Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Langkah-langkah Menabung Semenjak Usia Dini

#menabung #usia dini

Menabung adalah hal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, oleh karena itu sangat penting untuk memupuk kebiasaan menabung semenjak usia dini. Memang membiasakan diri untuk bijaksana dalam menggunakan uang dan menabung dari usia dini sangatlah penting. Namun manfaat yang akan didapat juga tidak kalah besar nantinya.

Untuk mereka yang masih berusia muda dan belum memiliki penghasilan sendiri juga tetap bisa mulai menyisihkan uang dan menyimpan untuk kebutuhan lain. Manfaatnya akan sangat terasa saat uang simpanan sudah terkumpul dan bisa digunakan untuk membeli barang-barang idaman. 4 cara berikut bisa membantu memupuk kebiasaan menabung semenjak usia dini dengan langkah-langkah yang mudah dan tidak memberatkan.

1. Membuat sistem penyimpanan

Menabung akan lebih mudah jika diikuti dengan sistem yang baik dan jelas. Kita bisa memulainya dengan menggunakan 4 kaleng bekas, botol, celengan atau tempat penympanan lainnya. Beri label pada setiap tempat dengan tulisan “Tabungan”, “Pengeluaran”, “Donasi”dan “Investasi”. Kaleng “Tabungan” adalah tempat menyisihkan uang yang ingin ditabung dan tidak boleh diambil untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap kali menerima penghasilan, bisa mengisi kaleng ini terlebih dahulu. Kaleng “Pengeluaran” bisa diisi dengan alokasi biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti jajan, uang transport. Jika memang berniat berhemat, dana untuk jajan sebaiknya tidak perlu disisihkan terlalu banyak.

Kaleng “Donasi” adalah alokasi dana yang ingin disumbangkan untuk amal. Alangkah baiknya jika semenjak dini kita terbiasa menyisihkan sedikit dana untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sedangkan kaleng “Investasi” adalah dana yang tidak boleh diambil dalam keadaan apapun juga. Gunakan dana yang terkumpul di kaleng tersebut untuk membuka akun investasi yang menguntungkan dikemudian hari.

2. Menentukan tujuan yang jelas

Alasan yang sering membuat kita gagal menabung adalah karena tidak ada tujuan dan motivasi. Uang yang tersimpan seolah-olah menganggur dan lebih menggoda untuk dihabiskan. Karena itu, lebih baik menentukan tujuan menabung sedari dini. Misal untuk membeli barang gadget atau koleksi pribadi. Jika masih tidak ada bayangan, bisa berkonsultasi pada orang tua atau sahabat terdekat. Sangat disarankan untuk menyimpan tabungan jangka panjang di tempat yang tidak bisa diakses sewaktu-waktu.

Misal, membuka rekening di bank atau menitipkannya pada orang tua. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari godaan untuk mengurangi jumlah tabungan untuk jajan atau bermain. Perbandingan yang baik dalam menyisihkan uang untuk ditabung adalah 1:3. Artinya, dari setiap Rp. 3000 yang didapat, Rp. 1000 harus disimpan sebagai tabungan. Biasakan selalu mencatat pengeluaran dan pemasukkan yang diterima. Hal ini akan mempermudahmu mengetahui berapa jumlah uang yang kamu habiskan dan menentukan bagian mana yang bisa dihemat lebih banyak.

3. Bertekad untuk berhemat

Walau terdengar sederhana, berhemat ternyata lebih menantang dari pada yang dikira. Hanya bertekad untuk menyisihkan sejumlah uang saja tidaklah cukup untuk mewujudkannya. Cara untuk mengatasinya adalah dengan mencari alternatif lain untuk mencegah uang saku yang diterima dihabiskan. Hal ini bisa dilakukan dengan membatasi uang tunai yang dibawa dan menyimpan kartu kredit dan kartu ATM. Kebanyakan pengeluaran yang tidak terencana terjadi ketika kita membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

Ketika melihat barang yang sepertinya menarik, bisa saja kita membelinya tanpa pikir panjang karena kebetulan membawa uang lebih. Padahal, sesampainya di rumah baru disadari bahwa barang tersebut tidak diperlukan. Dengan membawa uang secukupnya, kita bisa memilah mana kebutuhan yang mendesak dan mana yang hanya merupakan keinginan sesaat saja.

Selain itu, kebiasaan menabung juga bisa dipupuk dengan mengalokasikan uang dengan bijaksana. Terutama untuk mereka yang hobi cuci mata dan berbelanja. Hal ini bisa diatasi dengan memilih membeli barang-barang yang nanti akan dibutuhkan dan menganggapnya sebagai investasi kecil-kecilan. Misalnya, untuk yang bercita-cita sebagai fotografer bisa menabung untuk berbelanja perlengkapan kamera atau jika ingin meniti karir bisa mulai berbelanja baju-baju kerja.

4. Mencari sumber penghasilan tambahan

Jika setelah menyisihkan sejumlah uang ternyata simpanan yang dimiliki masih jauh dari target, cara lain yang bisa ditempuh adalah mencari penghasilan tambahan. Usia muda bukan berarti kita tidak bisa menambah penghasilan dengan bekerja. Sebenarnya ada banyak pekerjaan sambilan yang bisa dilakukan walaupun tidak bisa dibilang resmi. Yang paling mudah adalah menjual ketrampilan yang dimiliki, seperti menyanyi, menggambar, membawakan acara dan lain-lain.

Jika bingung mencari tempat untuk memasarkan jasa yang ingin ditawarkan, mintalah bantuan pada saudara dan kerabat dekat untuk membantu mempromosikan. Jangan lupa untuk selalu menyimpan uang-uang “tidak terduga” seperti hadiah uang tahun, bingkisan hari raya atau uang jajan yang diberika kerabat jauh. Jangan pernah mengahbiskan dana ini sekaligus karena biasanya jumlahnya cukup besar dan akan sangat signifikan terhadap total jumlah tabungan.

Menabung benar-benar sangat besar manfaatnya, terutama setelah kita semakin dewasa. Kebutuhan hidup tentunya semakin lama semakin tinggi, dan tabungan dari usia dini ini bisa menjadi penolong yang bisa diandalkan. Karena itu, walaupun terasa berat jangan mudah menyerh dan terus berusaha membiasakan diri untuk menyisihkan pendapatan dan menabung sedini mungkin.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang langkah-langkah menabung semenjak usia dini, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengajari Anak untuk Menabung
Mau Berhasil Menabung? Ini Dia Rahasia Cara Menabung yang Benar
Perbedaan Menyimpan Uang, Menabung, dan Investasi
Inilah 6 Cara Unik Menabung Orang Jaman Dahulu
Masih Ragu Menabung di Bank? Simak Manfaatnya Berikut Ini!
Pilih Mana Arisan vs Menabung?
7 Cara Membiasakan Diri Menabung
Bagaimana Caranya Menabung di Kantor Pos?
5 Tips Jitu Menabung
Cara Menabung yang Benar dan Mudah untuk Masa Depan


Bagikan Ke Teman Anda

SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.