Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Sisi Buruk Mempunyai IQ Tinggi?

 

Memiliki IQ yang tinggi merupakan sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Mereka yang memiliki IQ tinggi akan tampak lebih hebat dan lebih unggul dibandingkan teman-teman seusianya. Bahkan pola pemikiran yang mereka miliki pun sudah berada jauh diatas teman-temannya. Dengan semua kelebihan tersebut, mereka akan mampu mempelajari segala hal yang belum waktunya untuk diajarkan.

Kecerdasan mereka dapat memubuat hidup mereka tampak lebih mudah dibandingkan dengan orang lainnya. Namun sebetulnya terdapat sisi buruk yang dapat ditimbulkan oleh mereka yang memiliki IQ tinggi sebagai dampak dari pola pikir mereka yang lebih maju jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Berikut ini akan dipaparkan berbagai hal yang dialami oleh mereka dengan IQ tinggi dalam bentuk poin-poin.

1. Tingkat Kedewasaan Berbeda Dari yang Lain

Tidak hanya kecerdasannya yang melebihi orang lain. Namun tingkat kedewasaan orang tersebut juga akan berbeda dari yang lain. Semakin cerdas seseorang, maka tingkat kedewasaannya akan semakin lambat. Ketika mereka yang memiliki IQ tinggi masih berusia anak-anak, maka dia akan merasa tidak nyaman dalam bersosialisasi, bergaul dengan teman-temannya yang kurang cerdas, perencanaan pesta yang dibuat dan lain sebagainya.

Ketika mereka telah menginjak usia diatas 25 tahun, dengan sendirinya dia akan menyadari bahwa kemampuannya telah berada jauh diatas orang lain. Setelah menginjak usia lebih dari 25 tahun, barulah mereka dapat bersikap bijaksana dan dewasa dalam menghadapi segala sesuatunya.

2. Mengalami Isolasi Sosial

Masalah yang paling sering dialami oleh mereka yang memiliki suatu kelebihan yaitu adanya isolasi sosial. Hal tersebut juga terjadi dan dialami orang-orang dengan IQ tinggi. Faktanya, tidak semua orang yang berada di sekitar mereka yang memiliki IQ tinggi menyukai kelebihan orang tersebut. Tentu akan selalu ada orang-orang yang tidak menyukainya. Sebagai contoh, banyak orang yang lebih suka membentuk opini berdasarkan emosi pada isu politik dan mencari hiburan dengan suatu kelompok yang memiliki jalan pemikiran sama dengan mereka.

Sedangkan orang yang berbakat lebih senang memeriksa sesuatunya terlebih dahulu secara mendetail, menghubungkannya dengan berbagai prinsip filosofi umum dan membandingkannya dengan masalah serupa melalui penggunaan analogi. Analisis yang demikian itu tidak hanya akan membingungkan individu dengan kecerdasan rata-rata, namun hal tersebut juga belum tentu akan dianggap menarik atau pendapat yang berharga oleh sebagian orang.

3. Masalah Produktivitas

Orang-orang berbakat cenderung menjadi bosan dengan kecepatan pembelajaran yang mereka miliki. Pada dasarnya, sebuah sekolah dirancang untuk orang yang berpikir dan beroperasi dengan kecepatan menengah ke bawah. Akan tetapi untuk orang-orang berbakat dengan nilai yang berbeda, terdapat suatu prosedur tersendiri. Masalah produktivitas, baik itu dari segi akademis atau karir akan mengalir dari akar permasalahan yang sama.

Di suatu lingkungan kerja, orang-orang yang sangat berbakat akan menjadi kepala terhadap suatu figur otoritas dan menyingggung rekan kerjanya. Saat mereka menggunakan kemampuannya untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dari rekan kerjanya, maka orang tersebut akan benar-benar melampaui rekannya. Seorang yang berbakat akan melihat hubungan antara aspek-aspek yang berbeda dari perusahaan dan mengambil langkah ketika telah mengetahui koneksi yang ada diantara semuanya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika perusahaan membiarkan orang berbakat untuk merencanakan pekerjaan mereka sendiri dan beroperasi secara bebas.

4. Mengalami Masalah Kepribadian

Seseorang dengan kelebihan bakat tertentu cenderung mempunyai sifat introvert. Hal itu terjadi bukan karena mereka benar-benar ingin menjadi seorang introvert, tetapi kondisi lingkungan yang memaksa mereka menjadi demikian. Tidak semua masyarakat dapat menerima orang berbakat di lingkungannya, akan ada beberapa orang yang tidak menyukai mereka. Dengan demikian, banyak orang berbakat yang berpikir bahwa hanya diri mereka sendirilah yang bisa berteman menjadi teman mereka.

5. Memiliki Sifat Malas

Mereka yang memiliki IQ tinggi cenderung memiliki sifat malas. Pemilik IQ tinggi dapat melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan sedikit usaha. Mereka berpikir bahwa tidak perlu repot-repot melakukan sesuatu dan bekerja keras. Orang berbakat akan lebih memilih kehidupan yang mudah, menarik dan menyenangkan hati mereka. Padahal suatu prestasi tidak akan mampu diraih tanpa adanya usaha dan kerja keras.

6. Mengalami Depresi

Rasa depresi kerap kali dirasakan oleh orang yang berbakat. Berbagai kemudahan yang mereka peroleh justru membuatnya merasa tidak bahagia. Kebahagiaan pada orang berbakat merupakan salah satu hal yang cukup langka dan jarang terjadi. Hal itu karena mereka yang memiliki bakat hanya perlu membutuhkan sedikit usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Pada awalnya mungkin mereka akan merasa senang ketika dapat dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi lambat laun mereka akan merasa bosan dengan itu semua dan akhirnya menjadi depresi.

Demikianlah pemaparan mengenai sisi lain dari seseorang yang memiliki IQ tinggi. Setidaknya ada beberapa hal negatif yang dapat terjadi pada diri mereka. Namun semua hal itu kembali kepada diri mereka masing-masing sebagai tokoh utama dalam kisah perjalanan hidupnya. Jika mereka mampu menjalani kehidupan dengan baik, maka segala dapak negatif dapat dihindari.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang sisi buruk mempunyai IQ tinggi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup
Penasaran Mengapa Deflasi Itu Buruk?
Mengapa Punya Utang Kartu Kredit Buruk?
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Kesalahan dalam Membeli Mobil
Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda