Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kesalahan Umum Pembeli Rumah Pertama

Bagi seseorang yang belum berpengalaman dalam membeli rumah, membeli rumah mungkin tampak menakutkan karena melewati proses yang cukup kompleks, apalagi terkait dengan pengeluaran uang yang tidak sedikit. Namun pembelian rumah sebenarnya bisa lebih sederhana dan mudah jika anda mampu menghindari beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh sebagian besar pembeli rumah yang belum berpengalaman. Kesalahan apa saja yang dimaksud? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mengabaikan Penelitian dan Persiapan

Kesalahan pertama pembeli rumah pertama adalah mengabaikan penelitian dan persiapan. Padahal penelitian dan persiapan sangat diperlukan untuk menghindari adanya kesalahan pembelian. Pembeli rumah yang bijak dan sudah berpengalaman biasanya akan meneliti terlebih dahulu kondisi rumah dan lokasinya.

Kondisi dan lokasi rumah yang diteliti meliputi ukuran rumah, penampilan rumah, terjangkau tidaknya alat transportasi, tingkat kejahatan di lokasi, dan kedekatan rumah dengan fasilitas umum. Mengabaikan hal-hal yang telah disebutkan bisa membuat anda menyesal nantinya.

2. Membeli Melebihi Anggaran

Kesalahan umum selanjutnya adalah membeli rumah yang harganya melebihi anggaran. Apabila anda membeli rumah dengan kredit atau istilahnya KPR, maka bank akan menawarkan rumah dan cicilan rumah yang nominalnya sesuai dengan kemampuan anda. Jika anda mencoba melampaui anggaran yang telah ditetapkan, anda bisa saja mengalami kendala di tengah jalan.

3. Tergesa-gesa dalam Mengambil Keputusan

Selama ini banyak pembeli rumah yang tergesa-gesa membayar setelah mendapatkan rumah impian. Padahal hal tersebut merupakan keputusan yang salah. Agen properti akan menambahkan harga bagi calon pembeli yang terlihat sangat tertarik dengan rumah yang mereka jual. Karena itulah tahan perasaan anda, jangan sampai agen properti tahu jika anda sangat tertarik dengan rumah tersebut, dan jangan sampai mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.

4. Tidak Memeriksa Kondisi Rumah yang Dijual

Sebagian besar rumah dijual dalam kondisi apa adanya. Jadi sebagai pembeli, anda harus meneliti dengan seksama apa saja kekurangannya. Apabila anda tidak paham bab yang seperti itu, anda bisa meminta tolong kerabat atau teman yang lebih ahli. Bisa juga minta tolong pada kontraktor, penilik rumah, atau ahli lainnya. Dengan begitu anda bisa memperkirakan berapa uang yang harus dikeluarkan lagi jika ingin memperbaiki rumah sesuai dengan keinginan anda.

5. Tidak Mencari Informasi Tentang Pembangun Rumah

Sebagian pembeli rumah pertama sering melupakan informasi mengenai pembangun rumah atau kontraktornya dan hanya memusatkan perhatian pada desain rumah, lokasi, harga, dan rencana pembayaran pinjaman bank. Padahal mengetahui siapa kontraktornya sangatlah penting.

Dengan mengetahuinya, anda bisa mendapatkan banyak informasi penting seperti apakah kontraktor pernah menerima keluhan kecacatan rumah buatannya, apakah kontraktor pernah mengingkari janji, pernah menipu, dan hal buruk lainnya. Jika kontraktor rumah yang hendak anda beli ternyata berlaku seperti itu, anda perlu mempertimbangkan ulang pembelian rumah yang dimaksud.

6. Tidak Mempertimbangan Rumah yang Terletak di Luar Pusat Kota

Banyak orang yang ingin tinggal di pusat kota karena mudah menjangkau mana saja dan mudah mendapatkan apapun yang diinginkan. Karena hal tersebut banyak orang yang hanya mencari rumah di pusat kota. Padahal rumah di pusat kota kebanyakan mahal dan tingkat kemacetan lalu lintas nya sangat tinggi.

Jadi bagi anda yang ingin membeli rumah, disarankan juga untuk melihat rumah yang berada di pinggiran kota atau paling tidak di kota yang berpeluang untuk maju. Selain karena harganya yang lebih murah, rumah di pinggiran kota juga lebih ramah lingkungan, dan menjadi salah satu investasi yang cukup bagus.

Dikatakan sebagai investasi yang cukup bagus karena jika pusat kota diperluas, rumah yang anda pilih berpeluang masuk di dalamnya sehingga harganya akan meningkat drastis. Begitu pula dengan rumah yang terletak di daerah yang sedang berkembang. Saat daerah tersebut maju, harga rumah anda otomatis naik.

