Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Menghitung ROI (Return of Investment)?

Rusli memiliki uang menganggur di tabungannya sebesar Rp.100 juta rupiah. Ia kemudian akan menginvestasikan uangnya ke dalam suatu usaha temannya yang sudah berjalan selama lima tahun dan sedang berkembang secara signifikan.

Namun karena ada banyak pilihan investasi lainnya, Rusli ingin membandingkan apakah jika ia menginvestasikan uangnya kepada usaha temannya tersebut akan lebih menguntungkan nilainya dibandingkan ia menginvestasikan uangnya ke instrumen investasi lainnya? Bagaimana cara ia mengetahui apakah investasi yang ia tanamkan ke usaha teman tersebut menguntungkan ataukah tidak?

Di dalam ilmu Manajemen Keuangan, kebingungan Rusli dapat dijawab dengan menilik rasio keuntungan atau profitabilitas usaha temannya tersebut. Rasio profitabilitas sendiri terdiri dari dua jenis yaitu rasio yang menunjukkan nilai profitabilitas dengan penjualan, serta rasio yang menunjukkan nilai profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi

Salah satu rasio yang menunjukkan nilai profitabilitas dalam investasi ini dinamakan Rasio Return of Investment atau ROI. ROI merupakan sebuah metode perhitungan yang dapat memungkinkan sebuah usaha menentukan jumlah hasil yang diterima dari penanaman sejumlah modal.

Dalam hal ini, Rusli dapat mengetahui berapa jumlah hasil yang ia terima dari penanaman modalnya pada usaha temannya tersebut, dengan cara menilik dua hal, yaitu :

  • Tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi, atau tingkat perputaran modal yang digunakan untuk usaha, dalam hal ini uang yang akan digunakan Rusli untuk ditanamkan ke usaha tersebut.
  • Profit Margin, yaitu besarnya keuntungan usaha yang dinyatakan dalam prosentase dan jumlah penjualan bersih.

Secara sederhana perhitungan ROI dapat ditentukan melalui formula berikut :

ROI = (Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam) 100%

Sehingga jika Rusli menanamkan modal sebesar Rp.100 juta dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp.125 juta maka tingkat pengembalian investasi tersebut menjadi :

ROI = ((125 juta-100 juta) / 100 juta)x100%
= (25/100)x100%
ROI = 25%

Sehingga return of investment yang akan Rusli dapatkan dari hasil investasi uang pada usaha temannya adalah sebesar 25% dari modal awalnya yang ia tanamkan. Investasi ini dianggap cukup menguntungkan karena nilai pengembalian investasi yang cukup besar.

Contoh Perhitungan :

Rusli membeli sebuah rumah yang dilelang dengan harga Rp.500 juta. Karena kondisi rumah yang tidak begitu baik, ia memutuskan untuk melakukan renovasi. Ia mengeluarkan dana sebesar Rp.100 juta untuk Renovasi. Setelah rumah selesai direnovasi, ia menjual rumah tersebut dengan harga Rp.800 juta rupiah. Berapakah Rate of Investment dari rumah yang Rusli jual?

Kembali ke formula ROI yaitu :

ROI = (Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam) 100%

Dimana :

Modal yang ditanam : Rp.500 juta + Rp.100 juta = Rp.600 juta
Pendapatan yang dihasilkan : Rp.800 juta – Rp.600 juta = Rp.200 juta

Sehingga :

ROI = (Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam) 100%
= (Rp.200 juta / Rp.600 juta )x100%
= 0,33 x100%
= 33 %

Dengan angka 33% menunjukkan bahwa sang pembeli rumah lelang tersebut memperoleh keuntungan dari investasinya sebesar 33%.

Namun selayaknya di dunia usaha yang awam menemui keuntungan serta kerugian, bagaimana bila anda menemukan ROI sebuah investasi merugi dan bukan mendatangkan keuntungan?

Contoh Perhitungan Lainnya :

Rusli membeli sebuah rumah yang dilelang dengan harga Rp.500 juta. Karena kondisi rumah yang sangat buruk, ia memutuskan untuk melakukan renovasi. Ia mengeluarkan dana sebesar Rp.350 juta untuk Renovasi. Setelah rumah selesai direnovasi, ia menjual rumah tersebut dengan harga Rp.800 juta rupiah. Berapakah Rate of Investment dari rumah yang Rusli jual?

Dimana :

Modal yang ditanam : Rp.500 juta + Rp.350 juta = Rp.850 juta
Pendapatan yang dihasilkan : Rp.800 juta – Rp.850 juta = Rp.-50 juta

Sehingga :

ROI = (Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam) 100%
= (Rp.- 50 juta / Rp.850 juta )x100%
= -0,058 x100%
= -5,8 %

Nilai minus pada hasil perhitungan menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak mendapatkan keuntungan, melainkan kerugian.

Namun dalam suatu usaha dalam skala besar seperti pembangunan pabrik dan lainnya adalah wajar apabila ROI mengalami nilai minus selama beberapa tahun, sebelum usaha tersebut mencapai Break Even Point atau Balik Modal. Namun setelah mencapai titik BEP diharapkan usaha tersebut memperoleh ROI dengan nilai positif dan mulai mendatangkan keuntungan.

Jika dalam usaha yang anda jalankan anda menemukan rate of investment mengalami nilai minus yang tidak anda perhitungkan sebelumnya, hal ini merupakan suatu peringatan bagi anda untuk menemukan apa yang menyebabkan usaha anda mengalami kerugian. Dengan menghitung ROI atas suatu usaha atau investasi, seseorang dapat mempertimbangkan untuk melakukan perbaikan atas usaha yang sedang dijalankannya, atau segera banting setir memilih instrumen investasi lainnya yang lebih menguntungkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang menghitung ROI (Return of Investment), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



24 Acuan Praktis Meningkatkan Kinerja Perusahaan (Part 2)
Kapan Harus Menutup/Membatalkan Kartu Kredit?
Perencanaan Keuangan untuk yang Baru Saja Menikah
Apa Perbedaan Entrepreneur dengan Intrapreneur?
Definisi Uang, Fungsi, dan Jenis Uang
24 Acuan Praktis Meningkatkan Kinerja Perusahaan (Part 1)
Financial Planning After Disaster (Rencana Finansial Sesudah Bencana)
Apa Sisi Buruk Mempunyai IQ Tinggi?
Bagaimana Cara Menjadi Melek Finansial?
Apa Itu Nigerian Scam?


Bagikan Ke Teman Anda