Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Hidup Hemat Berumah Tangga?

Tanpa disadari banyak orang yang berperilaku konsumtif dan menerapkan gaya hidup melebihi kemampuan finansialnya sehingga cenderung boros. Dalam kondisi ekonomi apapun, perilaku boros tidaklah baik dampaknya terhadap kesehatan finansial.

Uang yang dimiliki akan habis untuk memenuhi keinginan, belanja barang yang tak dibutuhkan, menumpuk barang-barang koleksi, menikmati secangkir kopi mahal di café tiap hari, dan lain sebagainya. Tak ada tabungan, apalagi investasi untuk persiapan masa depan.

Di saat ekonomi lesu, tingkat pengangguran meningkat tajam akibat pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tak mampu membayar gaji karyawan. Hal ini tentu berimbas pada turunnya pendapatan yang serta merta akan menurunkan daya beli. Kebutuhan semakin meningkat, tetapi uang yang dimiliki tak cukup untuk memenuhi.

Lantas bagaimana? Mau tidak mau menerapkan pola hidup hemat menjadi solusi yang harus dipilih dan dijalankan. Hidup hemat tak hanya melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu dalam berbelanja, tetapi juga melatih kemampuan mengatur keuangan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Berikut tips cara hidup hemat agar kesehatan finansial senantiasa terjaga.

  • Membuat daftar belanja

Rencanakan setiap pengeluaran dengan membuat daftar belanja, bisa harian, mingguan, ataupun bulanan. Hal ini penting agar dapat mengantisipasi kebocoran anggaran, di mana terjadi pembelian barang-barang yang tidak dibutuhkan.

Daftar item barang yang dibutuhkan dalam seminggu atau sebulan akan menjadi pemandu bagi Anda ketika berbelanja. Dengan daftar belanja tersebut, Anda dapat fokus pada barang-barang kebutuhan secara lebih spesifik. Pastikan Anda disiplin dalam merealisasikan daftar belanja yang telah disusun.

  • Gunakan listrik dan air bersih sesuai kebutuhan

Di rumah Anda mungkin terdapat beragam barang elektronik yang digunakan untuk mempermudah dan memperlancar aktivitas sehari-hari, seperti rice cooker, vacuum cleaner, blender, microwave, kulkas, komputer, televisi, setrika, dan lain-lain.

Barang-barang elektronik tersebut tentunya membutuhkan energi listrik untuk mengoperasionalkannya. Sementara listrik tidaklah tersedia secara gratis, tetapi harus membeli baik dalam bentuk pulsa atau berlangganan yang biayanya ditagihkan setiap bulan.

Dalam penggunaannya, semakin banyak energi listrik yang digunakan, maka semakin besar pula biayanya. Tentu Anda tak ingin sebagian besar pendapatan yang diperoleh habis untuk membayar biaya listrik, bukan? Sebab itu, gunakan energi listrik sesuai kebutuhan.

Contoh sederhananya lampu, pastikan Anda telah memadamkan seluruh lampu di rumah saat pergi bekerja atau melakukan aktivitas di luar rumah. Lampu yang menyala terus-menerus akan menyita energi listrik, sehingga biaya yang dibayarkan akan semakin besar. Tak hanya itu, bolam lampu yang menyala secara non-stop juga lebih mudah mengalami kerusakan. Artinya, Anda pun harus membeli bolam yang baru.

Hal yang sama juga berlaku untuk penggunaan air bersih. Pastikan keran air selalu tertutup rapat sehingga air tidak mengalir dan terbuang sia-sia. Pemborosan air bersih bisa mengakibatkan kekeringan saat musim kemarau.

Selain itu, biaya listrik untuk memompa air bersih dari sumur juga akan menyita pendapatan lebih banyak. Dengan memanfaatkan listrik dan air bersih sesuai kebutuhan, maka Anda tak hanya dapat menghemat pengeluaran tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan.

  • Rawat barang-barang yang sudah dimiliki

Banyak orang yang mudah tergoda untuk membeli barang-barang baru baik elektronik, fashion, dan lain sebagainya, padahal mereka sudah memilikinya. Disadari atau tidak hal ini merupakan sikap boros yang seharusnya dihindari.

Membeli dan menumpuk barang tak akan memberi manfaat lebih, karena akan berakhir menjadi rongsokan. Selain membebani anggaran, pembelian barang-barang baru juga memperkecil kesempatan Anda untuk berinvestasi ke hal-hal yang lebih bermanfaat.

