Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kendala UKM: Bisnis Kecil Sulit Berkembang

#berkembang #bisnis kecil #ukm

Tak bisa dipungkiri bahwa bisnis sebagai kegiatan ekonomi memiliki peran yang signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebagaimana diketahui bahwa skala bisnis dikategorikan menjadi tiga, yakni mikro, kecil, menengah, dan besar. Setiap orang pasti memiliki impian dan harapan bisa merintis bisnis yang mampu berkembang dengan pesat. Namun, untuk mewujudkan hal itu tentunya tidak mudah karena dibutuhkan upaya dan modal yang besar.

Sebelum menjadi besar, suatu bisnis pastinya dimulai dari skala mikro atau kecil terlebih dahulu. Dalam perjalananya, tak semua bisnis mampu meningkatkan levelnya pada skala besar. Bahkan, tak sedikit bisnis kecil yang sulit berkembang. Artinya, produktivitas yang dihasilkan hanya mencapai batas tertentu saja. Secara matematis, tidak ada penambahan aset pada bisnis tersebut. Oleh sebab itulah bisnis dikatakan tidak mengalami perkembangan.

Memang dibutuhkan upaya, kerja keras, dan strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnis. Tak hanya modal, tetapi strategi dalam membidik pasar sasaran juga turut memainkan peranan. Jika semua elemen strategi telah dilakukan, tetapi masih belum juga menunjukkan adanya perkembangan yang berarti pada bisnis, artinya ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya.

Penasaran apa saja yang menjadi penyebab bisnis kecil sulit berkembang? Inilah ulasan penyebabnya.

  • Lokasi bisnis kurang strategis

Disadari atau tidak lokasi bisnis memiliki peranan penting dalam perkembangan bisnis itu sendiri. Oleh sebab itu penentuan lokasi sangatlah penting saat akan merintis suatu bisnis. Agar bisnisnya berkembang secara signifikan, umumnya pelaku bisnis memilih lokasi yang strategis. Apa kriteria lokasi yang strategis itu? Banyak. Utamanya dekat dengan pasar sasaran, sehingga mampu menjangkau mereka dengan mudah. Selain itu, lokasi bisnis yang strategis juga harus mudah diakses, sehingga proses produksi hingga pemasaran dapat dengan mudah dilakukan. Kemudahan diakses dan berdekatan dengan pasar sasaran menjadikan lokasi strategis tidaklah murah.

Berbisnis di lokasi yang strategis mudah saja bagi pelaku bisnis skala besar, karena mereka memiliki kemampuan modal. Namun tidak bagi pelaku usaha kecil, yang cenderung memiliki keterbatasan modal. Berbekal modal yang dimiliki, pelaku bisnis kecil lebih memilih untuk menjangkau ceruk-ceruk pasar yang lepas dari perhatian atau tidak dijangkau oleh pelaku bisnis besar. Merintis bisnis di lokasi yang kurang strategis secara ekonomi hanya melayani kebutuhan pasar lokal saja, sehingga jangkauan pasarnya terbatas. Keterbatasan jangkauan pasar ini tentu mengakibatkan pertumbuhan bisnis tersendat, karena perputaran barang atau jasa yang menjadi produk utama bisnis lambat. Itulah sebabnya bisnis kecil sulit berkembang.

  • Banyak pesaing

Persaingan dalam bisnis merupakan hal yang wajar dan hukumnya sah-sah saja. Tak hanya bisnis skala besar, yang skala kecil pun banyak pesaingnya. Alasannya sederhana, kebutuhan modal yang tak terlalu besar sehingga banyak yang tertarik untuk merintis bisnis kecil. Banyaknya pelaku bisnis kecil yang menekuni bidang sama dengan jangkauan layanan pasar sama pula tentu akan mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan bisnis tersebut.

Sebagai contoh, dalam satu wilayah kota terdapat banyak pelaku bisnis bakery. Bagi konsumen dan pelanggan hal ini tentu menguntungkan karena lebih banyak pilihan. Namun bagi pelaku bisnis bakery itu sendiri, persaingan dalam bisnis tersebut semakin ketat. Apalagi jika terdapat pemain yang skala bisnisnya menengah bahkan besar, tentu akan menggerus keberadaan pemain bisnis skala kecil. Bagi mereka yang mampu menerapkan strategi yang baik, tentu akan selamat dari persaingan sehingga bisa eksis melayani pasar. Sementara bagi mereka yang hanya mengandalkan keterampilan berproduksi saja, tentu akan sulit menjangkau pasar karena tidak dibarengi dengan strategi pemasaran yang maksimal.

Dari ilustrasi di atas tampak bahwa persaingan ketat dalam bisnis menjadikan ruang gerak untuk menjangkau pasar terbatas. Keterbatasan tersebut secara otomatis akan mempengaruhi kemampuan bisnis dalam melebarkan sayapnya. Oleh sebab itulah bisnis kecil dengan banyak pesaing sulit untuk berkembang.

  • Tidak dipengaruhi gaya hidup

Setiap orang pastilah memiliki kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Namun, sering kali kebutuhan tersebut kalah oleh gaya hidup, sehingga kehidupan yang dijalani berbiaya tinggi. Semakin tinggi biaya hidup yang dijalani, maka semakin besar dorongan untuk menghasilkan pendapatan yang lebih banyak. Lantas apa hubungannya dengan bisnis kecil yang sulit berkembang?

Pelaku bisnis skala besar cenderung memiliki gaya hidup yang tinggi seiring dengan tingkat pendapatan yang diperolehnya. Sementara pelaku bisnis skala kecil tidaklah demikian. Mengapa? Jelas tingkat pendapatan yang diperolehnya tidak sebesar pelaku bisnis skala besar yang istilah kerennya para eksekutif. Bagi pelaku bisnis kecil yang menerapkan gaya hidup mewah pastinya membutuhkan tingkat pendapatan yang tinggi. Oleh sebab itu, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan bisnisnya. Sebaliknya, bagi pelaku bisnis kecil yang memang menerapkan gaya hidup sederhana dan tidak neko-neko, mereka akan menerima pendapatan yang dihasilkan dari bisnisnya dengan lapang dada.

Artinya, tidak ada ambisi kuat untuk melakukan ekspansi bisnis agar pendapatannya meningkat. Bagi mereka, pendapatan yang diperolehnya dari bisnis tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyebabkan bisnis kecil sulit untuk berkembang.

  • Sumber daya manusia terbatas

Sumber daya manusia merupakan salah satu aset dalam bisnis. Peranannya yang penting tak bisa dinafikan begitu saja. Keberadaan sumber daya manusia turut menentukan suatu bisnis mampu berkembang atau tidak. Ketika bisnis dijalankan oleh sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan cukup secara kuantitas, maka bisnis tersebut akan berkembang dengan baik. Demikian pula berlaku sebaliknya. Jika bisnis dijalankan secara serampangan oleh orang-orang yang tidak memiliki kompetensi dan profesionalisme apalagi kurang secara kuantitas, bisa dipastikan bahwa bisnis tersebut tidak akan berkembang dengan baik bahkan hancur dengan sendirinya.

Jadi, keberadaan sumber daya manusia yang cukup secara kuantitas memiliki peranan yang penting dalam bisnis. Kuantitas sumber daya manusia inilah yang menentukan tercapai tidaknya target produksi dari produk atau layanan utama bisnis tersebut. Misalnya Anda menekuni bisnis konveksi skala kecil dan hanya mempekerjakan dua orang karyawan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai mengenal produk Anda dan tertarik untuk membelinya. Tak diduga orderan semakin banyak berdatangan. Dengan jumlah karyawan yang hanya dua orang, tentu Anda akan sulit untuk memenuhi orderan tersebut. Jika Anda tidak berusaha menambah jumlah karyawan, maka bisnis konveksi yang dijalankan akan sulit berkembang, karena kemampuan produksi sangatlah terbatas.

Sulit berkembangnya bisnis skala kecil disebabkan oleh faktor internal dan juga eksternal yang keberadaannya tidak bisa dikendalikan. Berkembang tidaknya bisnis kecil lebih merupakan pilihan dari pelaku bisnis itu sendiri. Tak sedikit yang memang nyaman dengan bisnis kecilnya karena mereka lebih mudah mengontrol dan menjaga ekuitas tanpa perlu khawatir memikirkan tuntutan stakeholder. Selain itu, mengurus bisnis kecil juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal penting lainnya, seperti berkumpul dengan keluarga dan menikmati hiburan untuk diri sendiri.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang penyebab bisnis kecil sulit berkembang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Alasan Mengapa UKM Bisa Merugi
Bagaimana Cara agar Memiliki Pola Pikir yang Semakin Berkembang?
Mengapa Orang Yahudi Cerdas dan Israel Berkembang Cepat?
Apa Beda Startup dan UKM?
Cashless Society: Untung Rugi Cashless Economy
Macam-macam Saham dan Perbedaanya
Daftar Gaji Fresh Graduate (Lulusan Baru) Tahun 2018
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Prinsip 5C dan 7P dalam Pemberian Kredit di Lembaga Keuangan/Bank
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2018


Bagikan Ke Teman Anda

SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.