Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Suku Bunga

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Bank Indonesia adalah lembaga negara yang berwenang untuk menetapkan suku bunga acuan perbankan melalui BI 7 days Repo Ratenya. Meski demikian, kita menemukan bahwa suku bunga di perbankan bisa berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Walaupun nilainya memang tidak jauh berbeda dari suku bunga yang telah ditetapkan BI, namun hal ini menimbulkan satu pertanyaan : sebenarnya faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi suku bunga perbankan?

1. Kebutuhan Dana Masing-Masing Bank Berbeda

Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman. Untuk memenuhi kebutuhan dana, Bank pun melakukan berbagai usaha untuk memenuhinya. Salah satunya adalah dengan menaikkan suku bunga tabungan, giro, ataupun deposito yang disebut dengan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan suku bunga tabungan dan deposito yang meningkat, diharapkan banyak masyarakat yang tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank. Nantinya, uang tersebut akan digunakan kembali oleh masyarakat dalam bentuk pinjaman. Namun seiring dengan meningkatnya suku bunga simpanan, hal ini juga akan diikuti dengan naiknya suku bunga pinjaman. Sebaliknya, jika Bank merasa sudah menghimpun banyak DPK namun permintaan akan kredit sedikit, mereka akan menurunkan suku bunga DPK agar tidak membebani bank.

Karena itulah meskipun memiliki acuan yang sama yaitu BI 7 Day Repo Rate, namun tiap perbankan bisa jadi memiliki bunga simpanan dan pinjaman yang berbeda; tergantung dari ketersediaan dana pada masing-masing bank tersebut.

2. Target Laba Masing-masing Bank Berbeda

Sebagai lembaga keuangan yang profit oriented, Bank tentu saja memiliki target keuntungan yang harus mereka capai. Mereka biasanya menentukan target pencapaian laba secara bulanan, triwulanan, per semester hingga target per tahun.

Salah satu keran perbankan memperoleh keuntungan adalah dari bunga pinjaman. Sebelum menentukan berapa bunga pinjaman Bank yang dipublish, Bank akan memproyeksikan melalui target laba yang ditentukan. Nah, karena tiap Bank bisa jadi memiliki target laba yang berbeda-beda, maka bunga pinjaman tiap-tiap Bank juga bisa berbeda-beda, meski tidak boleh bergerak terlalu jauh dari suku bunga acuan yang ditentukan oleh BI. Hal ini untuk menjaga agar persaingan antar bank tetap terjaga sehat.

3. Kualitas Collateral (Jaminan) Berbeda

Tiap debitur memiliki kualitas jaminan yang berbeda. Ada yang mengagunkan BPKB kendaraan, ada yang mengagunkan SHM atas rumah dan tanah, ada yang mengagunkan suatu proyek yang sedang berlangsung dan lain sebagainya.
Kualitas jaminan tersebut berpengaruh terhadap bunga pinjaman yang akan mereka dapatkan. Sebelum mendapatkan pinjaman, Account Officer (AO) perbankan akan melakukan survei terhadap jaminan yang akan diagunkan. Semakin sebuah jaminan dirasa liquid atau mudah dilelang atau mudah dicairkan, semakin rendah bunga pinjaman yang diberikan kepada debitur, demikian berlaku sebaliknya.

Karena pertimbangan AO di satu Bank dengan Bank lainnya bisa jadi berbeda, maka bunga pinjaman yang diberikan di satu Bank dengan Bank lainnya bisa jadi berbeda pula.

4. Jangka Waktu Pinjaman yang Berbeda

Jangka waktu pinjaman tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah cicilan yang kita bayarkan setiap bulannya, namun juga menjadi bahan pertimbangan bagi AO untuk menetapkan bunga pinjaman yang layak dikenakan kepada debitur.
Semakin panjang jangka waktu pinjaman yang kita ajukan, akan semakin besar terjadinya resiko kredit macet menurut Bank. Semakin besar resiko yang akan Bank tanggung, maka semakin besar bunga pinjaman yang akan Bank kenakan.

Hal sebaliknya berlaku untuk pinjaman dengan jangka waktu yang lebih pendek. Sehingga semakin panjang jangka waktu semakin besar bunga pinjaman; dan semakin pendek jangka waktu semakin kecil bunga pinjaman yang dikenakan Bank.

5. Reputasi Perusahaan yang Berbeda

Untuk calon debitur yang mengatasnamakan perusahaan, maka reputasi perusahaan akan berpengaruh terhadap besaran bunga yang akan ditetapkan. Reputasi perusahaan tersebut dapat dilihat dari arus keuangan perusahaan yang sehat, kelancaran usaha, budaya kerja yang baik dan kegiatan perusahaan yang mengikuti peraturan dari pemerintah.

Semakin terjamin reputasi suatu perusahaan, maka kepercayaan perbankan akan semakin besar. Semakin percaya Bank kepada perusahaan tersebut, maka resiko dirasa semakin rendah. Hal ini membuat Bank akan menimpakan bunga pinjaman yang rendah dibandingkan dengan perusahaan dengan reputasi yang masih diragukan.

6. Hubungan Baik dengan Perbankan

Hubungan baik kita dengan perbankan juga direkam dengan baik oleh perbankan, lho. Karena C yang pertama dari 5C’s of Credit adalah Character, maka pihak bank biasanya merekam dengan baik nasabah-nasabah dengan karakter yang baik dan sudah teruji. Salah satu perbankan terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan di desa-desa terpencil sangat baik menerapkan hal ini karena hubungan nasabah dan pegawai bank yang akrab dan memiliki suasana kekeluargaan.Semakin karakter kita teruji baik, maka pihak Bank tidak akan ragu memberikan pinjaman dengan bunga rendah, karena kita dirasa memiliki resiko yang rendah untuk kredit yang macet.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan suku bunga, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Suku Bunga Tetap & Suku Bunga Menurun?
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perbedaan Karakteristik Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa
Perbedaan Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
Perbedaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Kredit Usaha Mikro (KUM)
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia


Bagikan Ke Teman Anda