7. Membeli Rumah tanpa Mempertimbangkan Proyek yang Direncanakan

Kesalahan umum pembeli rumah pertama satu ini perlu diperhatikan. Saat ingin membeli rumah, carilah informasi mengenai rencana proyek yang akan dikerjakan di lokasi tersebut. Jika lokasi akan dijadikan waduk buatan atau fasilitas yang mengharuskan rumah digusur, maka membeli rumah di lokasi tersebut sama saja bohong.

Namun jika lokasi rumah anda masuk dalam paket pembangunan daerah, maka anda perlu bersyukur karena otomatis fasilitas di sekitar rumah anda akan menjadi lebih baik. Jadi pastikan mengetahui rencana proyek di lokasi rumah sebelum memutuskan untuk membelinya.

8. Membeli Rumah Karena Harganya Murah

Kesalahan umum satu ini wajib dihindari pembeli rumah pertama. Harga itu biasanya sebanding dengan kualitas. Jika diterapkan pada rumah berarti sebanding dengan fasilitasnya. Jadi pastikan anda memeriksa dahulu rumah tersebut. Jika kondisi rumah berharga murah tersebut sangat baik dan lokasinya juga strategis, maka anda bisa bertanya alasannya pada warga di sekitar rumah.

Tanyakan apa ada kejadian yang menyebabkan penghuni rumah menjual dengan harga murah? Rumah dengan kondisi bagus yang dijual murah itu kebanyakan karena rumah tergolong angker, area di sekitar rumah yang tidak aman, dan pernah terjadi hal yang tidak mengenakkan di rumah tersebut.

9. Membeli Rumah dan Mengurus Semuanya Sendiri

Kesalahan umum pembeli rumah pertama selanjutnya adalah melakukan pembelian rumah sendiri. Melakukan hal sendiri memang bagus tapi untuk pembelian rumah disarankan jangan melakukannya sendiri. Anda perlu meminta saran dari anggota keluarga atau teman anda agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti salah membeli, terkena penipuan, dan lain sebagainya.

Saat melakukan transaksi pembelian rumah, sebisa mungkin ajak orang yang sudah ahli agar kemungkinan ditipunya sangat kecil. Semisal sialnya anda ditipu, anda memiliki bukti dan saksi yang bisa diajak bekerja sama untuk menuntut penipu di jalur hukum.

10. Mengutamakan Perasaan

Saat membeli rumah, anda dilarang mengutamakan perasaan. Contoh dari mengutamakan perasaan adalah anda rela mengeluarkan banyak uang karena tidak tega melihat kondisi hidup si penjual rumah. Padahal anda tidak tahu kondisi sebenarnya si penjual, bisa jadi ia hanya berbohong untuk menarik simpati anda. Karena itulah saat membeli rumah usahakan bersama seorang pria atau seorang yang mengambil keputusan berdasarkan logika.

11. Tidak Menyadari Jumlah Pinjaman di Bank

Sebelum memutuskan membeli rumah, pastikan dahulu berapa pinjaman atau kredit yang masih berjalan di bank. Sebagian bank tidak menyetujui KPR jika anda sudah memiliki kredit yang belum selesai, apalagi jika kredit pernah macet. Karena itulah pastikan semua pinjaman anda di bank lunas baru kemudian mengajukan KPR.

Demikian tadi ulasan tentang kesalahan umum pembeli rumah pertama. Terjadi kesalahan itu normal. Untungnya banyak orang yang mau memberitahukan kesalahannya seperti yang telah disebutkan di atas sehingga bisa anda jadikan petunjuk jika ingin membeli rumah. Bagaimana? Anda kini sudah cukup paham hal apa saja yang harus dihindari saat membeli rumah pertama kalinya kan?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kesalahan umum pembeli rumah pertama, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ingin Membeli Rumah? Jangan Lupakan Hal-Hal Berikut Ini!
Kesalahan Mengatur Keuangan yang Umum Terjadi
Ingin Membeli Rumah Idaman? Ikuti Langkah-Langkah Berikut Ini!
Cara Menghemat Biaya Pengeluaran di Rumah
Mau Memulai Usaha? Hindari Kesalahan Entrepreneur Ini!
Inilah Beberapa Kesalahan UMKM yang Harus Dihindari
Cara Membeli Rumah Lelang Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Kesalahan-kesalahan yang Kerap Dilakukan Startup
Ini Kesalahan Perusahaan Besar yang Bisa Membuat Bangkrut!
8 Kesalahan-kesalahan Merencanakan Keuangan Keluarga


Bagikan Ke Teman Anda