Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apakah Redenominasi Rupiah Berdampak Positif Bagi Perekonomian Bangsa?

#perekonomian bangsa #Redenominasi

Redenominasi atau penyederhanaan mata uang adalah salah satu strategi keuangan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menyetabilkan keuangan negara. Saat inflasi terjadi, jumlah satuan moneter lama kelamaan bertambah besar karena harga barang di pasaran bertambah naik. Ketika harga-harga naik, maka lama kelamaan satuan mata uang terkecil kehilangan daya belinya. Sehingga akhirnya satuan moneter suatu negara semakin besar. Contoh kejadian yang paling ekstrim adalah negara Zimbabwe yang pernah mencetak pecahan uang kertas dengan nominal 100.000.000.000.000 ZWD.

Untuk mencegah semakin membesarnya pecahan mata uang, maka pemerintah melakukan penyederhanaan atau redenominasi terhadap nilai pecahan yang beredar di pasaran. Penyederhanaan ini biasanya dilakukan dengan menghilangkan nominal 000 di belakang satu pecahan mata uang. Misalnya, untuk Rupiah di Indonesia, maka pecahan Rp.1000 akan berubah menjadi Rp. 1 dan pecahan Rp.5000 akan menjadi pecahan Rp.5 dan seterusnya. Begitu juga harga dipasaran, nantinya akan dikonversi sesuai dengan pecahan mata uang baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Perbedaan redenominasi dan sanering

Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan nominal mata uang beserta nilainya. Sanering sendiri pernah terjadi di Indonesia, ketika pemerintah terpaksa harus memotong nilai tukar dari pecahan mata uang yang sudah beredar karena krisis moneter. Misalnya pecahan uang sebesar Rp. 10.000 mendapat pemotongan nilai sehingga walaupun bentuk fisiknya tetap sama, namun nilainya hanya tinggal Rp 1000 rupiah saja. Tentunya ini akan sangat memberatkan seluruh rakyat dan warga suatu negara serta merupakan tindakan penyelamatan terakhir yang terpaksa diambil pemerintah untuk menyelamatkan negara dari kebangkrutan.

Sedangkan dalam kasus redenominasi, pemerintah akan mengganti pecahan mata uang yang beredar di masyarakat dan menggantinya dengan nilai yang lebih kecil. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap daya beli pecahan mata uang tersebut di pasaran, selain pengaruh pembulatan ke satuan terdekat yang nantinya disesuaikan dengan nominal pecahan yang baru.

Penyederhanaan ini juga dibutuhkan untuk mengakomodasi proses penghitungan anggaran belanjan negara melalui komputer. Kemampuan komputer saat ini baru bisa mengakomodasi hingga 15 digit angka, sedangkan total anggaran negara bahkan sudah mencapai 16 digit angka. Diharapkan setelah redenominasi sukses dilakukan, proses penghitungan dan transaksi jual beli akan semakin mudah dan efisien.

Perbedaan lainnya adalah bahwa sanering dilakukan tanpa perencanaan yang matang ketika kondisi keuangan negara sedang kritis, namun redenominasi dilakukan ketika keuangan negara sudah stabil dan didukung oleh perencanaan yang jelas. Jika redenominasi tidak dilakukan saat kondisi keuangan negara sedang stabil, hal ini hanya akan memicu kebingungan dalam masyarakat yang bisa mengakibatkan inflasi atau bahkan hiperinflasi. Selain itu, semakin besar nilai pecahan terbesar dari suatu mata uang, maka semakin rendah pula kredibilitas nilai tukarnya terhadap mata uang negara lain.

Apa dampak redenominasi bagi perekonomian Indonesia?

Seperti juga kebijakan keuangan lainnya, redenominasi juga memiliki dampak positif maupun negatif terhadap keuangan di Indonesia. Namun, banyak pakar keuangan yang menganggap bahwa kondisi keuangan Indonesia saat ini sangatlah tepat untuk melakukan proses redenominasi. Semakin besar satuan pecahan mata uang suatu negara, semakin merepotkan transaksi keuangan yang dilakukan sehari-hari. Contohnya untuk membayar gaji seluruh karyawan di suatu perusahaan, maka dibutuhkan beberapa koper uang tunai untuk membayarnya, sedang setelah melalui redenominasi, tentunya jumlah pecahan tunai yang dikeluarkan juga akan berkurang.

Demikian juga pengaruh nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah. Selama ini rata-rata satu digit mata uang Dolar atau Euro senilai dengan 4 digit mata uang Indonesia, yang menimbulkan pencintraan bahwa mata uang Indonesia sangatlah lemah terhadap dolar. Jika redenominasi berhasil dilakukan, maka nominal nilai tukar 1 digit Dolar atau Euro menjadi 2 digit saja, yang akan meningkatkan kredibilitas mata uang Indonesia di mata internasional. Kredibilitas ini sangat penting karena berpengaruh terhadap peluang investasi oleh perusahaan-perusahaan asing di Indonesia yang nantinya juga bisa menguatkan perekonomian nasional dan nilai tukar rupiah.

Sedangkan, pengaruh negatif yang mungkin terjadi setelah redenominasi adalah kenaikan harga-harga barang retail di pasaran karena pembulatan nominal. Misalnya, sebuah produk yang dulunya dijual seharga Rp13.500, bisa saja nantinya mengalami pembulatan menjadi Rp14 setelah redenominasi jika tidak diterbikan pecahan Rp0.5 oleh pemerintah. Perbedaan ini mungkin tidak terasa signifikan, namun jika diakumulasikan akan membawa dampak cukup besar terhadap harga di pasaran. Hal inilah yang dikhawatirkan akan membawa keresahan di masyarakat dan juga disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, memastikan konsep ini diterima dan dimengerti oleh seluruh masyarakat Indonesia juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Walaupun teknologi informasi sudah sangat maju, namun masih banyak penduduk yang hidup di daerah terpencil dan tidak memiliki akses terhadap informasi terkini, sehingga kemungkinan terjadinya misinformasi yang menyebabkan kebingungan masyarakat juga sangat besar.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apakah redenominasi rupiah berdampak positif bagi perekonomian bangsa, semoga bermanfaat.



Apa Dampak Redenominasi pada Rupiah Nanti?
Perbedaan Utama Redenominasi, Sanering, dan Devaluasi
Apa Redenominasi Itu? Apa Dampaknya?
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Apa Beda Redenominasi dan Sanering?
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Apakah Investasi Emas Bagus Saat Redenominasi?
Hubungan Redenominasi dan Inflasi
Kesuksesan Belarus dalam Redenominasi
Negara yang Gagal Rededominasi


Bagikan Ke Teman Anda

SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.