Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Sharpe Ratio? Definisi Sharpe Ratio

Istilah sharpe ratio sebenarnya bukan istilah asing dalam dunia finansial. Istilah ini adalah istilah yang terdapat dalam dunia investasi. Dalam dunia investasi, seorang investor tentu ingin tahu sejauh mana suatu investasi bisa dikatakan menguntungkan, dilihat dari segi tingkat pengembaliannya. Indikator tersebut bisa diukur dengan sharpe ratio.

Sharpe ratio adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kelebihan pengembalian, atau premi risiko, per unit deviasi dalam aset investasi atau strategi perdagangan. Ukuran tersebut digunakan untuk memeriksa kinerja investasi dengan menyesuaikan risikonya. Sharpe ratio memiliki istilah lain, yaitu sharpe index, sharpe measure, dan reward-to-variability ratio.

Rumus Perhitungan

Perhitungan sharpe ratio didasari pada rumus perhitungan di bawah ini:

Sharpe Ratio = (Rp – Rf ) / σp

Dimana:

Rp = Return of portofolio

Rf = Risk – free rate

σp= Standard deviation of the portofolio’s excess return

Hasil yang diharapkan untuk didapatkan adalah bahwa nilai dari sharpe ratio menghasilkan nilai yang tinggi. Semakin tinggi nilai sharpe ratio, maka semakin baik kinerja investasi dibanding dengan resikonya. Dengan kata lain, jika terdapat dua jenis investasi dengan tingkat risiko yang sama, maka pilihlah investasi yang memiliki nilai sharpe ratio yang lebih tinggi. Di sisi lain, sharpe ratio juga bisa memiliki nilai negatif. Nilai sharpe ratio negatif menandakan bahwa tingkat risiko bebas lebih besar dibanding dengan tingkat pengembalian portofolio. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh investor.

Sementara itu, jika terdapat dua portofolio investasi yang memiliki nilai pengembalian dan tingkat risiko bebas yang sama, maka portofolio yang memiliki standar deviasi atau volatilitas yang tinggi akan menghasilkan nilai sharpe ratio yang lebih rendah. Sehingga, hubungan antara nilai sharpe ratio dengan volatilitas adalah negatif, yang mana berarti bahwa semakin tinggi nilai volatilitas, maka semakin rendah nilai sharpe ratio, begitupun sebaliknya.

Contoh Perhitungan

Seorang investor ingin menambah alokasi dana ke dalam portofolio yang memiliki tingkat pengembalian portofolio sebanyak 15%. Sementara itu, tingkat bebas risiko saat ini adalah 3,5% dan volatilitas pengembalian portofolio adalah sebesar 12%. Berapa nilai sharpe ratio dari portofolio tersebut?

Jawab:

Sharpe ratio = ( 15% – 3,5%) / 12% = 95,8%

Jadi, nilai sharpe ratio dari portofolio tersebut adalah sebesar 95,8%.

Kegunaan Sharpe Ratio

Selain sebagai pengukur kinerja portofolio investasi, sharpe ratio masih memiliki kegunaan-kegunaan lain. Kegunaan-kegunaan tersebut diantaranya:

  1. Sharpe ratio merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian investasi yang disesuaikan dengan risiko.
  2. Sharpe ratio berguna untuk mengevaluasi kinerja portofolio sebelumnya.
  3. Sharpe ratio dapat membantu menjelaskan apakah kelebihan pengembalian portofolio disebabkan oleh keputusan investasi yang tepat atau akibat dari terlalu banyak risiko.
  4. Sharpe ratio sering digunakan untuk membandingkan perubahan karakteristik pengembalian risiko secara keseluruhan ketika aset baru atau kelas aset ditambahkan ke portofolio.

Kelebihan dan Kelemahan Sharpe Ratio

Dalam pekembangannya, indikator sharpe ratio telah banyak diuji secara statistik. Beberapa peneliti seperti Jobson, Korkie, Gibblons, Ross & Shanken telah melakukan penelitian secara statistik terhadap indikator sharpe ratio. Meskipun begitu, indikator sharpe ratio tetap memiliki berbagai kelebihan dan kelemahan.

