Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ezubao: Kasus Penipuan P2P Lending dengan Skema Ponzi

P2P Lending, atau Peer to Peer Lending akhir-akhir ini telah tidak asing lagi di telinga masyarakat. P2P Lending memang sedang menunjukkan gejala pasar yang baik. Secara global, dipercaya bahwa pasar P2P Lending bernilai lebih dari $130 Miliar, dan diprediksi terus tumbuh hingga mencapai $290 Miliar pada tahun 2020. Hal ini berdasarkan laporan dari Jasa Keuangan Morgan Stanley pada Juni 2015. Cina sendiri menyumbang hampir $103,43 Miliar dari pasar global. Di Cina, juga terdapat lebih dari 4.000 platform P2P dan sudah lebih dari 3 juta akun terdaftar.

P2P Lending merupakan satu platform online tempat seseorang meminjam dan meminjamakan uang. Di sana, seseorang dapat berperan sebagai pemberi pinjaman ataupun peminta pinjaman. Tidak hanya ditujukan untuk perorangan, P2P Lending juga ditujukan untuk lembaga atau instansi. Melihat fungsinya tersebut, P2P Lending terkesan begitu membantu perekonomian seseorang. Seperi yang diketahui, manusia di dunia ini sangat sulit untuk tidak terjerat utang, walaupun dengan nominal yang sangat kecil. Namun, dibalik kemudahan yang disajikan oleh P2P Lending, ternyata ada cerita kelam di balik P2P Lending.

Adalah Ezubao, salah satu platform P2P Lending asal Cina yang telah melakukan penipuan besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, penipuan tersebut melibatkan dana sebesar 7,9 juta USD dan merugikan sebanyak 900.000 investor. Perusahaan yang berpusat di Provinsi Anhui, Cina Timur, ini didirikan pada Juli 2014.

Zhang Min, Presiden Perusahaan Induk, Yucheng Global menyatakan bahwa Ezubao merupakan perusahaan yang beroperasi sebagai skema Ponzi. Dalam skemanya tersebut, orang-orang dibujuk untuk menginvestasikan dananya kepada perushaan Ezubao. Kemudian, perusahaan Ezubao akan mengolah dana tersebut dan meminjamkan dana tersebut kepada orang yang datang ke platform Ezubao sebagai seorang peminjam. Orang yang dananya digunakan untuk memberi pinjaman selanjutnya akan berperan sebagai pemberi pinjaman. Pihak Ezubao memberi iming-iming kepada pemberi pinjaman bahwa peminjam akan melunasi pinjamannya berikut dengan bunganya seiring waktu. Dalam skema tersebut, disebutkan bahwa pihak Ezubao berjanji akan membayar para investor sekitar 7 kali lipat dari tingkat bunga yang dapat diberikan oleh bank biasa. Tingkat bunga yang dijanjikan oleh pihak Ezubao adalah sekitar 9% hingga 14,6%.

Pihak Ezubao tidak tanggung-tanggung dalam menjalankan aksinya. Perusahaan tersebut gencar mempromosikan skemanya hingga memasang iklan di China Central Television, stasiun TV milik Pemerintah Cina. Bahkan Ezubao juga ikut menjadi sponsor siaran online Kongres Rakyat Nasional. Tidak sampai di situ, lebih dari seribu agen sales juga ikut mempromosikan skemanya kepada masyarakat umum.

Usaha keras Ezubao tidak sia-sia. Puluhan ribu pelanggan bergabung dalam skema yang disuguhkan Ezubao tiap minggunya. Bahkan banyak pelanggannya yang merupakan investor kecil dari daerah pedesaan. Pelanggan-pelanggan tersebut percaya pada janji yang ditawarkan oleh Ezubao karena pihak Ezubao dinilai sudah mendapat lisensi dari pemerintah. Hal ini atas dasar iklan yang terpasang pada channel TV pemerintah, serta campur tangan Ezubao dalam acara-acara pemerintahan lain.

Pada Desember 2015, gelagat mencurigakan mulai ditunjukkan oleh pihak Ezubao. Pada periode tersebut, pihak Ezuboa secara mendadak menghentikan segala jenis kegiatan skemanya. Ia mulai menghentikan transaksi-transaksinya, sehingga hal ini mengundang kecurigaan pelanggan Perusahaan Ezubao. Keadaan tersebut membuat para pelanggan yang sudah mulai merasa khawatir dan curiga mulai melapor pada polisi.

