Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kesalahan-kesalahan Pengelolaan Uang yang Dilakukan oleh Keluarga Muda

Ketika Anda dan pasangan masih muda, masa pensiun seolah-olah datangnya masih jauh dikemudian hari, sehingga sama sekali tak terpikirkan. Akan tetapi, masa tua pasti akan dialami oleh semua orang, dan kesejahteraan kita di hari tua ketika kita tak lagi produktif untuk bekerja sangat bergantung pada kebiasaan pengeluaran dan tabungan ketika Anda dan keluarga masih muda. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan ini juga sangat berpengaruh pada seberapa lancar pembiayaan pendidikan lanjutan anak-anak Anda nantinya.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan oleh keluarga muda. Jauhi kesalahan-kesalahan ini jika Anda ingin keluarga Anda sukses secara finansial.

1. Membeli rumah lebih mahal dari kemampuan finansial Anda

Ketika Anda akan mengajukan pinjaman untuk pembiayaan pembelian rumah yang besar, bank akan mempertimbangkannya dari nilai kredit dan pendapatan Anda. Langkah ini pastinya akan dilakukan oleh semua bank dan semakin tinggi nilai kredit semakin besar pula bunga pinjaman yang harus anda tanggung. Oleh karena itu sangat penting menghitung baik-baik jumlah pendapatan dan besaran cicilan per bulan. Satu aturan utama dalam pengajuan KPR adalah besar cicilan per bulan tidak lebih dari 30% dari pendapatan total satu keluarga. Jika Anda masih memiliki cicilan lain dan biaya rutin bulanan seperti cicilan kendaraan bemotor, pajak, da asuransi maka pertimbangkanlah lagi besar biaya cicilan KPR per bulan yang mampu Anda ambil.

2. Memilih program pinjaman yang salah

Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan besar bunga pinjaman. Beberapa bank bahkan menarik biaya tambahan jika Anda berniat melunasi cicilan sebelum jangka waktu yang ditetapkan (biasanya untuk KPR, KTA dan pinjaman dengan anggunan). Sangat penting memilih bank dengan bunga terbaik dan program kredit yang paling ringat. Lebih baik menunggu perestujuan bank dengan suku bunga rendah daripada mengandalkan bank yang menawarkan dana cepat dan suku bunga tinggi. Jika memungkinkan, lebih baik memilih bank yang menawarkan suku bunga tetap dan penalti paling sedikit. Bank syariah bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berhemat dalam membayar cicilan bulanan.

3. Menggunakan dana virtual untuk belanja

Jika Anda adalah tipe yang suka menggesek kartu debit maupun menggunakan kartu kredit saat berbelanja, kemungkinan besar dalam perbelanjaan, Anda seringkali melakukan overspending atau melakukan pengeluaran lebih besar dari yang seharusnya. Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang berbelanja menggunakan kartu biasanya menghabiskan 30 persen lebih banyak dibanding jika mereka berbelanja menggunakan uang tunai.

Cara yang paling aman agar Anda tidak melakukan overspending adalah dengan menggunakan uang tunai untuk perbelanjaan sehari-hari Anda. Hanya gunakan kartu kredit dan debit untuk hal-hal darurat, dan simpan di dalam amplop di bagian dompet yang berbeda dengan uang tunai Anda agar tidak mudah tergoda. Dengan ini, Anda akan terbiasa untuk berbelanja hanya berdasarkan budget. Jika uang di kantong menipis, setidaknya Anda sadar bahwa t pembelanjaan yang dilakukan ternyata lebih besar dari apa yang dianggarkan.

4. Tidak bijaksana dalam mengambil pinjaman

Membayar cicilan hutang hampir sama dengan mengatur pengeluaran bulanan. Beberapa cicilan seperti kartu kredit memiliki bunga yang tinggi dan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Jika memang pemasukan belum stabil, lebih baik tidak mengambil pinjaman yang berbunga tinggi dan dinamis seperti kartu kredit. Jika memang kebutuhan tersebut sangat mendesak, pertimbangkan mengambil pinjaman dari koprasi atau memanfaatkan saran pegadian dari pemerintah dari pada terjebak dengan tagihan kartu kredit yang menumpuk.

5. Mengabaikan simpanan jangka panjang

Ketika anak-anak mulai memasuki musim sekolah dan pembiayaan uang gedung ternyata tinggi, Anda mungkin akan cenderung untuk lebih memprioritaskan kebutuhan ini sehingga mengambil dana pensiun yang telah Anda persiapkan sejak lama. Padahal, untuk jangka panjangnya, hal ini tidak akan baik bagi Anda.

Menurut Matt Pohlman, founder dari Pohlman Capital Advisors, yang berfokus pada finansial sehat keluarga, kebutuhan sehari-hari seharusnya tidak mengganggu simpanan dana pensiun. Bagaimanapun juga sangat penting menyisihkan pendapatan bulanan 10%-15% dari penghasilan sebagai simpanan di masa tua. Setelah itu, barulah Anda menyesuaikan kebutuhan dan pengeluaran bulanan sesuai dengan sisa dana yang ada.

6. Salah mengelola dana pendidikan

Menabung untuk dana pendidikan anak memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Tetapi jika Anda hanya mengandalkan tabungan umum, Anda kehilangan kesempatan mendapatkan bunga tambahan dan fasilitas lainnya. Banyak bank menawarkan program tabungan berjangkan untuk dana pendidikan dan kuliah anak dengan bunga yang lebih besar dan setoran ringan. Beberapa bahkan memiliki program setoran bulanan fleksibel yang bisa dirubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Pilihan lainnya adalah asuransi pendidikan yang juga banyak ditawarkan oleh perusahaan asuransi ternama.

7. Berfoya-foya tiap pesta ulang tahun

Ini mungkin tidak terdengar seperti pengeluaran yang besar, tapi bila dijumlah, jumlahnya bisa sangat besar. Jika anak-anak Anda setiap tahunnya mendatangi belasan ulang tahun, dan Anda merasa berkewajiban untuk membelikan hadiah istimewa untuk setiap anak yang berulang tahun. Tanpa disadari, sudah banyak uang yang terbuang sia-sia untuk acara tersebut.

Anda bisa dengan bijak memanfaatkan berbagai cara untuk mendapatkan hadiah diskonan. Memang Anda hanya akan menghemat beberapa pulih ribu rupiah, tapi jika ini dilakukan puluhan atau bahkan ratusan kali, dampaknya besar. Jangan pernah lewatkan sesi cuci gudang di toko pakaian anak, toko buku impor anak, atau toko-toko mainan. Anda bisa membelinya di awal sebagai persiapan undangan ulang tahun yang akan datang. Untuk menghemat biaya, ajak anak Anda untuk membungkus sendiri kado tersebut dengan bahan daur ulang di sekeliling.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kesalahan-kesalahan pengelolaan uang yang dilakukan oleh keluarga muda, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Tip Keuangan Keluarga Muda
Tip Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda
24 Acuan Praktis Meningkatkan Kinerja Perusahaan (Part 2)
Kapan Harus Menutup/Membatalkan Kartu Kredit?
Perencanaan Keuangan untuk yang Baru Saja Menikah
Apa Perbedaan Entrepreneur dengan Intrapreneur?
Definisi Uang, Fungsi, dan Jenis Uang
24 Acuan Praktis Meningkatkan Kinerja Perusahaan (Part 1)
Financial Planning After Disaster (Rencana Finansial Sesudah Bencana)
Apa Sisi Buruk Mempunyai IQ Tinggi?


Bagikan Ke Teman Anda