Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kesalahan dalam Jualan Online

Jual beli tidak akan ada matinya. Selama bumi ini berputar dan manusia masih ada pastilah manusia masih membutuhkan barang dan jasa. Itulah kenapa, bisnis jual beli akan selalu menggiurkan sampai kapanpun. Apalagi sekarang ini, sedang boomingnya bisnis online.

Tak butuh punya barang atau beli barang, anda bisa langsung menjadi penjual. Tetapi nyatanya tak semua penjual sukses. Justru sebaliknya, banyak lapak jualan yang sepi. Atau paling-paling sebulan barang hanya laku beberapa kali saja. Tentu ada yang salah di sini.

Kesalahan Penjual Online

Karena itulah, kali ini kita akan kupas tuntas soal kesalahan dalam jual beli yang kerap dilakukan oleh para penjual online, sehingga bisnisnya sepi bahkan mati suri.

  1. Menyalahkan pembeli

Pembeli adalah raja, ungkapan ini adalah benar dan akan selamanya benar selama pembeli berhak mengkritik dan mengemukakan pendapatnya terutama setelah membeli produk anda.

Bila ada pembeli yang mengkritik produk anda, usahakan untuk berterima kasih atas masukannya, dan mecoba memperbaiki produk anda. Jangan berkesan menentang, dan melakukan pembelaan atas produk anda dengan menyudutkan pembeli. Jika itu anda lakukan, bersiaplah bisnis anda sepi dan gagal.

  1. Menggunakan gimmicks dan trik menipu dalam berjualan

Memang, tidak dipungkiri, menawarkan produk dengan cara menyampaikan keunggulan produk bisa menjadi daya pikat bagi pelanggan. Namun jangan sampai keunggulan yang anda tawarkan ternyata tidak terdapat di produk yang anda jual. Bisa-bisa pembeli akan kapok, merasa dibohongi dan tidak membeli produk anda lagi. Padahal kunci sukses jual beli adalah tidak kapoknya pelanggan beli barang anda.

  1. Hanya menjual produk yang anda Inginkan, bukan apa yang diinginkan Pelanggan

Mungkin sebagian dari anda ingin melakukan bisnis penjualan karena anda ingin dan punya passion di bidang penjualan barang atau jasa tertentu. Ini tidak salah, namun akan tidak tepat bila selera anda sebagai patokan bagi selera banyak orang tanpa mempertimbangkan fungsi dan kegunaannya. Buatlah semacam pengamatan atau survey produk yang paling diminati masyarakat, barulah anda melakukan bisnis penjualan ini.

  1. Memperlakukan sama kepada semua pelanggan

Setiap pelanggan/pembeli mempunyai kepribadian, kebutuhan, selera dan permasalahan sendiri-sendiri. Di sinilah anda berperan sebagai penjual yang solutif dan informatif. Kalau perlu anggaplah dia sebagai seorang teman dan anda mencarikan solusi tentang pilihan produk yang sebaiknya dia beli.

  1. Memperlakukan pelanggan sesuai dengan kepribadian penjual

Ini dia, satu kesalahan bagi penjual, memperlakukan pelanggan selayaknya sama dengan dirinya sendiri. Padahal pembeli mempunyai karakter yang beragam. Ada yang suka dipuj atau dirayu, ada yang suka to the point, ada yang suka curhat, dll.

Maka dari itu, perlakukan pelanggan tersebut sesuai dengan karakternya. Memang terkadang terkesan harus menyediakan hati yang super sabar dan lapang untuk melayani mereka, namun begitulah kiat agar pelanggan tetap setia untuk berbelanja di tempat anda

  1. Hanya Upload foto produk dan harga

Yach, memang salah satu modal untuk menjual adalah memperlihatkan foto produk anda. Namun, foto produk tidaklah cukup. Berilah diskripsi semenarik mungkin tentang produk anda. Kalau perlu buatlah foto tematik yang menunjukkan bahwa produk anda dapat dipakai di bebagai suasana dan acara.

  1. Tidak tahu kepada siapa harus menjual produknya

Membangun komunitas adalah kunci sukses berjualan online, tetapi jika anda tidak tahu siapa sasaran pelanggan anda, maka ucapkan selamat tinggal pada kesuksesan. Untuk mengetahui pangsa pasar anda, lakukan sedikit riset. Ada dua cara untuk mendefinisikan target pasar: melalui demografi dan psikografi.

Demografi meliputi usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Sedangkan Psikografis membantu anda mendefinisikan audiens ideal anda berdasarkan kepribadian, nilai-nilai, hobi, gaya hidup, dan perilaku. Nah, dari sinilah kemudian anda bisa menentukan siapa sasaran pelanggan anda.

