Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Keuntungan KPR Syariah Dibanding KPR Konvensional

Mengingat rumah termasuk dalam kebutuhan hidup manusia yang memerlukan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, kredit kepemilikan rumah atau KPR menjadi salah satu produk keuangan yang paling banyak diminati nasabah hingga saat ini. Sebagaimana produk keuangan serupa, KPR dibagi menjadi KPR syariah dan KPR konvensional.

Kendati demikian, ada beberapa poin keuntungan yang membuat KPR syariah lebih diminati dibandingkan KPR konvensional. Keuntungan-keuntungan tersebut dijabarkan dalam poin-poin sebagai berikut:

1. Tidak Mengenal Bunga

Ini dia keunggulan utama produk KPR syariah dibandingkan dengan KPR konvensional. Coba bayangkan dan ingat-ingat kembali, berapa banyak kejadian nasabah yang merasa direpotkan dengan porsi bunga KPR konvensional yang (katanya) super-besar itu?

Nah, itu semua tidak akan kita temui saat mengajukan KPR syariah untuk mendapat rumah idaman. Berhubung KPR syariah tidak mengenal pemungutan bunga, kita akan aman dan terbebas dari jerat yang dalam hukum syariah dinamakan riba.

Keamanan KPR syariah dibandingkan KPR konvensional dalam mengakomodasi kebutuhan nasabahnya akan keringanan pembayaran rumah per periode berjalan tidak hanya berhenti di seputar meniadakan bunga saja. Siapa sangka, masih terkait dengan bunga, harga rumah dan angsuran pun ikut memengaruhi keuntungan KPR syariah, yang membuat KPR syariah lebih unggul dan diminati dibandingkan KPR konvensional.

Karena KPR syariah tidak mengenal bunga, maka seluruh komponen saat perjanjian KPR syariah seperti harga rumah dan jumlah angsuran sudah ditetapkan dari awal dalam jumlah yang tetap. Jumlah tetap pada harga rumah maupun angsuran per bulan yang harus dibayarkan akan memudahkan nasabah KPR syariah untuk membayar, terutama untuk mereka yang memberlakukan fasilitas autodebet pada rekening tabungan mereka.

Selain itu dengan kelebihan KPR syariah seperti ini, nasabah tidak perlu memusingkan keadaan di pasar secara umum, yakni suku bunga Bank Indonesia. Ini dikarenakan KPR syariah merupakan produk kredit perbankan yang benar-benar “mengabsenkan” bunga, sehingga kita pun menjadi lebih lega saat menggunakan KPR syariah.

2. Mekanisme Pembayaran Angsuran yang Lebih Menghargai Nasabah

Pada poin sebelumnya, kita tahu angsuran KPR syariah ditetapkan dalam jumlah yang tetap. Poin ini akan membahas mengenai mekanisme pembayaran angsuran KPR syariah, yang sekali lagi, membuatnya unggul dibandingkan dengan KPR pada bank konvensional.

Ada saatnya di mana kita memiliki banyak tanggungan kredit atau biaya-biaya lain semacam biaya utilitas atau listrik dan air, dan kita perlu menjadwalkan seluruh pembayaran tersebut hingga lunas. Saat itu, mungkin kita perlu untuk membayar angsuran KPR lebih cepat dibandingkan tanggal jatuh temponya.

Di sinilah kelebihan KPR syariah dibandingkan KPR konvensional. Kalau kita coba-coba membayar angsuran KPR lebih cepat dibanding tanggal jatuh temponya, risiko yang akan kita terima adalah sanksi administrasi berupa penalti. Namun, kita yang mendaftar produk KPR syariah tidak akan dikenakan penalti saat membayar angsuran lebih awal.

Atas pertimbangan tersebut, mekanisme pembayaran angsuran dari KPR syariah lebih dapat menghargai kemampuan finansial nasabah dibandingkan dengan KPR konvensional. Selain itu, mengingat kecenderungan dominan orang saat ini yang berupaya membayar angsuran rumah terlebih dahulu dibandingkan semuanya, KPR syariah yang tidak memberlakukan penalti pada pembayaran angsuran lebih awal jelas lebih menguntungkan dibandingkan KPR konvensional.

3. Kepemilikan Rumah Sesuai Akad Lebih Dapat Dinegosiasikan

Mengingat KPR syariah berbeda dengan KPR konvensional yang “segala sesuatunya harus diukur dengan bunga”, pembagian produk KPR syariah berdasarkan tingkat kepemilikan rumah nasabah dibandingkan dengan bank. Dalam hal ini, kita bisa menentukan tingkat kepemilikan, yang kemudian disesuaikan dengan akad yang ada pada KPR syariah.

Beberapa akad KPR syariah tidak mengharuskan kita untuk benar-benar memutuskan pilihan pada rumah idaman awal, seperti pada akad sewa-beli atau Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT). Berbeda dengan KPR konvensional yang sekalinya kita membayar angsuran atau uang muka, kita harus membayar seterusnya hingga lunas dan tidak punya pilihan untuk “pindah pilihan rumah di tengah jalan”, KPR syariah memberikan kebebasan bagi kita untuk menegosiasikan pilihan rumah dengan bank, bahkan di tengah-tengah berjalannya pinjaman KPR.

Keleluasaan untuk memiliki rumah sesuai dengan tingkat kemampuan finansial maupun preferensi pribadi kita tidak hanya berhenti sampai di sana. Ini dikarenakan ada akad kepemilikan bertahap (Musyarakah Mutanaqisah) pada KPR syariah, di mana bank dan nasabah sama-sama memiliki rumah, di mana tiap nasabah membayar cicilan, kepemilikan akan berpindah ke tangan nasabah secara bertahap. Keunikan semacam ini tidak akan kita temui pada KPR konvensional, yang membuat KPR syariah sekali lagi unggul dibandingkan dengan KPR konvensional.

Ketiga poin keunggulan kompetitif KPR syariah di atas membuat KPR syariah menjadi produk kredit perbankan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan KPR konvensional. Lagipula, KPR syariah lebih banyak mendukung tipe-tipe rumah masa kini, sehingga kita tidak akan rugi bila kita memilih KPR syariah untuk membantu pembiayaan cicilan rumah idaman kita.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang keuntungan KPR Syariah dibanding KPR Konvensional, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Syarat Umum Pengajuan KPR
Bisakah KPR Untuk Rumah Indent (Belum Jadi)?
Telat Bayar KPR? Ini Konsekuensinya!
Cara Over Kredit Rumah yang Aman dan Terbebas dari Masalah
Tanda Anda Siap Punya Rumah Sendiri
Apa itu Loan to Value (LTV) KPR?
Ingin Mengajukan KPR Rumah Bersubsidi? Ini Syarat yang Diperlukan
Bagaimana Status Utang Debitur KPR yang Meninggal Dunia?
Mending Sewa Rumah atau Beli Rumah KPR?
Mengapa Mencicil Rumah Melalui KPR Harus Membayar DP?


Bagikan Ke Teman Anda