Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Menghitung Internal Return Rate

Sebagai pengusaha yang sukses, kebanyakan dari mereka selalu memperhitungkan resiko yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang. Analisa resiko dilakukan agar bisa melakukan pencegahan dengan solusi yang sudah dibuat jauh-jauh hari sebelum resiko tersebut benar-benar terjadi. Untuk itu melakukan perhitungan yang rumit sekalipun tidak akan menjadi masalah selama hal tersebut baik bagi perkembangan bisnisnya.

Contoh perhitungan rumit yang seringkali dilakukan adalah melakukan perhitungan IRR (Internal Return Rate). Bagi sebagian orang yang tidak paham mengenai dunia keuangan dan investasi, perhitungan Internal Return Rate dirasa sangat sulit untuk dilakukan karena memang dari segi pengalaman yang kurang memadai.

Perlu anda ketahui, perhitungan IRR sangat penting untuk dilakukan guna mencegah kerugian di kemudian hari akibat pengambilan keputusan yang salah dalam melakukan investasi. Sudah selayaknya sebelum pengusaha menggelontorkan uangnya untuk digunakan dalam berinvestasi, melakukan banyak pertimbangan termasuk resiko yang akan dialaminya kelak.

Nah pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit pengetahuan yang saya miliki mengenai cara menghitung Internal Return Rate. Untuk lebih jelasnya anda bisa simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu NPV (Net Present Value)?

Sebelum memasuki pembahasan utama tentang perhitungan IRR, anda harus paham terlebih dahulu apa itu NPV. Pasalnya dalam proses perhitungan IRR, komponen NPV termasuk di dalamnya.

Definisi dari NPV sendiri ialah selisih yang ada antara transaksi pemasukan dan juga transaksi pengeluaran dimana selisihnya tersebut mendapatkan potongan biaya (diskon faktor) dalam jumlah yang sudah ditentukan dengan memanfaatkan metode social opportunity cost of capital untuk patokan pemberian potongan tersebut. Definisi lainnya bisa diartikan sebagai arus kas yang diprediksikan akan terjadi pada waktu mendatang (masa depan), namun sudah didiskontokan terlebih dahulu saat ini.

Untuk itu melihat begitu pentingnya keberadaan NPV, mau tidak mau anda harus tahu bagaimana cara melakukan perhitungan NPV yang di dalamnya meliputi biaya operasional, biaya investasi, biaya perawatan, dan juga benefit dari berbagai proyek yang sudah direncanakan saat ini.

Penjelasannya:

NB = Net Benefit = BenefitCost
C = Biaya Investasi + Biaya Operasi = Benefit yang sudah mendapatkan diskon = Cost yang sudah mendapatkan diskon
i = Diskon Faktor
n = Tahun (Waktu)

Apa itu IRR (Internal Return Rate)?

Singkatnya Internal Return Rate ialah besaran dari suku bunga yang didapatkan dari aktivitas investasi kemudian dibandingkan dengan kebijakan besaran suku bunga yang ditetapkan oleh pihak perbankan secara umum.

Perhitungan IRR sangat menentukan dimana kegiatan investasi perlu dilakukan atau pun tidak. Pada kehidupan sehari-hari kebanyakan digunakan sebagai dasar dan acuan bahwasannya investasi yang sudah dilakukan harus mempunyai nominal lebih tinggi.

Dalam proses perhitungannya, IRR yang merupakan discount rate mampu mengubah NPV menjadi bernilai 0. Berikut adalah rumus perhitungan IRR:

Penjelasannya:

i1 = Tingkat Diskonto dengan hasil NPV+
i2 = Tingkat Diskonto dengan hasil NPV-
NPV1 = NPV dengan nilai positif
NPV2 = NPV dengan nilai negatif

Dalam perhitungan IRR sendiri terdapat 3 nilai yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menentukan kriteria investasi, antara lain sebagai berikut:

  • IRR < SOCC, jika kondisi ini terjadi, bisa diartikan proyek yang dikerjakan belum memenuhi kriteria dari segi financial.
  • IRR = SOCC, jika kondisi ini terjadi, bisa diartikan proyek yang dikerjakan dalam kondisi break even point.
  • IRR > SOCC, jika kondisi ini terjadi, bisa diartikan proyek yang dikerjakan sudah memenuhi kriteria dari segi financial.

Apa itu Net B/C?

Perhitungan Net B/C masih mempunyai hubungan dengan IRR dan bisa dijadikan sebagai informasi tambahan. Net B/C sendiri bisa diartikan sebagai nilai manfaat yang diperoleh dari setiap proyek yang dikerjakan meskipun hanya 1 rupiah saja. Selain itu Net B/C juga hasil dari perbandingan hasil perhitungan yang sudah dilakukan antara NPV positif dan NPV negatif. Berikut ini terdapat 3 bagian dari nilai Net B/C, antara lain meliputi:

  • Net B/C > 1, jika kondisi ini terjadi, maka proyek yang sedang dikerjakan bisa dikategorikan layak dari segi financial.
  • Net B/C = 1, jika kondisi ini terjadi, maka proyek yang sedang dikerjakan dalam kondisi break even point.
  • Net B/C < 1, jika kondisi ini terjadi, maka proyek yang sedang dikerjakan bisa dikategorikan belum memenuhi kriteria dari segi financial.

Rumus dari Net B/C:

Dengan memahami lebih dalam mengenai perhitungan IRR, diharapkan anda sebagai pengusaha dalam melakukan investasi bisa lebih hati-hati dan mempelajari data perihal proyek yang sedang dikerjakan tersebut terlebih dahulu. Seberapa besar kemungkinan resiko, keuntungan atau pun kerugian yang mungkin saja terjadi.

Sehingga nantinya, anda sebagai pengusaha dalam mengambil keputusan tidak sembarangan atau asal-asalan, bisa lebih bijak dan berdasarkan dengan fakta yang ada. Pada akhirnya, perusahaan yang anda bangun pun bisa berkembang lebih cepat tanpa adanya kendala-kendala yang berarti dari segi financial.

Dengan menyimak penjelasan yang sudah saya jelaskan secara detail di atas mengenai cara menghitung Internal Return Rate, bagi anda yang sebelumnya kurang paham, diharapkan setelah mempelajarinya menjadi lebih paham lagi. Semoga sedikit pengetahuan yang saya berikan tersebut bisa membantu dan membawa banyak manfaat bagi anda semua.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara menghitung Internal Return Rate, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Net Present Value (NPV)?
Cara Menghitung Earning Per Share
Cara Menghitung Akumulasi Penyusutan
Bagaimana Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Cara Membuat Media Planning
11 Cara Cerdas Memangkas Tarif Bagasi
Cara Menghitung Inventory Turnover Ratio
Cara Menghitung Zakat Deposito Syariah
Begini Cara Menghitung Laju Inflasi
Cara Menghitung Profit Margin


Bagikan Ke Teman Anda