Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kesalahan-kesalahan dalam Kredit Mobil

Industri otomotif dari tahun ke tahun semakin berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya permintaan terhadap kendaraan bermotor, utamanya mobil. Kepemilikan mobil saat ini seolah sudah menjadi kebutuhan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran jika banyak mobil dengan berbagai tipe dan merek yang memadati jalanan setiap harinya.

Harga mobil tidaklah murah, namun anehnya tingkat penjualan produk otomotif yang satu ini semakin meningkat setiap tahun. Setelah diselisik ternyata sebagian besar yakni lebih dari 80% pembelian mobil dilakukan secara kredit, sedangkan sebagian kecil sisanya dibeli secara tunai. Cukup logis, mengingat tingkat pendapatan rata-rata masyarakat cenderung kurang mencukupi untuk melakukan pembelian mobil secara tunai.

Apa salahnya beli mobil secara kredit? Salah tidaknya tentu akan sangat tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. Bagi mereka yang ingin punya mobil tetapi belum memiliki kemampuan secara finansial yang memadai, pembelian secara kredit bisa menjadi alternatif atau bahkan sering kali menjadi pilihan utama. Tujuannya adalah keinginan memiliki mobil baru dapat terwujud.

Pembelian mobil secara kredit dengan tunai jelas berbeda. Dalam pembelian tunai, Anda hanya akan membayar harga mobilnya saja, sedangkan pada pembelian kredit tidaklah demikian. Ada biaya-biaya tambahan yang dibebankan dan harus dibayarkan oleh konsumen. Sebut saja biaya administrasi, uang muka, biaya asuransi, dan tentu saja suku bunga kredit.

Dalam proses pembelian kredit pun berbeda dengan tunai. Pembelian mobil secara tunai, hanya akan melibatkan Anda sebagai pembeli dengan dealer sebagai penjual. Berbeda dengan pembelian secara kredit, akan ada tiga pihak yang terlibat yaitu Anda selaku pembeli, dealer selaku penjual, dan lembaga keuangan bank atau no-bank selaku pemberi kredit atau pinjaman.

Ditinjau dari segi waktu, pembelian tunai jelas lebih cepat dibandingkan kredit. Pembelian kredit membutuhkan waktu untuk proses pengajuan permohonan pembiayaan ke lembaga keuangan bank atau non-bank. Pengajuan pembiayaan tersebut akan ditindaklanjuti dengan survei dan tentunya analisis kredit. Jika pengajuan disetujui, maka transaksi pembelian mobil baru bisa diproses.

Terlepas dari perbedaan antara pembelian mobil secara tunai dengan kredit beserta untung ruginya, ada banyak kesalahan yang dilakukan konsumen saat membeli mobil secara kredit. Entah disadari atau tidak, kesalahan tersebut berisiko pada terganggunya stabilitas finansial di masa mendatang. Berikut kesalahan yang sering dilakukan dalam kredit mobil.

  • Tidak memeriksa skor kredit dan rasio utang

Banyak calon konsumen sekaligus debitur yang tidak mengetahui bahkan memahami apa itu skor kredit dan pentingnya skor kredit dalam proses pengajuan kredit. Skor kredit merupakan nilai atau ekspresi numerik yang diberikan oleh biro kredit yang menggambarkan perilaku kredit seseorang di masa lalu. Pemberian skor kredit ini bertujuan untuk menilai dan menentukan kemampuan dari para calon debitur dalam memenuhi kewajibannya. Selain itu, skor kredit juga digunakan oleh kreditur untuk menentukan jumlah pinjaman yang layak diberikan kepada debitur.

Bagaimana mendapatkan skor kredit? Skor kredit secara otomatis akan terekam apabila Anda memiliki rekening di sebuah bank atas nama Anda. Tak hanya itu, skor kredit juga muncul dari riwayat kredit yang pernah Anda ajukan selama ini, sepeti kredit tanpa agunan, kredit online, kredit motor, kartu kredit, dan lain sebagainya. Skor kredit Anda tersebut akan menentukan disetujui atau ditolaknya pengajuan kredit mobil yang diajukan.

