Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Hal-hal yang Membedakan Milyarder dengan Kalangan Menengah

#kalangan menengah #milyarder

Berada di kondisi finansial kalangan menengah merupakan titik yang terbilang aman, karena meskipun tidak terbilang kaya namun juga tidak kekurangan. Namun posisi sebagai kalangan menengah sebenarnya terbilang riskan untuk “terjatuh” ke tingkat yang lebih rendah, atau justru menaiki tingkat yang lebih tinggi yaitu menjadi orang kaya. Tentunya posisi sebagai orang kaya atau milyarder lebih menggiurkan untuk dicapai, bukan?

Untuk itu, penting untuk mengetahui bagaimana para milyarder menjalankan hidup mereka sehingga bisa berada di titik tersebut. Berikut adalah perbedaan gaya hidup antara orang yang berada di kalangan menengah dengan para milyarder.

1. Kalangan Menengah Fokus Pada Kenyamanan, Milyarder Memilih Tidak Nyaman

Hal ini mungkin tampak kontradiksi dengan kemampuan finansial milyarder yang tentunya diatas rata-rata orang kebanyakan. Namun ternyata, para milyarder dapat mempertahankan statusnya dengan memilih hidup yang tidak nyaman dibanding orang kebanyakan. Disaat kalangan menengah puas dengan pekerjaan yang aman dan penghasilan rutin, milyarder memilih jalan yang beresiko seperti berbisnis dan berinvestasi.

Dan mereka siap menghadapi resiko kegagalan yang mungkin terjadi jika dalam investasi itu terdapat juga peluang yang besar. Hal ini memang tidak mudah dan tentunya tidak nyaman, karena mengalami kegagalan bukanlah hal yang menyenangkan untuk dialami. Namun akan sebanding dengan pembelajaran yang didapat untuk mengasah kemampuan dalam berinvestasi dan berbisnis, sehingga keuntungan pun akan didapat. Dalam jumlah yang tentunya jauh lebih besar dibanding dari penghasilan pekerjaan yang dimiliki kalangan menengah.

2. Kalangan Menengah Memiliki Pekerjaan, Milyarder Menciptakan Pekerjaan

Dibanding bekerja untuk orang lain, para milyarder memulai dengan mempekerjakan diri sendiri (self-employed) yang kemudian dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hal ini tidak semudah dan se-menyenangkan kedengarannya, karena butuh banyak usaha lebih dibanding mencari pekerjaan dari orang lain. Saat memilih jalan self-employed, bukan hanya karir yang dibangun namun jaringan serta hubungan baik (networking) yang jauh lebih sulit.

Namun tentunya kesulitan itu sebanding juga dengan apa yang didapat. Saat mencari pekerjaan, kita cenderung mencari perusahaan yang dapat menggaji secara rutin namun jumlahnya tetap. Sedangkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan, kita mencari karyawan yang dapat meningkatkan keuntungan secara persentase yang bisa terus bertambah.

3. Kalangan Menengah Memiliki Barang, Milyarder Memiliki Uang

Mobil model terbaru dan rumah mewah justru biasanya dimiliki oleh kalangan menengah yang cenderung menghabiskan penghasilannya, sedangkan para milyarder memilih untuk memiliki uang. Milyader memiliki mindset bahwa untuk menjadi kaya, memiliki banyak uang lebih penting dibanding memiliki banyak barang. Banyak membeli barang hanya akan menghabiskan uang yang dimiliki, dan lebih baik disimpan atau diinvestasikan kepada sesuatu yang berpotensi menguntungkan.

Padahal dari segi kemampuan finansial, para milyarder lebih dari mampu untuk membeli barang mewah atau branded. Namun mereka memilih gaya hidup dibawah kemampuan itu dengan lebih berpikir ke depan, bagaimana pengeluaran yang akan dilakukan tidak merugikan dan dapat menghasilkan keuntungan. Kalau mobil yang dimiliki masih bisa dipakai, kenapa harus membeli mobil baru hanya akan menghabiskan uang serta membutuhkan biaya perawatan dan bensin? Kalau rumah dengan tiga kamar sudah cukup untuk sekeluarga, mengapa harus membeli rumah mewah enam kamar?

4. Kalangan Menengah Berteman dengan Siapa Saja, Milyarder Lebih Bijak Memilih

Berteman dengan orang yang sukses dan memiliki mindset untuk terus maju akan mendorong kita melakukan hal yang sama. Hal inilah yang dilakukan para milyarder sehingga dapat sukses dan mempertahankan kekayaan serta status mereka. Dengan siapa kita bergaul akan mempengaruhi pola pikir dan tindakan yang dilakukan, jadi jauh lebih baik untuk bersama dengan orang-orang yang memiliki tujuan positif.

Berteman dengan orang yang lebih dulu sukses juga dapat memacu diri kita untuk berusaha jadi sukses juga. Dan sebaliknya, kita akan cenderung santai dan merasa aman dengan penghasilan rata-rata jika dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki keadaan yang sama. Pilihlah dengan bijak dengan siapa Anda bergaul, karena teman Anda menunjukkan ikut jati diri Anda.

5. Kalangan Menengah Mengecilkan Potensi, Milyarder Membuat Target Sangat Tinggi

Tentu saja semua orang memiliki target-target yang ingin dicapai dalam hidup, terutama mengenai kondisi finansial. Namun bedanya, kalangan menengah membuat target yang terlihat memungkinkan untuk dicapai dan mengecilkan potensi dirinya sendiri serta peluang yang ada. Sedangkan para milyarder memiliki target-target yang bisa dikatakan sangat tinggi dan seolah tidak masuk akal, namun mereka yakin bisa mencapainya. Dan ya, mereka mencapainya dengan tekad kuat dan prinsip “do or die”.

Hal juga yang menjadi faktor perbedaan mindset ini adalah bagaimana pandangan mengenai uang, dimana kalangan menengah lebih emosional dan para milyarder lebih logis. Kalangan menengah memiliki kekhawatiran dan ketakutan akan kehilangan uang karena resiko yang ada dalam investasi atau bisnis. Sedangkan para milyarder lebih logis dalam memandang uang, yang kemudian mendorong mereka untuk berani mengambil resiko yang ada.

Demikianlah beberapa hal yang membedakan orang dari kalangan menengah dengan para milyarder. Perbedaan tersebut mungkin tampak sederhana dan kecil, namun sebenarnya memberikan dampak yang sangat besar bagi hidup Anda. Karena semuanya kembali lagi pada mindset, tekad, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona aman Anda untuk mendapatkan hal yang jauh lebih baik. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hal-hal yang membedakan milyarder dengan kalangan menengah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

bank, dana darurat, deposito, fraud, investasi, investasi emas, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, keluarga muda, keuangan keluarga, keuntungan kartu kredit, kredit konsumsi, kredit mobil, kredit motor, kredit tanpa agunan, menabung, mengatur keuangan, menunggak KTA, modus penipuan, pekerjaan, pengetahuan umum, Redenominasi, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu debit, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.