  1. Terlalu mengunggulkan produknya tanpa informasi bernilai tambah

Mengikuti gaya jualan “Kecap nomor satu, Produk sendiri adalah nomor satu”, adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual. Mereka sering mengunggulkan produknya secara berlebihan namun tidak pernah menyertai konten menarik yang relevan denga produk yang ditawarkan.

Isilah konten media sosial anda dengan tips kesehatan, dan kemudian disisipi dengan produk anda yang ada hubungannya dengan konten kesehatan tersebut. Hal ini lebih menarik ketimbang sekedar menuliskan keunggulan produk anda.

  1. Memaksa pelanggan beralih ke produk yang anda jual

Sikap semacam ini hendaknya dihindari oleh penjual. Sungguh tak bijak rasanya memaksa pelanggan yang sudah lama mempunyai produk favorit pilihan mereka untuk beralih ke produk yang anda jual.

Tidak perlu memaksa, cukup diberi penjelasan ilmiah tentang produk anda dan dibandingkan dengan cara tidak mencolok dengan produk lain. Nanti, lama-lama pelanggan akan penasaran, dan akan secara sendirinya beralih ke produk yang anda jual.

  1. Tidak punya daftar email pelanggan

Sekarang ini, penjualan online bisa dilakukan di media sosial mana saja, seperti facebook, email, Wa, instagram, dan lain-lain. Namun jarang di antara penjual yang melakukan promo penjualan via email. Mereka hanya fokus pada facebook, instagram, atau WA, dengan memajang foto produk saja.

Sebenarnya email adalah media yang cukup effektif untuk mempromosikan produk anda. Maka buatlah list email para calon pembeli anda dan yang sudah jadi pelanggan. Kemudian promokan produk anda via email.

  1. Tidak memprioritaskan layanan pelanggan

Sebuah kesalahan besar yang dilakukan orang ketika pertama kali memulai jualan online adalah minimnya penyediaan layanan. Jika anda menjual produk  berbasisi digital, anda harus tahu cara mengatasi kesalahan unduhan, dan mengatur ulang tautan unduhan, dll.

Perkaya pengetahuan anda tentang berbagai jenis file, browser, dan kompatibilitas untuk memberikan layanan pelanggan secara maksimal. Pelanggan Anda mengandalkan Anda untuk membantu mereka menyelesaikan masalah apa pun, jadi fungsi aspek digital adalah salah satu kunci langgengnya produk anda.

Layanan pelanggan sangat beragam, tidak hanya seputar yang terpampang di situs penjualan anda. Namun pengiriman tepat waktu, layanan pembayaran yang mudah, informasi produk dan harga yang jelas, biaya pengiriman, perlu/tidaknya metode permintaan pembayaran di muka adalah beberapa layanan pelanggan yang perlu anda perhatikan sehingga pelanggan tidak merasa ragu untuk berbelanja produk yang anda tawarkan.

  1. Tidak melakukan strategi pemasaran

Sebagai penjual, pemasaran menjadi bagian utama dari pekerjaan anda. Terlepas dari apa yang Anda jual, Anda harus belajar cara mengumpulkan dan mengarahkan komunitas anda agar tertarik pada produk Anda. Jangan hanya upload foto produk saja.

Buatlah program-program yang menarrik pelanggan, seperti diskon dan kupon, analisis, dan berbagi program sosial, seperti santunan yatim piatu, bantuan kepada orang kurang mampu, dan lain-lain di media sosial. Karena pemasaran bentuk ini cukup efektif untuk menyentuh dan menarik hati para pelanggan.

  1. Mudah menyerah jika tidak langsung untung

Jualan online bukan untuk orang yang berhati lemah. Bisa dibilang, sistem online akan lebih sulit untuk mempengaruhi audiens agar membeli produk anda, karena mereka tidak bisa berhadapan langsung dengan anda. Maka, perkenalkan diri anda melalui konten yang anda posting. Buatlah imej baik agar pelanggan bersimpatik dan perlahan melirik produk anda.

Jangan langsung menyerah bila anda sudah upload foto namun tak seorangpun ingin membeli produk anda. Perbaiki konten media sosial anda dengan hal positif, niscaya perlahan para calon pembeli akan melirik dan lama-lama tertarik.

  1. Tidak konsisten

Kesalahan ini kerap kali dilakukan oleh para penjual saat ini. Dia hanya akan menjual produk sekedarnya yang kadang hari ini ada, besok sudah berganti lagi. Hari ini jam tangan, esok tas, lalu besoknya lagi kaos atau baju. Pada saat pelanggan sudah suka dengan jam tangannya, tiba-tiba stok habis dan penjualannya berganti menjadi jualan tas, dan seterusnya.

Pastikan produk anda selalu ready stock dan tidak mengalami pergantian produk secara tiba-tiba yang membuat pelanggan anda muak dan tak percaya lagi pada produk anda. Atau misal anda jualan kaos-pun, usahakan selalu ada stok yang paling tidak dicari pelanggan, walau hanya 1 atau 2 saja yang beli. Tetaplah pertahankan produk itu, karena siapa tahu pelanggan akan memesan dalam jumlah besar suatu saat.

