Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Hati-hati: Berikut Modus Penipuan di Jalan Raya!

Modus penipuan bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Salah satunya adalah modus penipuan yang dilakukan di jalan raya. Baru-baru ini, ada banyak modus penipuan baru yang dikembangkan, sehingga Anda harus selalu waspada dan hati-hati.  Jika Anda lengah, bisa-bisa nyawa Anda yang menjadi taruhannya. Inilah beberapa modus penipuan di jalan raya yang harus Anda waspadai.

  • Menjatuhkan cek palsu

Modus penipuan yang satu ini dilakukan dengan cara menjatuhkan amplop cokelat yang dibungkus dengan plastik bening. Saat dibuka, Anda akan menemukan cek berisi uang miliaran rupiah, lengkap dengan surat tanah dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Modus penipuan satu ini akan membuat penemunya sangat senang.

Setelah menemukan amplop tersebut, Anda akan dijanjikan sejumlah hadiah sebagai imbalan. Si penelepon meminta Anda untuk pergi ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang disebutkan.

Modus yang satu ini memang sangat menggoda, karena di bagian luar amplop tertulis “Dokumen Penting” sehingga siapa saja yang menemukan pasti akan membukanya. Di dalam amplop tertera nomor telepon yang bisa dihubungi. Jika Anda menemukan benda semacam ini di jalan, segera hubungi pihak berwajib dan jangan langsung menelepon ke nomor yang tertulis.

  • Pengeroyokan

Penipuan di jalan raya dapat dilakukan dengan berbagai cara, bahkan menggunakan kekerasan sekalipun. Itulah mengapa Anda harus selalu berhati-hati, terutama jika sedang berkendara menggunakan sepeda motor.

Modus ini biasanya dilakukan di lampu merah. Korban yang sedang berhenti menunggu lampu hijau tiba-tiba dikepung segerombolan orang yang juga mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian menuduh korban telah melakukan pengeroyokan terhadap saudaranya. Korban diminta menepi untuk membicarakan masalah secara baik-baik.

Korban yang tercengang mau tidak mau menuruti pelaku. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada korban sebagai bentuk pertanggung jawaban. Ketika korban menolak, pelaku dan gerombolannya akan melakukan pengeroyokan dan merampas barang-barang berharga milik korban seperti uang, handphone, dan sepeda motor.

  • Razia polisi gadungan

Jika Anda menemukan polisi melakukan razia di jalanan yang sepi, berhati-hatilah karena bisa jadi ia adalah polisi gadungan yang berencana melakukan penipuan. Inilah perbedaan polisi sungguhan dengan polisi gadungan. Polisi sungguhan tidak pernah melakukan razia di jalan sepi.

Modus penipuan dilakukan dengan menghentikan pengendara sepeda motor. Polisi gadungan kemudian berdalih menggiring korban ke kantor polisi. Si polisi gadungan kemudian membonceng korban dengan sepeda motor milik korban. Di tengah jalan, pelaku menurunkan korban dan membawa lari sepeda motor korban.

Polisi gadungan yang melakukan patrol palsu ini hanya bermodalkan seragam polisi dan senjata air soft gun. Saat bertemu polisi yang sedang melakukan razia, jangan lupa meminta mereka untuk menunjukkan identitas asli.

  • Kehabisan uang di jalan

Penipuan tidak selalu dilakukan dengan cara licik dan kekerasan. Dengan memanfaatkan belas kasihan orang lain, sekelompok orang mengembangkan modus penipuan baru dengan berpura-pura kehabisan ongkos di jalan dan meminta pada orang lain.

Biasanya modus ini dilakukan oleh seorang wanita yang menyandang sebuah tas dan berjalan kaki di jalan raya. Ia akan menghampiri siapa saja yang ia temui dan menceritakan kondisinya yang kehabisan uang dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Jumlah yang diminta sebenarnya tidak besar, hanya Rp 10.000 saja. Namun si pelaku tidak hanya meminta pada satu orang saja. Modus ini sangat meresahkan masyarakat dan diduga dilakukan oleh kelompok yang terorganisir.

  • Kehabisan bensin

Satu lagi modus penipuan yang harus diwaspadai saat di jalan. Modus kehabisan bensin ini biasanya menjadikan anak-anak sekolah sebagai korban dengan alasan mereka lebih mudah dikelabui. Sama seperti modus penipuan lain pada umumnya, pelaku adalah bagian dari kelompok terorganisir.

Berdasarkan peristiwa yang terjadi di daerah Bekasi, dua orang pelaku mendekati dua orang korban yang berboncengan naik sepeda motor. Dengan dalih kehabisan bensin, pelaku meminta korban mendorong motornya. Di tengah perjalanan, pelaku mengambil alih motor korban. Saat sedang mencari pom bensin pelaku yang membawa motor korban akan berpura-pura mengambil suku cadang ke suatu tempat. Namun si pelaku tidak kembali dan membawa lari sepeda motor tersebut.

  • Menyerempet kendaraan

Modus penipuan di jalan yang satu ini sebenarnya mirip dengan modus pengeroyokan. Korban dicegat di tengah jalan oleh pelaku yang biasanya terdiri dari tiga sampai empat orang. Pelaku kemudian menuduh korban telah menyerempet saudaranya dan meminta pertanggungjawaban. Korban digiring ke tempat sepi untuk menjelaskan duduk perkaranya. Sepeda motor milik korban dibawa oleh salah satu pelaku sebagai jaminan agar korban tidak lari.

Saat itulah korban ditodong untuk menyerahkan sepeda motor dan barang berharga lain yang mereka miliki. Pada kasus yang terjadi di Malang, dua orang korban kehilangan satu unit motor Ninja RR dan uang tunai senilai Rp 9 juta.

  • Meminjam kartu e-toll

Modus yang satu ini tergolong baru, mengingat pembayaran tarif tol dengan menggunakan kartu baru diberlakukan pada bulan Oktober 2017. Berhati-hatilah jika ada yang meminta tolong untuk meminjam e-toll di gerbang pintu tol.

Menurut pengalaman seorang ibu rumah tangga di Jakarta, ia mengalami penipuan dengan menggunakan modus ini. Pintu mobilnya diketuk oleh seorang oknum yang mengaku kehabisan saldo e-toll. Setelah menyerahkan kartunya, si pelaku lari tanpa mengembalikan kartu. Beruntung suami korban mampu mengejar dan menangkap si pelaku.

Sambil meminta maaf, pelaku menyerahkan kartu e-toll tersebut. Namun saldo yang ada di dalamnya ternyata telah dikuran habis oleh si pelaku.

Kejahatan di jalan kini bermacam-macam modusnya. Selalu waspada, hati-hati dan jangan mudah percaya kepada siapapun saat Anda berada di perjalanan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang modus penipuan di jalan raya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Melindungi Diri Anda dari Penipuan
Modus-modus Penipuan Lewat Telepon
Hati-Hati Ketika Menerima SMS Modus Penipuan ini!
Contoh Modus Penipuan dengan ATM dan Mandiri E-CASH
Modus-modus Penipuan Melalui Telepon
Modus Penipuan Uang Gaib/Uang Soekarno
Contoh-contoh Kasus Penipuan dengan Modus Investasi Bodong
Jenis Penipuan Scam yang Sering Terjadi di Indonesia
Jangan Mudah Tergiur, Pelajari Modus-modus Penipuan dalam Jual Beli Tokek
Modus-modus Penipuan di ATM


Bagikan Ke Teman Anda