Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Di Dunia Cuma Ada Satu Mata Uang Tunggal? Apa yang Akan Terjadi?

Ada satu kisah menarik di dunia keuangan yang kemungkinan besar ‘dilupakan’ oleh masyarakat global. Ini terjadi pada kisaran Maret 2009 dimana Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner, menyatakan bahwa ia tertarik atas penerapan ide satu mata uang global baru yang sepenuhnya ada di bawah kendali dan pengawasan Dana Moneter Internasional alias IMF. Ini sebenarnya bukan ide baru mengingat puluhan tahun lalu John Maynard Keynes pernah melontarkan usulan serupa.

Seakan menanggapi usulan Geithner, PBB juga menyatakan kalau sebaiknya digunakan mata uang global baru menggantikan dolar Amerika. Usulan tersebut keluar saat dilangsungkannya Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Perkembangan (UNCTAD) dengan dalih bahwa sistem mata uang dan aturan permodalan yang mengikat perekonomian dunia tengah mandul dan bertanggung jawab atas krisis ekonomi dan financial global. Rusia dan Tiongkok termasuk negara yang girang atas ide ini.

Hanya saja, mengganti dolar AS dengan mata uang artifisial baru ternyata tak meringankan masalah. Paling tidak, kebijakan tersebut akan menciptakan masalah yang erat hubungannya dengan risiko defisit dalam jumlah besar. Keuntungan dari menerapkan mata uang tunggal hanya terbatas kemudahan saat berkeliling dunia karena tak perlu mengganti mata uang dan juga tak perlu mengkalibrasi perbedaan harga. Selebihnya, hanya ada kerugian yang tersisa.
Di luar pro dan kontra penggunaan satu mata uang tunggal, apa sebenarnya yang bakal terjadi kalau hal tersebut ditetapkan? Simak poin-poin berikut.

1. Ada yang untung, ada yang buntung

Tentu saja, penerapan sistem mata uang tunggal di seluruh dunia akan membawa perubahan tidak kecil; jika tidak dapat dikatakan perubahan tersebut tidak adil. Salah satunya adalah negara maju bakal diuntungkan besar-besaran karena tidak akan ada lagi risiko mata uang di kancah perdagangan internasional. Akan ada juga perubahan di arena permainan global mengingat sejumlah negara seperti Tiongkok tidak akan bisa lagi memanfaatkan pertukaran nilai mata uang alias currency exchange guna memurahkan barang-barangnya di pasar global.

Contoh paling gampang atas perubahan tak adil ini adalah di Eropa, dimana Jerman dituding sebagai salah satu negara yang paling diuntungkan dengan penggunaan Euro. Banyak perusahaan Jerman, yang notabene beberapa di antaranya begitu mendunia, mendadak tak punya pesaing di lapangan. Salah satu akibatnya adalah banyak negara di Eropa bagian selatan yang mau tak mau membutuhkan barang buatan Jerman lebih banyak lagi.

Tentu saja, hal ini membawa aliran uang masuk ke Jerman lebih besar ketimbang sebelum diterapkannya mata uang Euro. Bagaimana dengan negara selain Jerman? Tentu saja, mereka tak terlalu diuntungkan. Keuntungan semacam ini ada kalanya juga dinikmati negara berkembang seperti Zimbabwe. Negara ini kemungkinan besar meraup laba lumayan dengan adanya mata uang yang stabil karena itu berarti Zimbabwe punya landasan kuat untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.

Praktik ini diterapkan gara-gara Zimbabwe hancur lebur gara-gara salah satu hiperinflasi terburuk sepanjang sejarah. Untuk menolong negara tersebut, dolar Zimbabwe harus ‘dimusnahkan’, dan diganti oleh sejumlah mata uang asing, termasuk dolar Amerika, pada April 2009 lalu, tak lama Geithner melontarkan usulannya.

2. Keruntuhan perekonomian

Dari sekian banyak potensi keruntuhan sistem perekonomian yang disebabkan oleh penggunaan sistem mata uang tunggal adalah hilangnya kedaulatan sebuah negara untuk mengatur kondisi moneternya secara independen. Bicara soal ini, tengok saja negara Paman Sam, yang konon perekonomiannya kuat sekalipun. Sebagai imbas krisis 2008, Federal Reserve terpaksa menurunkan tingkat suku bunga ke titik yang tak pernah dibayangkan sebelumnya hanya untuk meningkatkan cadangan uang sebagai dasar menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Memang, langkah ini cukup membantu meredakan resesi di AS. Tindakan agresif semacam ini tak mungkin ditempuh di bawah komando mata uang tunggal dunia. AS, misalnya, tak boleh lagi mengubah kebijakan moneternya semau negara itu karena setiap perubahan kebijakan moneter harus diberlakukan secara serentak di seluruh dunia tanpa terkecuali.

3. Pencetakan dan pengawasan mata uang

Persoalan ini sifatnya teknis belaka. Bagaimanapun juga, mata uang harus ada yang mencetak. Hal yang sama juga berlaku untuk mata uang global; harus ada bank sentral yang menetapkan dan mengawasi regulasi. Contoh yang paling gampang jika hal ini benar-benar diterapkan adalah yang terjadi di Eropa, dimana untuk pencetakan Euro ada di bawah kontrol dan pengawasan sebuah lembaga supranasional, yakni European Central Bank (ECB).

Guna menghindari bias dan konflik kepentingan, lembaga keuangan yang didirikan via kesepakatan negara-negara anggota Masyarakat Ekonomi Eropa, tak boleh memihak negara manapun dan wajib memberi laporan di hadapan Parlemen Eropa dan beberapa badan supranasional serupa lainnya. Tindakan semacam ini rentan ‘kebocoran’ gara-gara kepentingan kelompok tertentu. Belum lagi untuk mencapai kesepakatan yang benar-benar adil dan memihak semua negara di dunia; suatu hal yang sangat tak mungkin terwujud di kala perang gara-gara perebutan minyak bumi masih terjadi.

Penerapan sistem mata uang tunggal yang berlaku di seluruh dunia terdengar seperti mimpi indah di siang bolong. Di luar kajian teoretis, keseragaman sifatnya melemahkan, sementara perbedaan terbukti senantiasa menguatkan. Sistem mata uang tunggal mengandung lebih banyak kerugian ketimbang keuntungan, kecuali di mata negara yang telah mapan secara perekonomian dan mempunyai mesin pencari uang yang mengglobal pula. Belum lagi hal ini berarti masing-masing negara tak punya kedaulatan finansial atas negaranya sendiri.

Lalu, dimana letak kenikmatan menggunakan sistem mata uang tunggal jika tak punya kuasa atas rumah dan halaman rumah kita sendiri?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang yang akan terjadi jika di dunia cuma Ada satu mata uang tunggal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ini Dia Barang-barang Termahal di Dunia
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Apa itu Mata Uang Cryptocurrency?
Mengapa Ada Orang yang Kaya dan Ada Orang yang Miskin di Dunia?
7 Mata Uang Aneh di Dunia yang Tidak Terbayangkan
Masa Depan Bitcoin: Akankah Menjadi Mata Uang Digital Tunggal?
Kaum Top 1% Menguasai Separuh Kekayaan Dunia?
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Membuat Anggaran ketika Sedang Bangkrut
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi


Bagikan Ke Teman Anda