Tak hanya skor kredit, rasio utang juga penting diperhatikan. Rasio utang terhadap pendapatan mencerminkan kesehatan finansial calon debitur sekaligus menunjukkan kemampuannya dalam membayar utang. Jika rasio utang lebih dari 50% dari pendapatan, maka kondisi calon debitur tidak sehat secara finansial sehingga permohonan kreditnya akan sulit disetujui bahkan bisa jadi ditolak.

Berkenaan dengan skor kredit dan rasio utang ini, jarang sekali calon debitur yang memeriksanya lebih dulu sebelum mengajukan permohonan kredit mobil. Kebanyakan calon pembeli mobil secara kredit seolah abai dengan kedua poin penting ini, entah mereka mengetahuinya atau tidak. Pengajuan kredit mobil dilakukan seolah hanya bergantung pada peruntungan saja. Jika kredit disetujui, dimaknai sedang beruntung. Sebaliknya, jika ditolak maka sedang tidak beruntung. Padahal tidaklah demikian, karena ada alasan logis yang mendasarinya.

Ukurlah kelayakan kredit sekaligus kemampuan Anda secara finansial sebelum mengajukan kredit mobil. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menghadapi penolakan pada aplikasi kredit yang diajukan.

  • Tidak membandingkan opsi pinjaman

Ada dua sumber pembiayaan yang bisa dipilih yakni melalui bank dan perusahaan leasing. Dari kedua sumber tersebut banyak ‘pemain’ yang menawarkan fasilitas pembiayaan dengan tingkat bunga bersaing. Hal ini sebenarnya memberikan lebih banyak alternatif bagi calon pembeli untuk memilih lembaga pembiayaan yang memberlakukan biaya tambahan lebih murah, sehingga tidak terlalu membebani keuangan calon pembeli.

Setiap sumber pembiayaan tentu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing terutama pada syarat yang harus dipenuhi calon pembeli. Syarat pembiayaan mobil melalui bank cenderung lebih sulit dibandingkan dengan perusahaan leasing. Meski demikian, tingkat bunga dan biaya-biaya tambahan lain yang dikenakan bisa jadi lebih rendah dari perusahaan leasing.

Sebagai calon pembeli, Anda harus bisa membandingkan berbagai opsi pembiayaan yang tersedia. Bandingkan mulai dari syarat dan ketentuan, tingkat bunga, biaya administrasi dan biaya tambahan lainnya, termasuk jangka waktunya. Jangan malas untuk mencari informasi dari berbagai opsi pembiayaan tersebut, sehingga Anda memiliki data yang bisa dibandingkan.

Faktanya banyak calon pembeli mobil secara kredit yang terjebak dalam kemudahan yang ditawarkan oleh salah satu sumber, sehingga tidak berusaha mencari dan membandingkan dengan sumber pembiayaan lainnya. Mereka seolah tak peduli dengan tingginya tingkat bunga yang dibebankan, asal pengajuan kredit bisa disetujui dan bisa segera membawa pulang mobil yang diidamkan.

  • Mengambil jangka waktu paling lama

Dalam setiap kredit terdapat beberapa opsi jangka waktu kredit yang ditawarkan, mulai dari paling cepat 12 bulan hingga yang paling lama 60 bulan. Jangka waktu kredit berpengaruh pada besaran cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan. Semakin lama jangka waktu kredit, jumlah cicilan per bulan akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin cepat jangka waktu kredit, maka jumlah cicilan per bulan semakin besar.

Banyak calon pembeli yang terjebak dalam pilihan jangka waktu kredit yang paling lama, dengan alasan cicilannya lebih rendah. Faktanya, jika diakumulasikan justru pembeli membayar lebih mahal. Sebab di setiap cicilan yang dibayarkan per bulannya terdapat beban bunga. Artinya, semakin lama jangka waktu kredit akan semakin besar bunga yang dibayarkan.

Sayangnya, kebanyakan calon pembeli mobil secara kredit lebih mempertimbangkan jumlah cicilan yang rendah dibandingkan dengan jangka waktu kredit. Entah sadar atau tidak, mobil merupakan aset yang terdepresiasi. Artinya, nilai mobil akan mengalami penurunan setiap tahunnya. Tak heran jika harga jual mobil bekas semakin turun dari tahun ke tahun. Berbeda dengan tanah atau rumah yang nilainya cenderung mengalami kenaikan setiap tahun.

