Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Sistem Ekonomi? Ini Dia Jenis dan Macam Sistem Ekonomi!

Istilah ekonomi begitu lekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Hampir setiap aktivitas yang dilakukan oleh individu masyarakat memiliki unsur-unsur ekonomi, salah satunya transaksi jual beli di warung atau pasar. Ekonomi telah menjadi suatu sistem yang terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat bahkan dalam lingkup lebih luas, yakni negara.

Setiap negara memiliki suatu sistem ekonomi yang diterapkan berdasarkan situasi dan kondisi yang ada di negara tersebut. Oleh sebab itu, sistem ekonomi setiap negara bisa jadi berbeda-beda. Untuk mengendalikan perekonomian masyarakat, negara harus memiliki suatu sistem. Artinya negara melalui pemerintahnya bertanggung jawab untuk mengatur dan menjaga agar perekonomian stabil bahkan meningkat sehingga mengarah pada kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Apa itu sistem ekonomi?

Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli dalam mendefinisikan sistem ekonomi. Menurut Gilarso, sistem ekonomi merupakan seluruh tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat mencakup produsen, konsumen, pemerintah, bank, dan lainnya dalam menjalankan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, konsumsi, maupun investasi yang secara terintegrasi membentuk satu kesatuan utuh yang teratur dan dinamis sehingga mampu menghindari kekacauan di bidang ekonomi.

Secara lebih sederhana, McEachern mendefinisikan sistem ekonomi sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan tentang apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi. Sementara Gregory Grossman & M. Manu memaknai sistem ekonomi sebagai sekumpulan komponen atau unsur yang terdiri atas unit-unit dan lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga saling menopang dan mempengaruhi.

Dari beberapa definisi tersebut, sistem ekonomi dapat dipahami sebagai perangkat yang digunakan suatu negara untuk mengelola faktor ekonomi dan mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya melalui unit-unit dan lembaga-lembaga ekonomi guna menghindari kekacauan dalam bidang ekonomi.
Dalam suatu negara, adanya sistem ekonomi begitu penting karena berfungsi sebagai pendorong untuk melakukan produksi. Selain itu, sistem ekonomi juga berfungsi menciptakan suatu mekanisme agar proses distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Macam-macam sistem ekonomi

Perbedaan situasi dan kondisi di setiap negara melahirkan berbagai macam sistem ekonomi. Mana yang akan digunakan? Tentu saja tergantung pada kondisi negara yang bersangkutan. Apa saja macam sistem ekonomi yang dianut di berbagai negara di dunia? Berikut macam-macamnya.

  • Sistem ekonomi liberal

Anda mungkin sudah tidak asing dengan sistem ekonomi yang satu ini. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis merupakan sistem ekonomi yang berasaskan kebebasan seluas-luasnya. Pada sistem ekonomi ini, pemerintah tidak terlibat dalam pengambilan keputusan ekonomi (laissez-faire). Masyarakat memiliki kebebasan penuh dalam melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah.

Sistem ekonomi liberal memiliki beberapa keunggulan, di antaranya tercipta persaingan sehat yang mendorong kemajuan usaha, swasta memiliki kesempatan lebih luas dalam melakukan kegiatan ekonomi, produksi didasarkan pada permintaan pasar, dan adanya pengakuan hak milik oleh negara sehingga mendorong munculnya semangat berusaha. Di balik keunggulannya, sistem ekonomi liberal ternyata juga memiliki kelemahan, yaitu timbulnya monopoli yang merugikan masyarakat dan praktik kegiatan ekonomi yang kurang jujur karena berorientasi pada perolehan keuntungan sebesar-besarnya sehingga mengabaikan kepentingan umum.

Negara-negara yang hingga saat ini menerapkan sistem ekonomi liberal atau kapitalis adalah Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada. Indonesia sendiri pernah menganut sistem ekonomi ini pada tahun 1950an.

  • Sistem ekonomi tradisional

Sesuai dengan namanya, sistem ekonomi tradisional berasaskan kebiasaan, adat istiadat, dan tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor ekonomi seadanya. Beberapa ciri dari sistem ekonomi ini adalah ketergantungan pada sektor pertanian dan teknologi produksinya masih sederhana.

Timbulnya rasa kekeluargaan dan gotong royong dalam memenuhi kebutuhan hidup menjadi keunggulan dari sistem ekonomi ini. Selain itu, kejujuran dalam menjalankan kegiatan ekonomi berupa barter lebih diprioritaskan dibandingkan keuntungan. Kelemahan dari sistem ekonomi ini adalah pola pikir masyarakat masih statis dan hasil produksi sangat terbatas karena hanya mengandalkan faktor produksi alam dan tenaga kerja seadanya. Pada sistem ekonomi ini, masyarakat bertindak sebagai produsen, konsumen, bahkan kombinasi dari keduanya.

Sistem ekonomi tradisional umumnya diterapkan oleh negara-negara yang belum maju. Seiring dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional.

  • Sistem ekonomi pancasila

Dengan membaca namanya, Anda pasti sudah bisa menebak dengan tepat negara yang menganut sistem ekonomi ini, Indonesia, karena memang hanya Indonesia yang memiliki pancasila. Sistem ekonomi pancasila merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan jiwa ideologi pancasila yang mengandung makna ekonomi demokratis dengan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan dengan konsep dari, oleh, dan untuk rakyat. Peran pemerintah pada sistem ekonomi ini lebih ditekankan pada pembimbingan dan pengawasan.

  • Sistem ekonomi campuran

Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah memberikan kebebasan sekaligus campur tangan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Campur tangan pemerintah di sini bertujuan untuk menghindari penguasaan penuh terhadap sumber daya ekonomi dari segelintir atau segolongan masyarakat.

Karakteristik dari sistem ekonomi campuran ditunjukkan dengan adanya pembatasan oleh negara terhadap penguasaan pihak swasta pada bidang-bidang strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak. Tak hanya itu, pemerintah juga terlibat dalam mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi. Pemerintah juga mengakui hak milik perorangan dengan catatan tidak merugikan kepentingan umum.

Seperti sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi campuran juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya sektor ekonomi dikuasai pemerintah untuk kepentingan masyarakat, hak-hak individu dan swasta diakui dengan jelas, serta pengendalian harga lebih mudah dilakukan. Sementara kelemahannya adalah timbulnya potensi KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) lebih besar karena kurangnya pengawasan pada sektor-sektor produksi yang menguntungkan pemerintah. Sistem ekonomi campuran dianut oleh negara-negara non-blok, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Mesir.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang jenis dan macam sistem ekonomi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Jenis-jenis Laporan Keuangan yang Perlu Anda Ketahui
Jenis-jenis Cek yang Berlaku di Indonesia
Mengapa Orang Miskin Benci Orang Kaya?
Ciri-ciri Investasi Skema Ponzi
Mengapa Orang Pintar Gagal Berbisnis?
Mengapa Punya Utang Kartu Kredit Buruk?
Cara Mengajari Anak Menabung
Kamu Pelit atau Hemat? Ini Ciri-ciri orang Pelit!
Barang Mahal yang Layak Dibeli


Bagikan Ke Teman Anda