Tidak cukup hanya melapor kepada polisi, seminggu pasca Ezubao menghentikan operasinya, ribuan orang turun ke jalanan dengan membawa berbagai spanduk serta slogan untuk demo pada pihak Ezubao. Massa berkumpul di depan markas Ezubao untuk meminta uang mereka kembali. Namun sayangnya, markas Ezubao tersebut telah kosong ditinggal para penghuninya.

Selang beberapa lama pasca kejadian tersebut, pada tanggal 1 Februari 2016, Kantor Berita resmi Xinhua melaporkan bahwa orang-orang di balik skema penipuan perusahaan Ezubao telah ditangkap. Setidaknya terdapat 21 orang yang terlibat dalam skema penipuan tersebut. Sebelum penangkapannya, Ezubao telah diawasi sejak Desember 2015. Investigasi terus dilakukan oleh pihak kepolisian hingga menemukan hasil bahwa sekitar 95% dari invetasi yang dilakukan adalah palsu. Tujuan sebenarnya dari pendirian Ezubao juga terungkap, yaitu Ezubao hanya bertujuan untuk memperkaya para eksekutif senior. Investigasi tersebut dibilang tidak mudah karena dalam usahanya untuk menyembunyikan barang bukti, pihak Ezubao bahkan rela repot-repot menyembunyikan 1.200 dokumen ke dalam 80 tas, dan menguburnya di tepi Ibukota Provinsi, Herei, sedalam 6 meter atau 20 kaki. Namun polisi akhirnya berhasil menemukan dokumen-dokumen tersebut setelah 20 jam bekerja dengan 2 excavator.

Dilihat dari susunan pendirinya, memang ada sebuah keganjilan dalam perusahaan Ezubao. Pendiri Perusahaan Ezubao adalah Ding Ning, yang mana keluar dari sekolah pada usia 17 tahun. Sebelumnya, Ding Ning pernah bekerja di bisnis keluarganya. Setelah itu, ia membuka perusahaan manufaktur pembuka kalengnya sendiri. Pada saat itulah skema Ponzinya mulai terbentuk. Pada tahun 2012, ia pertama kali memulai membuka platform perbankan alternatif Anhui Yucheng Finansial Leasing. Tentu saja ia memulai aksinya tersebut tanpa mengerti apapun mengenai dunia perbankan. Selanjutnya, pada Juli 2014 ia mendirikan perusahaan Ezubao. Senjata yang ia gunakan untuk memajukan perusahaannya hanyalah kepintarannya dalam berbicara, janji imbalan yang tinggi kepada para pelanggan, staf wanita-wanita cantik yang ada di kantor, hingga iklan yang ada di China Central TV. Namun, setelah 18 bulan lamanya beroperasi, Perusahaan Ezubao resmi berhenti.

Karena kasus yang melibatkan banyak orang serta melibatkan pula dana yang sangat besar, kasus penipuan oleh Perusahaan Ezubao ini disebut-sebut sebagai kasus penipuan terbesar di Cina. Meskipun begitu, Victor Shih, Profesor dari Global Policy and Strategy University of California mencium keanehan yaitu walaupun kebenaran mengenai kasus Ezubao telah tersiar luas, pihak regulasi Cina justru tidak melakukan apa-apa. Hal itu merupakan suatu keanehan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kasus penipuan P2P Lending dengan skema ponzi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Today's Top Picks for Our Readers:
Recommended by Recommended by NetLine


Apa itu Peer to Peer Lending?
Pinjaman Online Financial Technology (Fintech)
Apakah Financial Technology (Fintech) itu dan Apa saja Produknya?
UangTeman.com Tawarkan Pinjaman Uang Online
Untung Rugi dalam Bisnis Peer To Peer (P2P) Lending
Fintech dengan Pertumbuhan Cepat
Contoh Modus Penipuan Lewat Telepon
Contoh Modus Penipuan dengan ATM dan Mandiri E-CASH
Produk Keuangan Apa yang Ditawarkan oleh Financial Technology?
Modus-modus Penipuan Lewat Telepon


Bagikan Ke Teman Anda