  • Tanpa uang muka

Umumnya kredit mobil dilakukan dengan membayar uang muka. Namun saat ini strategi pemasaran berinovasi dengan memberikan penawaran kredit mobil tanpa uang muka. Strategi ini cukup sukses karena banyak pembeli mobil secara kredit yang tergiur dengan penawaran tersebut. Mereka pikir kredit mobil tanpa uang muka dapat menghemat pengeluaran. Tanpa harus membayar uang muka, sudah bisa membawa pulang mobil idaman.

Kredit mobil tanpa uang muka merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh pembeli. Tanpa uang muka, justru pembeli akan dibebani dengan akumulasi bunga yang lebih banyak dan jumlah cicilan per bulan yang lebih besar. Namun hal ini seakan diabaikan atau bahkan tidak terpikirkan sama sekali oleh pembeli.

Uang muka pada prinsipnya akan sangat membantu meminimalkan biaya pinjaman dan tentu saja mengurangi jumlah cicilan per bulan. Tentu saja, karena uang muka akan mengurangi jumlah pinjaman sehingga akan menurunkan pula biaya pinjamannya.

  • Bergaya dengan kredit

Mobil saat ini masih dijadikan sebagai ‘simbol kekayaan’, di mana orang yang mampu membeli mobil diasumsikan sebagai orang kaya, meski belinya dengan cara kredit. Diakui atau tidak, inilah fakta yang terjadi di masyarakat. Kepemilikan mobil seolah mampu mendongkrak status sosial di masyarakat. Tak heran jika banyak orang yang bergaya dengan kredit untuk memiliki sebuah mobil.

Untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan saat berkendara, mobil membutuhkan sejumlah add-on seperti sistem musik, sensor parkir, penutup bodi, penutup kursi, bantal sandaran kepala, dan lain-lain. Semua itu tentu membutuhkan biaya tambahan yang mahal sehingga harus merogoh kocek dalam-dalam. Namun, banyak pembeli mobil yang merasa sayang jika harus menyediakan beragam add-on tersebut secara tunai. Pilihannya adalah dengan meningkatkan jumlah pinjaman atau mencari pinjaman baru. Intinya, semua pengadaan add-on tersebut pembayarannya bisa dicicil hingga jangka waktu tertentu.

Banyak yang tidak menyadari bahwa pilihan menambah jumlah kredit bukanlah tindakan yang bijaksana. Mereka justru akan semakin terjerumus dalam utang yang semakin besar. Jika mereka menyadari bahwa membeli berbagai add-on mobil secara tunai akan jauh lebih murah dibandingkan kredit, karena tidak akan dibebani dengan bunga setinggi kredit mobil.

Kelemahan pembeli sering kali mudah terbujuk dengan saran dari sales penjualan untuk menambah peralatan dan aksesoris mobil yang sebenarnya tidak diperlukan. Oleh sebab itu, pembeli harus lebih tegas dalam menghadapi sales, sehingga dapat menghindari tawaran-tawaran opsi tambahan yang tidak diperlukan.

  • Minim informasi tentang produk mobil

Idealnya orang membeli barang karena membutuhkan dan sudah mengenal serta mengetahui seluk-beluk barang tersebut. Demikian pula dengan mobil. Ketika Anda ingin membeli mobil, pastikan Anda telah mengantongi informasi yang cukup mengenai keunggulan dan kelemahan mobil yang diinginkan. Jika tidak, maka bersiaplah untuk menjadi ‘target empuk’ bagi para sales mobil.

Informasi yang minim tentang produk mobil akan membuka peluang bagi sales untuk mendominasi bahkan memanipulasi pembeli. Jangan berpikiran polos bahwa sales akan membantu memilihkan mobil yang terbaik untuk Anda. Mereka sangat terlatih dalam menawarkan produk, sehingga Anda akan dengan mudah digiring untuk membeli produknya. Parahnya, tak menutup kemungkinan pula Anda akan percaya dengan segala sesuatu yang mereka katakan.

Lain halnya jika Anda sebagai pembeli telah mengantongi informasi yang cukup tentang mobil, apalagi tahu jenis atau tipe mobil yang diinginkan. Mulai dari harga hingga perlu tidaknya add-on tertentu untuk ditambahkan pada mobil tersebut. Dengan demikian, Anda bisa menghindari kejutan biaya tambahan yang akan membebani jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulan.

