Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Tugas dan Fungsi Bank Indonesia (BI)? Mengapa Harus Ada Bank Indonesia?

Sebagaimana kita ketahui bersama, Bank Indonesia yang pada masa pendirian awalnya bernama De Javasche Bank ini merupakan bank “kepala” dari semua bank yang ada di Indonesia. Secara umum, institusi perbankan yang didirikan sejak tahun 1828 oleh pemerintah Indonesia ini memiliki tugas utama yakni menjaga kestabilan rupiah.

Dalam hal menjalankan tugas dan fungsinya, Bank Indonesia mengenal tiga pilar, yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan mengatur serta mengawasi perbankan di Indonesia.

Selengkapnya mengenai ketiga pilar bidang tugas Bank Indonesia, yang sekaligus menggambarkan fungsinya, dijabarkan pada artikel ini sebagai berikut dengan wewenang dan upayanya yang beragam:

1. Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang ditetapkan dan dilaksanakan Bank Indonesia meliputi kebijakan terkait suku bunga bank dan surat-surat berharga, di mana semuanya dirancang untuk mengendalikan persoalan inflasi dan/atau deflasi yang mungkin melilit negara Indonesia.

Ketika Bank Indonesia menetapkan kenaikan suku bunga bank atau penjualan aneka surat berharga seperti SBI atau obligasi, maka yang terjadi pemberian kredit oleh instansi-instansi keuangan Indonesia akan semakin sedikit jumlahnya, karena uang yang beredar di masyarakat semakin sedikit. Semakin sedikitnya rupiah beredar ini untuk selanjutnya akan berdampak pada keadaan inflasi di Indonesia yang semakin stabil.

Adanya masalah deflasi atau keadaan di mana uang beredar kurang dari jumlah yang seharusnya juga menjadi domain tiga pilar tugas, fungsi, dan tanggung jawab Bank Indonesia sebagai bank sentral. Dengan ditetapkan dan dilaksanakannya pembelian surat berharga dan penurunan suku bunga bank, maka Bank Indonesia akan “memaksa” masyarakat untuk menabung di bank. Tabungan masyarakat di bank yang semakin membeludak jumlahnya pun mendorong perputaran mata uang rupiah di bank yang semakin tinggi, hasilnya, jumlah atau volume uang semakin bereproduksi luas di masyarakat.

Kebijakan moneter yang tercakup dalam tugas dan fungsi Bank Indonesia tidak hanya soal mengatasi inflasi atau deflasi. Sebagai pusat uang di Indonesia, Bank Indonesia memiliki wewenang mengatur jumlah minimum cadangan kas, yakni 5% untuk saat ini. Selain itu, Bank Indonesia juga berfungsi sebagai “the last resort” bank-bank lain di Indonesia ketika terjadi mismatch pengelolaan dana yang berakibat pada kesulitan pencairan dana bank jangka pendek, sehingga turut menstabilkan perputaran rupiah dalam negara Indonesia.

2. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

Semakin bertambah tahun, semakin banyak sistem pembayaran yang masuk dan diterima oleh negara Indonesia. Sistem pembayaran yang semakin banyak variasinya ini memerlukan pengaturan yang baik sehingga urusan pembayaran dapat menjadi mulus, dan di sinilah peran atau tugas dari Bank Indonesia.

Dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia menetapkan aturan-aturan terkait tata cara pembayaran, termasuk merumuskan peraturan batas penghasilan minimum dan (bahkan) usia minimum untuk memiliki kartu kredit atau meminjam dengan cara-cara tertentu.

Demi kelancaran sistem pembayaran pula, Bank Indonesia tidak segan-segan menghukum masyarakat yang sengaja “mangkir” dari kewajibannya untuk membayar seperti cara pembayaran yang telah ia pilih sebelumnya. Misalnya, kita mengenal adanya BI Checking yang dapat dilihat pada sistem informasi Bank Indonesia, di mana rekor BI Checking yang dinyatakan dengan peringkat dapat membuat masyarakat jera untuk tidak membayar hutang, sehingga sistem pembayaran akan menjadi lancar dan rupiah akan menjadi stabil sebagai dampak lanjutnya.

Tidak berhenti di seputar kredit saja, kita pun mengenal soal verifikasi transaksi yang selalu dilakukan oleh bank. Tindakan semacam ini adalah bentuk realisasi Bank Indonesia dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di negara Indonesia, terutama yang bertransaksi puluhan juta rupiah atau lebih. Kebayang, ‘kan, kalau uang negara “dilarikan” begitu saja dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab?

Bila perlu, Bank Indonesia juga dapat menjadi mediator ketika ada sengketa tak terselesaikan yang melibatkan pihak bank dengan nasabahnya. Dengan menjadi mediator atau pihak yang memberi nasehat dan tidak memihak, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, yang selanjutnya akan berdampak pada meningkatnya produktivitas ekonomi negara secara keseluruhan.

3. Mengatur dan Mengawasi Perbankan di Indonesia

Karena bank adalah lembaga yang terutama berfungsi untuk menyimpan uang masyarakat Indonesia, maka peran dan fungsi Bank Indonesia sebagai pusat segala bank menjadi vital di pilar ketiga ini.

Bagaimanapun juga, aturan bank yang ketat bukan hanya dimaksudkan agar nasabah tertib dalam menyimpan uang mereka. Alih-alih, aturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dimaksudkan untuk membuat bank lebih teliti dan berhati-hati saat memegang uang yang juga merupakan uang yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Hal ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang diterapkan Bank Indonesia dalam rangka mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

Upaya restrukturisasi juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk memastikan kemajuan perekonomian negara. Dalam melakukan upaya restrukturisasi, Bank Indonesia mengadakan program-program yang membangun kepercayaan masyarakat pada institusi perbankan Indonesia sekaligus mendukung kebijakan moneter yang ditetapkan, sehingga kestabilan nilai rupiah sebagai tujuan utama Bank Indonesia makin tercapai.

Dalam hal mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia, Bank Indonesia juga memiliki wewenang untuk mengenakan sanksi atau bahkan menghentikan seluruh kegiatan bank apabila bank tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya pada Bank Indonesia. Dengan menggunakan kombinasi analisis laporan keuangan perbankan dan mengadakan kunjungan langsung, merupakan tugas dan fungsi Bank Indonesia untuk memastikan perbankan di Indonesia berjalan dengan semestinya.

Mengingat pertumbuhan negara Indonesia yang pesat, ketiga tugas dan fungsi Bank Indonesia ini akan berat apabila hanya Bank Indonesia sendiri yang mengerjakannya. Karena itu, Bank Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keuangan negara semakin maju, misalnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan kita bahas pada artikel-artikel selanjutnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tugas dan fungsi Bank Indonesia (BI), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Tugas dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)? Mengapa LPS didirikan?
Neraca Lajur: Pengertian, Fungsi, dan Pembuatan
Apa Fungsi ATM Sebenarnya?
Apa Tugas dan Fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Mengapa Lembaga ini Dibuat?
Apa Fungsi Laporan Keuangan?
Apa itu Standar Akuntasi Keuangan? Apa Fungsi Standar Akuntansi Keuangan?
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Ketika Kemenangan Adalah Sebuah Kegagalan
Tip Mempersiapkan Pensiun Dini
Manfaat Pohon Kelor, Superfood Banyak Gizi


Bagikan Ke Teman Anda