari investasi pemegang saham perusahaan dengan menggunakan modal sendiri. ROE biasanya diukur dalam ukuran persen (%). Semakin nilai ROE mendekati 100%, maka akan semakin bagus. ROE yang bernilai 100% menandakan bahwa setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham, dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih perusahaan.

Penghitungan nilai ROE didasarkan pada rumus:

(Laba bersih / Ekuitas) × 100%

Dalam perhitungan ROE, digunakan dua piranti besar dalam sebuah perusahaan, yaitu laba bersih dan ekuitas. Ikatan Akuntan Indonesia menyebutkan bahwa laba bersih perusahaan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Selain itu, laba bersih juga berguna untuk menjadi dasar ukur indikator penting lainnya seperti ROE atau earning per share. Sedangkan ekuitas adalah jumlah modal perusahaan yang dapat digunakan sebagai gambaran hak kepemilikan seseorang atas aset perusahaan. Elemen pembenuk ekuitas adalah modal disetor, laba tidak dibagi, modal penilaian kembali, modal sumbangan, dan modal lain-lain.

Untuk mempermudah pemahaman, terdapat satu contoh di bawah ini untuk menghitung besarnya ROE perusahaan.

Contoh Perhitungan

Laporan keuangan PT. ABC Sejahtera yang tertulis pada tanggal 31 Desember 2018 menunjukkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang industri kain katun tersebut mampu menghasilkan laba bersih sebesar 1 miliar rupiah. Ekuitas rata-rata pemegang saham perusahaan tersebut adalah Rp 625.000.000. Berapa nilai ROE dari perusahaan tersebut?

Jawab:

ROE = (Laba bersih / Ekuitas) × 100%

ROE = (1.000.000.000 / 625.000.000) × 100%

ROE = 160%

Interpretasi:

Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai ROE sebesar 160%, yang mana mendekati, bahkan melebihi nilai 100%. Hal ini dapat diartikan bahwa tiap 1 rupiah dari ekuitas pemegang saham, perusahaan dapat mengolahnya menjadi 1,6 rupiah laba bersih perusahaan. hal ini tentu menandakan bahwa PT. ABC Sejahtera merupakan perusahaan yang efektif dan efisien dalam menghasilkan laba, sehingga sangat disarankan bagi para investor untuk berinvestasi di PT. ABC Sejahtera.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ROE sangat berguna bagi para investor sebagai salah satu indikator untuk menentukan kelayakan suatu investasi. Jika nilai ROE bagus, yaitu mendekati 100%, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan bisa dikatakan efektif dan efisien dalam menghasilkan pendapatan. Sebaliknya, jika nilai ROE mendekati angka 0%, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tidak cukup mampu untuk mengelola modalnya sehingga tidak bisa efektif dan efisien dalam menghasilkan pendapatan.

Cara menggunakan angka ROE sebagai analisis investasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Pertama, dengan cara melihat  nilai ROE perusahaan selama 5 hingga 10 tahun terakhir. Hal ini berguna untuk mengetahui rekam jejak dari kredibilitas perusahaan. jika selama 5 hingga 10 tahun terakhir nilai ROE perusahaan selalu mendekati 100%, hal ini menandakan bahwa perusahaan secara konstan dapat mengelola modalnya dengan baik sehingga secara efektif dan efisien dapat menghasilkan pendapatan.

Perusahaan yang memiliki niai ROE seperti itu tentu merupakan perusahaan yang cocok untuk dijadikan penanaman modal bagi investor. Namun jika nilai ROE fluktuatif, lebih baik para investor menghindari menanam modal di perusahaan tersebut, walaupun pada tahun terakhir nilai ROE sangat tinggi. Hal ini menandakan walaupun pada periode terakhir perusahaan dapat dikatakan menjanjikan, namun perusahaan tersebut masih labil dan belum bisa konsisten dalam mengelola modal perusahaan.

Kedua, dengan membandingkan nilai ROE dengan perusahaan lain yang memiliki skala industri yang sama. Dalam membandingkan ROE antar perusahaan, yang perlu diingat adalah perbandingan nilai ROE harus dilakukan antar perusahaan yang memiliki skala industri yang sama. Perusahaan dengan industri besar tentunya memiliki jumlah modal yang besar, dan umumnya dapat menghasilkan laba yang besar pula. Hal ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan perusahaan yang berskala kecil yang memiliki modal kecil pula.

Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, tentu sangat jelas bahwa ROE merupakan satu indikator yang penting bagi perusahaan. Semakin baik nilai ROE, maka investor akan semakin bersemangat untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus pintar-pintar dalam meningkatkan ROE-nya. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar ROE suatu perusahaan dapat meningkat, seperti yang disampaikan oleh Arthur, Scott, dan Martin (2002):

  1. Meningkatkan penjualan tanpa adanya peningkatan beban dan biaya secara operasional. Dengan kata lain, perusahaan harus meningkatkan efisiensi penjualan. Meningkatkan efisiensi penjualan dapat dilakuakn dengan cara memasang iklan-iklan atau memperlancar distribusi produk dari perusahaan.
  2. Mengurangi harga pokok penjualan, atau beban operasi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyortir alat-alat perusahaan dan mengganti atau memperbaiki peralatan yang telah rusak. Dengan begitu, beban operasi perusahaan akan sedikit banyak berkurang.
  3. Meningkatkan penjualan secara relatif atas dasar nilai aktiva. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan penjualan atau mengurangi jumlah investasi pada aktiva perusahaan.
  4. Meningkatkan penggunaan utang relatif terhadap ekuitas. Peningkatan ini dilakukan sampai titik dimana tidak membahayakan kesejahteraan keuangan perusahaan.

ROE merupakan salah satu indikator yang sangat berguna bagi para investor, namun sayangnya indikator ini memiliki kekurangan. Kekurangan dari indikator ini adalah hanya menggunakan jumlah laba bersih dan ekuitas, namun mengabaikan jumlah utang perusahaan dalam perhitungannya. Padahal jumlah utang juga merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat efektivitas suatu perusahaan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu return on equity (ROE), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Debt to Equity Ratio?
Apa Itu Rasio Likuiditas? Definisi Rasio Likuiditas
Apa itu Fiscal Quarter? Definisi Fiscal Quarter
Apa itu Aktiva? Definisi Aktiva
Apa itu Price to Book Value?
Apa itu Rasio Leverage? Definisi Leverage Ratio
Apa itu EBITDA?
Apa itu Utang Beban?
Apa itu Rasio Profit Margin?
Prinsip Dasar Akuntansi


Bagikan Ke Teman Anda