  • Tidak mempertimbangkan keuangan dengan hati-hati

Beli mobil dulu, urusan bayar cicilan belakangan. Inilah kesalahan lain yang sering dilakukan saat membeli mobil secara kredit, yakni kurang berhati-hati bahkan abai dengan kondisi keuangannya. Membeli mobil tidaklah sama dengan membeli panci kredit. Ada tanggung jawab besar yang berpengaruh pada keuangan Anda. Tak hanya sekadar membayar cicilan per bulan saja, tetapi Anda sebagai pembeli juga harus mempertimbangkan biaya pemeliharaan dan perawatan mobil tersebut.

Keinginan membeli mobil jangan sampai mengorbankan kebutuhan lain yang lebih penting. Pastikan keuangan Anda cukup untuk membayar cicilan sekaligus membiayai kehidupan Anda dan keluarga sehari-hari. Jangan sampai cicilan mobil justru menyita sebagian besar pendapatan bahkan menguras isi tabungan, sehingga tidak ada sisa untuk biaya hidup sehari-hari.

  • Pasif bertanya dan kurang cermat dalam mempelajari perjanjian kredit

Tujuan utama mengajukan permohonan kredit pastinya adalah pengajuan tersebut disetujui. Sayangnya, persetujuan kredit tersebut sering kali dimaknai bahwa pembeli harus tunduk dengan semua keinginan pemberi kredit, sehingga menempatkan pembeli pada posisi tawar-menawar yang rendah. Padahal tidaklah demikian.

Perjanjian kredit harus atas kesepakatan kedua belah pihak, yakni pembeli dan pemberi kredit baik bank maupun leasing. Di sini sebenarnya pembeli sebagai debitur berhak untuk menawar harga dan juga biaya-biaya tambahan lain termasuk tingkat bunga. Sebab itu, pembeli sebaiknya aktif bertanya dan cermat dalam mempelajari isi dari perjanjian kredit tersebut. Pembeli bisa menanyakan tentang biaya-biaya apa saja yang ditambahkan sebagai konsekuensi yang timbul dari pembelian kredit. Jika pembeli pasif, maka pihak pemberi kredit yang akan mendominasi dan tidak menutup kemungkinan mengambil lebih banyak keuntungan dari pembeli.

  • Lebih terfokus pada negosiasi cicilan dibandingkan harga mobil

Jangan sekali-kali menjawab pertanyaan sales tentang berapa anggaran yang Anda siapkan untuk membeli mobil atau seberapa besar cicilan yang sanggup Anda bayar setiap bulan. Namun faktanya banyak pembeli yang terjebak dengan pertanyaan tersebut. Mereka serta merta menyebutkan sejumlah angka sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.

Lantas, apa masalahnya? Informasi mengenai anggaran pembelian atau cicilan akan memberikan peluang bagi sales untuk memanipulasi Anda agar terfokus pada negosiasi cicilan, bukan pada harga mobil. Mereka akan berusaha memberikan beragam alternatif jumlah cicilan hingga pilihan jangka waktu kredit yang panjang agar cicilannya sesuai dengan anggaran atau kesanggupan pembeli. Jika sudah demikian, pembeli akan kehilangan kesempatan untuk menegosiasikan harga pembelian yang lebih rendah.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kesalahan-kesalahan dalam kredit mobil, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



KPR untuk Kaum Milenial
5 Daftar Kesalahan Entrepreneur Pemula
Apa Itu Corporate Credit Card? Definisi Corporate Credit Card
4 Kesalahan yang Banyak Dilakukan Para Pendiri Startup
Hal-hal yang Perlu Dilakukan Ketika Mengambil Kredit Mobil
12 Kesalahan dalam Membuat Anggaran Keuangan Pribadi
Kredit Mobil untuk Taksi Online? Apakah Bijak?
Untung Rugi Kredit Tanpa Agunan
Anak Tidak Percaya Diri? Ini Beberapa Kesalahan Orang Tua yang Menyebabkan Anak Tidak Pede!
Tip Kredit Mobil Agar Cepat Disetujui


Bagikan Ke Teman Anda