Saat penghitungan sharpe ratio menghasilkan nilai negatif, di situlah masalah terjadi. Nilai sharpe ratio yang bernilai negatif sulit untuk ditafsirkan. Saat faktor-faktor lain dianggap konstan, seorang investor pasti ingin meningkatkan tingkat pengembalian portofolio dan mengurangi tingkat volatilitas. Namun, nilai sharpe ratio yang bernilai negatif  sharpe ratio bukanlah alat analisis yang memiliki banyak makna.

Selain itu, indikator sharpe ratio memiliki asumsi bahwa pengembalian aset memiliki distribusi normal. Sayangnya, asumsi ini pada kenyataannya sangat sulit untuk dipenuhi. Ada beberapa permasalahan yang menghalangi pengembalian aset untuk tidak memiliki distribusi normal. Masalah-masalah tersebut adalah pada bentuk kurva distribusi yang justru bermasalah pada kurtosis dan kemiringan atau skewness. Karena asumsi distribusi normal tersebut sulit terpenuhi, efeknya adalah hasil dari perhitungan menjadi kurang tepat.

Satu kekurangan lain yang terdapat pada sharpe ratio adalah terletak pada salah satu variabel dalam formula perhitungannya. Variabel tersebut adalah variabel standar deviasi, atau volatilitas. Pada hakikatnya, standar deviasi memperhitungkan baik positif maupun negatif deviasi dari rata-rata. Oleh karena itu, standar deviasi tidak bisa secara akurat mengukur risiko penurunan. Akibatnya, standar deviasi sebenarnya merupakan variabel yang sangat berisiko dalam formula perhitungan sharpe ratio.

Berkaitan dengan standar deviasi, sharpe ratio juga memiliki  kekurangan lain yang cukup merugikan sebagian pihak. Nilai sharpe ratio bisa dimanipulasi. Nila sharpe ratio bisa diperbesar dengan cara memilih periode yang lebih panjang. Periode yang lebih panjang akan menghasilkan nilai standar deviasi yang rendah, sehingga nilai sharpe ratio bisa menjadi lebih tinggi.

Kekurangan lain dari indikator sharpe ratio adalah pada tingkat interpretasinya. Sharpe ratio merupakan satu indikator tanpa dimensi, sehingga tidak ada patokan yang tetap dari skala berapa sampai berapa sharpe ratio dikatakan baik, buruk, sedang, atau bahkan kurang. Penggunanya hanya dapat menginterpretasikan secara subjektif, sesuai dengan pemikiran Si Pengguna dalam menentukan rentang interpretasi.

Walaupun memiliki kekurangan yang cukup banyak, kelebihan dari indikator sharpe ratio juga memiliki banyak kelebihan. Salah satu kelebihan dari sharpe ratio adalah bahwa indikator ini adalah indikator yang sudah sering digunakan dalam mengukur kinerja investasi. Selain itu, sudah banyak penelitian yang meneliti sharpe ratio secara ilmu statistik.

Itulah penjelasan lengkap mengenai sharpe ratio. Secara garis besar, sharpe ratio merupakan satu indikator yang digunakan dalam dunia investasi untuk mengukur kinerja suatu investasi. Sebagaimana indikator-indikator lain, sharpe ratio juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pengaplikasiannya. Namun, jika asumsi dari sharpe ratio dapat terpenuhi, kelemahan tersebut bisa sedikit berkurang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu sharpe ratio dan definisi sharpe ratio, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana Anak Muda Harusnya Menginvestasikan Uangnya?
Kesalahan Finansial yang Dialami Orang Berumur Setengah Baya
Mengenal Single Investor Identification (SID) dan Manfaatnya
Apa Itu Analisis Kelayakan Investasi? Berikut Penjelasannya!
Apa itu Capital Expenditure? Definisi Capital Expenditure
Ciri-ciri Investasi Money Games dan Cara Menghindarinya!
Apa itu Reksadana Saham?
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional
Tip Finansial Mengatur Keuangan Terbaik yang Harus Kamu Ketahui
Bagaimana Cara Menjadi Melek Finansial?


Bagikan Ke Teman Anda