Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kamu Pelit atau Hemat? Ini Ciri-ciri orang Pelit!

Menghasilkan uang memang bukan perkara mudah. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, dan hal itu membuat Anda berhemat semaksimal mungkin. Tapi tahukah Anda, seseorang yang terlalu berhemat akan menjadi orang yang pelit. Atau apakah Anda termasuk orang pelit yang menjadikan berhemat sebagai kambing hitam?

Tentu saja ada beberapa hal yang membedakan orang pelit dan orang hemat. Namun perbedaan antara keduanya sangat tipis, hingga Anda sendiri mungkin tidak menyadarinya.

Berhemat adalah mengeluarkan secara bijaksana, tahu mana yang penting dan mana yang tidak. Sementara pelit berarti memangkas pengeluaran sebanyak mungkin hingga merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal apa lagi yang membedakan seseorang yang hemat dan pelit?

Ciri-Ciri Orang Pelit

Pelit adalah sebuah sifat buruk yang diakibatkan oleh keserakahan. Bahkan pelit juga bisa menjadi sebuah obsesi. Seseorang yang pelit menganggap dan menempatkan diri mereka lebih miskin dari yang sesungguhnya.

  • Terang-terangan Melanggar Peraturan

Anda adalah orang yang pelit jika Anda melanggar sebuah peraturan yang umumnya ditaati oleh semua orang. Misalnya saja saat Anda menonton di bioskop, tertulis larangan membawa makanan dari luar. Sementara tidak ada orang yang melanggarnya, Anda diam-diam menyelundupkan sebotol air dan makanan ringan. Atau contoh lainnya, Anda memalsukan umur anak Anda agar mendapat tiket kereta api gratis.

Melanggar peraturan semacam ini tidak akan membawa Anda ke penjara. Namun lebih dari cukup untuk membuktikan betapa pelitnya Anda.

  • Meminta Gratisan Pada Orang Lain

Orang pelit menerapkan prinsip yang mirip dengan orang berdagang: mendapatkan untung sebanyak mungkin dengan modal seminimal mungkin. Namun tentu saja orang pelit tidak menggunakan modal sama sekali.

Misalnya saja, Anda memanfaatkan teman-teman Anda untuk keuntungan pribadi. Saat Anda akan mengadakan pesta ulang tahun untuk pacar Anda, Anda meminta band teman Anda untuk tampil secara gratis. Anda boleh saja meminta diskon, namun meminta mereka tampil tanpa dibayar sama saja dengan tidak menghargai kerja keras mereka.

  • Mencuri dari Orang Lain

Ada banyak bentuk pencurian yang bisa dilakukan, dan hal itu tidak selalu yang melanggar hukum. Menggunakan WiFi tetangga Anda tanpa izin atau menonton film yang diunggah secara ilegal juga merupakan bentuk pencurian.

Anda mungkin tidak menyadarinya, namun perbuatan yang Anda lakukan sangat merugikan pihak lain. Jika Anda memang tidak mampu membeli pulsa untuk internet atau pergi ke bioskop untuk menonton film, setidaknya jangan mencuri kedua fasilitas tersebut dari orang lain.

  • Tidak Pernah Memberi Tip

Rasanya wajar saja kalau Anda memberi tip untuk pelayan yang saat Anda makan di restoran. Sedikit uang Anda akan sangat berarti bagi mereka yang penghasilannya tidak seberapa. Anda juga tidak perlu memberi tip dalam jumlah yang besar.

Namun hal tersebut tidak akan pernah dilakukan oleh mereka yang pelit. Setiap rupiah sangat berharga dan mereka tidak tahu bagaimana berbagi dengan orang lain.

  • Hemat Berlebihan Hanya untuk Merugi di Masa Mendatang

Jika Anda berbelanja dengan orang pelit, mereka akan mengutamakan harga dibanding kualitas. Mereka akan memilih barang yang paling murah untuk dibeli, tanpa memperhatikan kualitas barang tersebut. Inilah mengapa orang-orang pelit cenderung mengeluarkan lebih banyak uang di masa mendatang.

Sebagai contoh, Anda harus mengganti lampu di rumah Anda. Anda membeli lampu yang paling murah dari merk yang tidak berkualitas. Padahal hanya dengan selisih beberapa ribu rupiah saja, Anda sudah bisa mendapatkan merk yang lebih baik dan lebih tahan lama. Akibatnya, lampu yang Anda beli tidak mampu bertahan hingga sebulan. Pada akhirnya Anda harus membeli lampu baru lagi dan mengeluarkan lebih banyak uang.

  • Menimbun Barang Bekas

Satu hal yang pasti dilakukan oleh orang pelit adalah: tidak pernah membuang barang bekas, apapun itu. Memiliki pemikiran untuk mendaur ulang barang yang tidak terpakai memang baik, namun tidak semua barang bekas tidak terpakai.

Orang yang berhemat dapat membedakan mana barang yang masih layak pakai dan mana yang harus dibuang. Jika Anda membuka gudang rumah orang pelit, Anda akan menemukan banyak barang bekas yang sama sekali tidak bisa dipakai. Mereka menimbunnya dengan alasan bahwa barang tersebut mungkin saja akan berguna suatu saat nanti.

  • Tidak Menghargai Waktu

Orang pelit memperlakukan uang mereka seperti harta karun, namun tidak begitu menghargai waktu yang mereka miliki. Agar tidak mengeluarkan uang, mereka rela pulang ke rumah untuk mengambil dokumen yang tertinggal daripada membayar jasa untuk mengantarkannya ke kantor.

Dengan waktu yang dihabiskan untuk pulang pergi, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor dan menghasilkan uang lebih banyak lagi. Jumlahnya tentu saja jauh lebih besar dari yang harus Anda keluarkan untuk membayar jasa kurir.

  • Tidak Punya Kehidupan Sosial yang Baik

Sebagai makhluk sosial, hakikat manusia adalah hidup berdampingan dengan orang lain. Namun jika Anda tidak pernah berkumpul dengan teman-teman, berlibur bersama, atau sekedar makan di luar, tidak perlu diragukan lagi bahwa Anda memang orang pelit.

Orang yang hemat mengutamakan orang lain daripada menabung, namun orang pelit meletakkan menabung di atas segalanya. Mereka bahkan tidak sungkan menolak ajakan teman sekantor untuk makan bersama hanya karena harus mengeluarkan uang untuk membayar makanan tersebut. Bukannya Anda tidak mampu membayar, Anda memang tidak ingin mengeluarkan uang untuk itu.

Berhemat bukan berarti menyimpan semua uang Anda. Berhemat adalah tentang menyusun prioritas. Tahu kapan harus mengeluarkan uang dan kapan harus menyimpan uangnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang ciri-ciri orang pelit, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Tips Mengatur Uang Ala Orang Tiongha
Alasan Seorang Sales Gagal dalam Menjual
Apa itu Utang Jangka Pendek?
Agar Bisa Menabung, Hindari Beli Barang Berikut
Membuat Anggaran ketika Sedang Bangkrut
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?


Bagikan Ke Teman Anda