Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Jangan Menyewakan Rumah kepada Orang Seperti Ini

Memiliki bisnis penyawaan rumah atau properti memang menjadi tren akhir-akhir ini, seiring pula dengan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal, baik itu dalam waktu yang singkat atau pun lama. Jika Anda memiliki atau berniat untuk mendirikan bisnis sewa rumah, maka Anda harus pandai-pandai melakukan seleksi kepada calon penyewa.

Dengan mengenal lebih jauh lagi calon pengghuni sementara rumah Anda, maka Anda bisa duduk tenang dan bersantai tanpa harus dibebani pikiran buruk tentang keadaan rumah selama Anda tinggalkan. Oleh sebab itu, pahamilah untuk tidak menyewakan rumah kepada orang-orang dengan karakter atau model pembawaan seperti tertulis dalam daftar ini.

Jangan Sewakan Rumah Anda kepada Orang Seperti Ini:

1. Tidak mau menyertakan data pribadi

Jangan pernah menyewakan rumah Anda untuk orang yang enggan menyerahkan data pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga pada Anda.

Hal tersebut penting, mengingat maraknya aksi kejahatan seperti terorisme yang mulai dirancang dari sebuah rumah sewa.

Mengetahui identitas serta tempat asal sang penyewa adalah sebuah langkah bijak untuk mengamankan properti Anda sendiri dari penyalahgunaan dan kerusakan permanen.

Jika terjadi suatu kejahatan atau peristiwa yang melibatkan penyewa rumah Anda, tentu yang pertama kali ikut terseret adalah Anda sebagai pemilik rumah.

2. Berbohong tentang penghasilan

Sering kali calon penyewa berbohong mengenai penghasilan mereka agar permintaan sewa rumah mereka diterima.

Jika ada pelanggan Anda yang melakukan hal demikian, sebaiknya segera tolak. Ketidak jujuran di awal akan membawa buntut negatif yang panjang.

Lagi pula dengan menyembunyikan jumlah penghasilan yang sebenarnya, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa sang penyewa rumah tengah bermasalah dengan kondisi finansialnya. Jangan sampai hal tersebut berbuntut pada menunggaknya uang sewa yang pastinya akan merugikan Anda.

3. Terindikasi pernah melakukan kejahatan

Hindari pula menyewakan properti Anda pada mantan pelaku kejahatan yang berbau pencurian dan juga kekerasan.

Begitu pula untuk orang yang pernah dihukum, atau pernah melakukan tindakan pelanggaran seksual. Orang semacam ini tidak layak untuk menghuni rumah Anda.

Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut, tentu akan merugikan imaje Anda dan rumah yang biasa Anda sewakan.

Siapa yang mau percaya untuk menyewa rumah, jika rumah tersebut banyak dihuni oleh pelaku tindak kekerasan dan kejahatan lainnya?

4. Memiliki kredit macet dan tidak membayar tagihannya

Orang dengan tipe seperti ini sangat sulit bahkan akan selalu menghindar jika nantinya Anda minta untuk membayar uang sewa.

Bahkan bisa jadi, beban tagihan kreditnya yang sudah besar akan membuat sang penyewa meremehkan uang sewa sebagi hak Anda.

Orang seperti ini wajib untuk diwaspadai, bahkan ditolak saat hendak menyewa, jangan sampai dia melarikan diri saat waktu membayar sewa tiba.

5. Teman dan keluarga

Apa maksudnya tidak boleh menyewakan pada teman dan keluarga? Tentu saja boleh, selama mereka mau membayar sesuai dengan harga sewa yang sudah ditetapkan.

Itulah sebabnya sangat penting untuk memberi garis tegas antara bisnis dan juga pertemanan. Banyak orang yang bisnisnya hancur karena rasa sungkan menagih atau minta uang sewa pada saudara atau teman mereka.

6. Sering melanggar kesepakatan

Setiap pemilik rumah tentu punya kesepakatan khusus untuk menyewakan propertinya, seperti dilarang membawa hewan peliharaan, selalu menjaga kebersihan, atau dilarang membawa pasangan yang bukan suami istri sahnya. Jika Anda menemukan penyewa melakukan pelanggaran tersebut, maka sebaiknya pada periode penyewaan selanjutnya Anda tidak memberi ijin.

Begitu mereka mendapat celah kelonggaran, maka selanjutnya mereka akan melakukan pelanggaran lain yang lebih besar.

7. Orang yang jorok

Dari tampilan seseorang kita bisa menilai apakah orang tersebut dapat bertanggung jawab terhadap properti atau rumah yang akan kita berikan padanya untuk disewa, atau malah “menghancurkannya”.

Jika Anda melihat tampilannya tidak rapi, kusut, dengan kendaraan yang di cat menggunakan warna atau gambar yang tidak jelas, maka jauhkan pikiran Anda untuk menyewakan properti pada mereka.

Tentu sangat penting dalam menjaga serta berhati-hati saat menyewakan rumah, agar sekembalinya Anda pada hunian tersebut, semua perabotan dan perlengkapan rumah tetap baik-baik saja seperti sedia kala.

8. Berlaku sombong

Orang yang memiliki tabiat sombong memang sangatlah menyebalkan. Mereka, sang penyewa sombong itu, sering kali meremehkan kita dan menganggap kita sebagai pelayan saat kita menunjukkan bagian-bagian rumah. Padahal belum tentu mereka memiliki kekayaan sebanyak apa yang mereka tampilkan di luar. Hal tersebut memang seringkali mengganggu dan menyinggung perasaan.

Jika saya bertindak sebagai pemilik rumah dan menemui calon penyewa demikian, maka saya akan menolak mentah-mentah permintaannya, tentu saja secara halus, yaitu dengan menaikkan harga sewa setinggi-tinginya. Biarkan mereka membayar tinggi sesuai dengan tingginya gaya mereka, orang sombong biasanya bersedia membayar lebih demi mempertahankan harga diri mereka.

Tetapi jika kesombongan mereka hanyalah bagian dari gaya, maka mereka akan menyingkir dengan sendirinya. Orang dengan tipe seperti ini juga sering kali meminta pelayanan ekstra yang tidak tertuang dalam kesepakatan awal, jadi, sebaiknya coret orang dengan karakter seperti ini dari daftar calon penyewa rumah Anda.

Menyewakan rumah untuk mendapatkan sejumlah uang memang merupakan pertaruhan yang besar. Ada kalanya kita merasa beruntung karena telah menyewakan rumah pada orang yang tepat dan baik hati, namun ada kalanya juga kita merasa dirugikan saat sang penyewa “berulah”.

Oleh sebab itulah, sangat penting bagi kita untuk melakukan seleksi dan pengamatan terlebih dahulu sebelum memberikan akses rumah kita kepada orang lain. Dan jangan lupa untuk selalu meminta copy kartu identitas demi kemamanan dan kenyamanan bersama.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hal-hal dalam menyewakan rumah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ingin Membeli Rumah? Jangan Lupakan Hal-Hal Berikut Ini!
Tip KPR untuk Pembeli Rumah Pertama
Cara Menghemat Biaya Pengeluaran di Rumah
Faktor Ini Perlu Menjadi Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah!
Sewa Rumah vs Beli Rumah, Manakah yang Lebih Baik?
Ingin Membeli Rumah Idaman? Ikuti Langkah-Langkah Berikut Ini!
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Mending Sewa Rumah atau Beli Rumah KPR?
Tanda Anda Siap Punya Rumah Sendiri
Apa Untung Rugi Belanja Secara Grosir?


Bagikan Ke Teman Anda