  1. Desain Situs yang tidak menarik

Barometer pertama yang digunakan pelanggan untuk menilai bisnis online anda adalah desain situs web Anda. Semua elemen desain situs web, seperti struktur navigasi, presentasi produk, salinan, testimonial, dan bukti keamanan adalah untuk memberi kesan kepada pada pelanggan bahwa bisnis yang anda lakukan bonafit dan bisa dipercaya.

Tampilan dan nuansa situs Anda memungkinkan pengunjung untuk membentuk penilaian positif dan  kepercayaan yang besar. Ibarat bila seseorang ingin membeli sesuatu ke sebuah toko namun dindingnya mengelupas, atap banyak yang bocor, dan lantainya tidak memadai, pasti para pelanggan akan menjauh dan lebih memilih tempat yang bersih dan indah. Demikian pula dengan web produk anda. Bangunlah dengan manis, cantik dan menarik agar pelanggan suka untuk melihat-lihat dan mengunjunginya.

  1. Manfaat Situs produknya kurang memadai

Memiliki desain situs web yang bagus memang penting, namun isinya juga harus  bermanfaat bagi audiens anda. Contohnya adalah memberikan konten yang mempunyai tujuan dan tema yang jelas, membantu pengguna menemukan apa yang mereka butuhkan, dan memperjelas  konten situs anda.

Misal di beranda situs anda, sajikan gambar beberapa produk terlaris atau terbaru Anda. Jika Anda menjalankan promosi khusus, seperti pengiriman gratis untuk pesanan pada harga tertentu, tampilkan secara mencolok di beranda Anda dan buat tautan di mana pelanggan dapat membaca lebih banyak tentang itu.

  1. Adanya Penghambat untuk Pelanggan saat akan Berbelanja

Salah satu alasan pelanggan anda meninggalkan situs anda dalam sekejap mata adalah  karena mereka bingung dengan struktur navigasi Anda. Misalnya,  banyaknya kotak info di situs anda yang saat di-klik oleh pelanggan ternyata beralih pada situs lain. Hal ini tentu membuat pelanggan sulit untuk memesan, dan mereka bisa jadi tidak akan melihat situs anda lagi.

Pelanggan membeli secara online karena lebih cepat, kadang lebih murah, dan lebih nyaman daripada berkendara ke toko. Mereka datang ke situs anda dengan harapan mendapatkan  produk yang sedang dibutuhkan  secara cepat dan mudah. Maka singkirkan kotak info di situs Anda. Karena bisa saja kotak info tersebut hanya bersifat sampah dalam situs anda. Konsumen juga enggan mengunjungi kembali situs yang gambarnya lama diunduh. Maka buatlah struktur navigasi situs yang nyaman untuk pelanggan.

  1. Kurang atisipasi terhadap membludaknya pelanggan

Setelah Anda menjalankan situs e-commerce, dengan tingkat lalu lintas yang baik dan tingkat konversi penjualan yang tinggi, kekhawatiran anda selanjutnya adalah mempersiapkan fitur untuk tumbuh kembang web penjualan anda. Apabila bisnis anda sudah besar, bisakah anda menjaga web dan situs anda untuk tetap aman?

Maka, lakukan perencanaan pembangunan web mulai dari sekarang. Pertimbangkan sebelumnya bagaimana Anda akan menambah kapasitas tambahan ke situs anda untuk menghindari masalah lalu lintas dan bandwidth. Tingkat lalu lintas yang tinggi berarti kemacetan lalu lintas.

Anda mungkin perlu meningkatkan paket hosting web Anda untuk mengamankan bandwidth tambahan dan memastikan bahwa halaman web Anda memuat dengan cepat tidak peduli berapa banyak pengguna yang mengakses situs Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membeli server sendiri dan mendapatkan koneksi internet berkecepatan tinggi.

Itulah beberapa kesalahan dalam jualan online yang sering dilakukan oleh para pebisnis online. Cobalah lakukan introspeksi diri, apakah anda sudah berada di jalur yang tepat atau belum.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kesalahan dalam jualan online, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



6 Pertanyaan yang Harus Diajukan Sebelum Memulai Bisnis yang Baru
5 Kesalahan yang Dapat “Membunuh” Bisnis
Kesalahan-kesalahan yang Kerap Dilakukan Startup
Ciri-ciri Toko Online Palsu
Mengapa Orang Pintar Gagal Berbisnis?
Apa itu Siklus Bisnis? Bagaimana Tahapan Siklus Bisnis?
Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal ke OJK
Apakah Bisa Memulai Bisnis dengan Modal Dengkul?
Cara Membuka Toko di Tokopedia
Untung Rugi Membeli Franchise


Bagikan Ke Teman Anda