Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ide Menghemat Uang Bagi Generasi Milenial

Milenial adalah contoh generasi yang mudah sekali menjadi objek budaya konsumerisme dan hedonisme. Tinggal klik saja satu tagar, dan kamu akan terhubung dengan berbagai promosi barang yang begitu menggiurkan.

Jika kamu tidak pandai mengontrol diri, bisa dipastikan kamu akan kerepotan memenuhi semua keinginan kamu. Salah satu caranya adalah dengan ide menghemat uang bagi generasi milenial seperti yang dipaparkan oleh Jack Lee, penulis di situs HubPages berikut ini.

1. Hindari perbuatan yang menghabiskan banyak dana dan merugikan diri sendiri

Saat muda, ada banyak sekali godaan untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti merokok, nongkrong tanpa tujuan, melakukan transaksi obat terlarang bahkan pergaulan bebas. Sebelum melakukan hal-hal tidak bermanfaat tersebut (memang berkesan bermanfaat karena dianggap menambah relasi, tapi tetap saja banyak tidak bermanfaatnya), selain memikirkan tentang konsekuensi agama dan sosialnya, pikirkan juga berapa rugi finansial yang akan kamu dapatkan jika melakukan hal-hal tidak berguna tersebut.

Merokok, misalnya. Seorang perokok ringan saja belum tentu mampu bertahan dengan selinting rokok saja, bukan. Jika harga sebatang rokok berkisar antara 6 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah, walau tergolong kecil, tapi masih merupakan jumlah yang dapat dialihkan ke barang lain yang lebih bermanfaat. Buku atau kuota untuk mencari referensi dan ilmu, misalnya.

Bayangkan perokok berat yang dalam sehari bisa menghabiskan 6 hingga 10 bungkus sehari! Selain menjadikan organ paru-parunya sebagai tempat sampah dan calon kuburan karena serangan kanker, mereka juga menghabiskan banyak sekali dana yang sebenarnya bisa diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

Tidak ada gunanya merokok, walau kadang terlihat keren tapi ketahuilah bahwa asap rokok dan partikulat yang kamu hasilkan adalah mesin pembunuh bagi orang lain. Begitu pula narkotika dan pergaulan atau seks bebas. Kerugian fisik, norma, dan finansial menunggu kamu dengan tangan terbuka di depan.

Manfaatkan dana-dana berlebih di masa muda untuk ditabung sebagai investasi masa depan. Lumayan untuk menjadi modal usaha dan modal untuk membantu finansial lebih banyak orang lagi. Kesempatan beramal yang menggiurkan, bukan?

2. Gunakan merk alternatif

Jika kamu ingin membeli kopi S, pikirkan dulu. Jika ada kopi lokal yang sama atau lebih enak dibandingkan kopi ini, kenapa tidak beli saja kopi yang lebih murah? Ada banyak sekali alternatif-alternatif produk di dunia ini, thanks to capitalism. Masing-masing merk memiliki pesaingnya sendiri tanpa terkecuali. Penggunaan merk alternatif yang lebih murah efektif membantu gerakan penghematan uang kamu.

3. Biasakan menyetok barang

Biasakan buat stok barang dalam jumlah banyak. Ada seorang tokoh ekonoomi yang menyatakan bahwa lebih murah membeli selusin air minum dalam kemasan botol daripada beli satu per satu.

Tentu saja, selain harga modal dasar, tentu penjual juga harus memasukkan harga laba, harga biaya tansportasi dan beberapa biaya yang penting dipertimbangkan. Membeli banyak berarti laba untuk barang banyak, dan membeli sedikit berarti laba untuk atau barang yang biasanya lebih banyak meraup untung daripada untung beli banyak.

4. Pertimbangkan jenis asuransi yang kamu pilih

Pertimbangkan jenis asuransi dan tawaran harga premi yang akan kamu pilih. Bisa jadi masing-masing paket memiliki perbedaan harga hingga dua kali lipat, namun paket perlindungan yang ditawarkan juga tidak terlalu berbeda.

5. Gunakan jasa alternatif yang low-cost namun terpercaya

Selain bawang, jasa alternatif yang lebih murah dapat jadi pilihan. Misalkan dalam memilih tukang cukur. Kadangkala seorang pria tidak perlu untuk memangkas rambutnya di barbershop jika ia memilki kenalan seoarng tukang cukur rambut yang bagus dan amanah.

Berbicara tentang efektivitas dana dan hasill, kamu justru disarankan sekali untuk menggunakan jasa murah namun berkelas. Efektif unuk mengurangi budaya konsumerisme dan hedonisme.

6. Hindari hutang dan penunggakan bayaran

Walaupun hutang itu mudah untuk dibuat dan dicatat, namu kebanyakan kita akan lupa dan tanpa disadari akan membuat banyak hutang ke rekan-rekan sepermainan. Betul?

Saat akan membeli makanan dan menyadari bahwa uang kamu habis, dengan cepat kamu akan mengode salah satu teman akrab dan berkata, “Ngutang dulu, yak. Gue ganti besok”. Saat itu temanmu mungkin mengiyakan dan satu masalah terselesaikan. Akan tetapi, karen terbawa suasana, tidak jarang kamu akan lupa masalah hutang-piutang ini.

Ketika memutuskan berhutang, kamu wajib menyadari bahwa orang-orang memiliki beban finansialnya masing-masing. Mungkin saat itu rekanmu sangat butuh dana, namun karena kesetiakawanannya, Ia memutuskan membantumu. Ada rasa sungkan di dirinya untuk meminta dana pinjaman itu segera dilunasi.

Lunasi dengan segera. Jika tidak, hal yang paling horor adalah ketika semua tagihan datang di waktu yang berdekatan. Uang kamu bisa habis dan kamu tidak punya dana yang cukup untuk menghadapi hari-hari ke depan. Selain hutang kepada teman, bayaran produk langganan, tagihan langganan, hingga premi asuransi adalah hal yang tidak boleh kamu lupakan, ya.

7. Gunakan jasa yang ditanggung asuransi

Percayalah, menggunakan jasa yang ditanggung asuransi sangat membantu kamu dalam berhemat. Sebagai contoh, untuk memeriksakan mata di balai kesehatan, kamu dapat merogoh kocek mulai dari 135 ribu Rupiah. Jika kamu merupakan pasien BPJS atau asuransi kesehatan lainnya, bisa saja kamu tidak membayar karena sudah disubsidi oleh pemerintah. 135 ribu Rupiah tadi dapat dibelikan ke hal lain seperti makanan hari ini dan besok!

7 ide menghemat uang bagi generasi milenial diatas adalah langkah-langkah paling efektif yang tujuannya adalah mengontrol akar budaya konsumerisme dan hedonisme: perasaan gengsi. Percayalah, memotong gengsi adalah cara utama agar proses penghematan dana kamu berhasil.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang ide menghemat uang bagi generasi milenial, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Tip Keuangan Sederhana dengan Hasil Maksimal
Cara Mempersiapkan Dana Darurat dengan Baik dan Benar
Kesalahan Pola Asuh Anak Mengenai Keuangan yang Mungkin Anda Lakukan
Tagihan Mana yang Harus Dibayar Dulu?
Apa itu Uang Gobog?
Kebiasaan Hidup untuk Mencapai Kebebasan Finansial
Cara Mengirim Uang dengan Western Union
Cara Mencari Uang Jajan Tambahan untuk Anak Sekolah
Apakah Kita Hidup untuk Uang?


Bagikan Ke Teman Anda