Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Contoh-contoh Kasus Money Laundering atau Pencucian Uang

#money laundering #pencucian uang

Beberapa tahun silam, publik negara kita sempat dihebohkan dengan sosok bernama Dimas Kanjeng yang melakukan pencucian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Sebagaimana kita ketahui pada media yang memuatnya, pencucian uang adalah tindakan kriminal yang berpotensi untuk merugikan negara, karena bagaimanapun juga, uang itu diproduksi oleh negara.

Bukan hanya Dimas Kanjeng yang melakukan pencucian uang. Mengingat pelaksanaan hukum yang masih lemah di berbagai sektor, contoh-contoh kasus money laundering atau pencucian uang seperti poin-poin di bawah ini akan membuat kita tercengang:

1. “Mencuci” Uang Lewat Banyak Nama di Bank

Entah apa yang salah dalam sistem penamaan di bank, namun soal nama ini menjadi salah satu yang paling rawan dalam tindakan money laundering atau pencucian uang. Contoh kasus pencucian uang dalam hal nama ini biasanya dilakukan dengan membuat rekening bank dengan dua nama atau lebih, di mana semakin banyak rekening bank yang dibuat, semakin lancar aksi money laundering yang dilakukan.

Mengenai pembuatan rekening fiktif ini, yang di benak kita biasanya adalah salah satu rekening yang dibuat si pelaku pencucian uang adalah rekening “normal”-nya yang ia lakukan sehari-hari. Padahal sebenarnya, kasus pencucian uang atau money laundering lewat meminjam banyak nama dalam bank tidak semudah itu. Bahkan bisa jadi, semua rekening pelaku digunakan untuk saling “mencuci” uang.

Cara yang paling umum adalah memindah-mindahkan deposito fiktif dari satu rekening ke rekening lainnya lalu membuat semacam tempat penyimpanan palsu untuk menyembunyikan transaksi antar rekening. Cara lain yang serupa namun lebih pintar adalah dengan menggunakan transaksi valuta asing atau dokumen-dokumen semacam letter of credit, di mana cara ini biasanya sering dipakai pelaku yang memiliki rekening bank fiktif asal luar negeri.

Transaksi-transaksi gelap menggunakan dua nama atau lebih dalam bank ini ujung-ujungnya akan membuat uang lari entah ke mana, sehingga uang yang sudah “dilarikan” pelaku ini dapat diperlakukan semau-maunya pelaku. Dengan demikian, penggunaan dua atau lebih pada rekening bank yang “berbeda-beda namun tetap satu” membuat seorang pelaku sukses melakukan money laundering.

2. Modus Transaksi Online Fiktif

Di antara semua transaksi yang ada, transaksi online merupakan transaksi yang paling rentan dengan money laundering. Lemahnya pengamanan transaksi online semacam e-commerce membuat pencucian uang lewat transaksi fiktif menjadi sangat mudah untuk dilakukan.

Pelaku pencucian uang yang jeli akan memanfaatkan kesempatan untuk membaca kebutuhan pasar online. Misalnya, dalam sebuah situs belanja online, produk terlaris adalah pakaian. Maka, pelaku money laundering akan membuat iklan tiruan dari penjual asli pakaian tersebut, di mana pakaian yang ada memiliki bentuk, deskripsi, dan harga yang sama persis.

Masih berkaitan dengan rekening bank, bisa saja pelaku pencucian uang mengaku bahwa ia masih satu saudara dengan si penjual asli. Supaya lebih meyakinkan, ketika kita memeriksa akun media sosialnya, kita mendapati dirinya dan penjual asli terhubung di Facebook dalam status “Brother”, “Sister”, atau sejenisnya, dan saat melihat percakapan mereka memang begitu akrab dan ada foto bersama pula (padahal itu trik Photoshop tingkat dewa, hanya mata kita yang tertipu saat melihatnya).

Ada lagi trik money laundering yang lebih cerdik untuk transaksi online semacam ini, yakni menggunakan 2 rekening atau lebih untuk mengelabui korban. Karena rekeningnya berbeda (dan gaya bicara saat sedang melakukan tawar-menawar juga berbeda jauh), kita pun yakin dua orang yang sama itu adalah orang yang berbeda, tanpa sadar bahwa sebenarnya orang tersebut mengambil keuntungan dari kegiatan money laundering lewat transaksi online fiktif yang dilakukan.

3. Memanfaatkan Struktur Direksi dan Aspek Perpajakan Perusahaan

Bila dikaitkan dengan kriminalitas, kejahatan terkait dengan perusahaan hampir selalu merupakan kejahatan tingkat rumit. Semakin rumit bila aktivitas perusahaan tersebut terbagi atas dalam dan luar negeri.

Kita yang telah mengakrabi dunia kerja tentu tidak asing dengan istilah jajaran direksi dan perpajakan, mengingat kedua hal ini kerap menjadi persoalan utama perusahaan yang sedang atau selalu berekspansi. Dalam hal money laundering, jajaran direksi dan aspek perpajakan merupakan dua aspek yang paling rentan akan kejadian pencucian uang.

Misalnya, direksi dan pemegang saham yang namanya sama pada dua atau lebih perusahaan akan berisiko lebih tinggi untuk melakukan money laundering, karena direksi dan pemegang saham yang sama persis dapat melakukan apapun soal keuangan perusahaan yang mereka sukai, termasuk membeli saham perusahaan di perusahaan mereka sendiri, namun di negara lain dan lewat metode electronic transfer fund untuk menyamarkan tindak pencucian uang mereka.

Ujung-ujungnya, hal ini kaitannya erat dengan penghindaran pajak, di mana negara tax haven selalu menjadi umpan. Perusahaan di negara tax haven mengekspor barang ke negara asal yang pajaknya lebih tinggi, di saat yang sama juga menjual barang dagangan dengan harga mahal, sehingga menyebabkan invoice ganda yang dihasilkan dan pada akhirnya invoice ganda ini menjadi pencetus awal kejadian pencucian uang atau money laundering.

Tiga contoh di atas merupakan contoh kasus money laundering atau pencucian uang yang parah. Kendati pencucian uang sering terkait dengan individu, kenyataannya perusahaan yang “terlegalisir” pun dapat melakukan tindak pencucian uang secara lebih cerdik dan lihai dibandingkan perseorangan. Karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kehati-hatian dalam hal tindak kriminal pencucian uang semacam ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang contoh-contoh kasus money laundering atau pencucian uang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ini Dia Metode Bagaimana Pencucian Uang Terjadi
Seluk-beluk Modus Money Laundering
Daftar Gaji Fresh Graduate (Lulusan Baru) Tahun 2018
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Prinsip 5C dan 7P dalam Pemberian Kredit di Lembaga Keuangan/Bank
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2018
Review Sekilas tentang Koinworks.com
Review Sekilas tentang Amartha.com
Review Sekilas tentang Modalku.co.id
Review Sekilas tentang Investree.id


Bagikan Ke Teman Anda

SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.