Hematlah pengeluaran Anda untuk membeli barang-barang baru dengan merawat barang-barang yang sudah dimiliki. Misalnya barang-barang elektronik seperti kulkas, televisi, mesin cuci, dan lain-lain, gunakanlah sesuai instruksi yang diberikan dalam buku petunjuknya dan rawatlah secara teratur serta jaga kebersihannya. Hal ini dapat menjaga daya tahan barang menjadi lebih lama atau awet, sehingga Anda tidak perlu membeli yang baru dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sama halnya dengan barang-barang fashion, terutama pakaian. Gunakanlah pakaian yang lebih santai dan biasa saja saat berada di rumah. Segera ganti pakaian bagus yang Anda kenakan saat melakukan aktivitas di luar setibanya di rumah. Jangan pula terlalu sering mencuci pakaian Anda, dalam arti jika pakaian hanya digunakan sebentar tak perlu langsung dicuci, tetapi bisa disimpan dulu di dalam lemari untuk dipakai lagi di kemudian hari.

  • Pastikan perut kenyang sebelum berbelanja

Kebiasaan masyarakat terutama perkotaan adalah belanja sekalian jalan-jalan atau cuci mata di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall dan plaza. Tawaran diskon besar-besaran sering kali memicu hasrat untuk  membeli meski sebenarnya barang tersebut tak dibutuhkan. Tak hanya ‘lapar mata’ dengan barang-barang bagus diskonan, kebiasaan ini juga memicu lapar dalam arti sebenarnya.

Di setiap pusat perbelanjaan tentu tersedia pujasera (pusat jajanan serba ada) atau food court yang menawarkan beragam menu makanan penggugah selera. Berbelanja dalam kondisi perut lapar sering kali tergoda untuk jajan di pusat perbelanjaan yang tentunya tidak terdapat dalam anggaran.

Tak hanya itu, belanja dalam kondisi perut lapar juga mempengaruhi psikologi Anda dalam membeli barang-barang belanjaan. Ketika lapar, Anda akan mudah tertarik untuk membeli beragam jenis makanan kemasan dalam jumlah banyak, entah roti, makanan ringan, coklat, dan lain sebagainya.

Tanpa disadari justru barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan lebih banyak terbeli dibandingkan dengan barang yang dibutuhkan. Akibatnya, terjadi kebocoran dalam anggaran.

  • Berkebun holtikultura

Sayur dan buah-buahan sangat penting bagi kesehatan karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sayang, harga sayur dan buah-buahan terus merangkak naik bahkan cenderung mahal, padahal perlu dikonsumsi sehari-hari. Solusinya cobalah untuk berkebun holtikultura sendiri di rumah.

Tak punya pekarangan? Bukan masalah, karena saat ini banyak teknik berkebun yang lebih praktis, efektif, dan juga efisien tanpa membutuhkan banyak tempat. Berkebun di lahan sempit bisa memanfaatkan tembok dengan konsep kebun vertikal. Selain itu ada pula teknik hidroponik. Mudah dipelajari dan dipraktikkan, tetapi memang membutuhkan ketelatenan.

Kesabaran akan berbuah manis. Jika Anda berhasil membuat kebun hortikultura dengan beragam jenis tanaman seperti selada, cabe, tomat, bayam, kangkung, wortel, daun bawang, selederi, belimbing, terong, jeruk, dan lainnya, maka Anda tinggal memetik hasilnya. Dengan demikian, Anda dapat menghemat pengeluaran untuk membeli sayur dan buah-buahan.

  • Singkirkan kartu kredit

Di satu sisi, kartu kredit memang memberikan kemudahan dalam berbelanja. Tinggal gesek, Anda bisa langsung membawa pulang barang belanjaan yang dibutuhkan. Namun konsekuensinya, Anda harus membayar tagihan kartu kredit plus bunganya di bulan berikutnya. Sebab, kartu kredit adalah kartu utang, di mana Anda meminjam uang dari bank untuk memenuhi kebutuhan belanja Anda.

Meski memberikan kemudahan, kartu kredit juga berpotensi menjerumuskan dalam gaya hidup boros. Tanpa disadari Anda terjebak dalam penggunaan yang berlebihan, sehingga tagihan membengkak dan akan membebani anggaran setiap bulannya.

Akan lebih baik dan bijak, jika Anda meninggalkan kartu kredit di rumah saat berbelanja. Bahkan, lebih ekstremnya singkirkan kartu kredit Anda. Lakukan pembelian barang-barang kebutuhan Anda secara tunai atau menggunakan kartu debit. Dan yang lebih penting, belilah barang kebutuhan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara hidup hemat berumah tangga, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Tidak Boros
Belajar Sistem Penganggaran Metode Amplop
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Apa yang Bisa Dipelajari dari Orang Kaya?
Cara Menghemat Biaya Pengeluaran di Rumah
Ini Dia Tips Cara Menghemat Ongkos Traveling
Tip Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa
8 Prinsip untuk Mengelola Keuangan dengan Baik
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
6 Tip Mempersiapkan Krisis Ekonomi yang Dapat Dicoba


Bagikan Ke Teman Anda