Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Kemampuan Mengelola Keuangan Harus Dipelajari Sejak Sekolah

Keahlian untuk mengelola keuangan merupakan salah satu tuntutan yang harus dimiliki oleh setiap individu saat ini. Dan keahlian itu tidak bisa didapatkan dengan instan. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa agar generasi bisa mempunyai kemampuan mengelola keuangan yang baik, maka harus diajarkan sejak dari bangku sekolah. Mengapa demikian? berikut beberapa alasanya.

1. Kemampuan Mengelola Keuangan Diperoleh dengan Belajar

Banyak orang tua yang salah kaprah mengenai bagaimana mengajarkan cara mengelola keuangan yang baik pada anaknya. Mereka menganggap bahwa pengajaran dari orang tua di rumah sudah cukup. Sayangnya hal tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar, karena di Amerika sekitar 50% keluarga mempunyai utang kredit.

Suatu penelitian mengejutkan datang dari Harvard Business School yang menyebutkan bahwa pelajaran tentang keuangan pribadi tidak memberikan hasil maksimal terhadap kemampuan mengelola keuangan. Justru pelajaran matematika yang menjadi penentu sejauh apa keberhasilan seseorang dalam pengelolaan finansial.

Meskipun begitu mempelajari keuangan dan matematika memang seharusnya berjalan seiring. Karena kedua bidang ini pada prakteknya akan saling melengkapi. Dan keduanya bisa diperoleh di bangku sekolah. Selain itu untuk memperoleh kemampuan mengelola finansial juga dibutuhkan kemampuan membuat anggaran pribadi dan pengelolaan kredit.

2. Godaan pada Usia Dini Jauh Lebih Besar

Seperti yang diketahui bahwa usia anak masih relatif terlalu dini untuk bisa memahami mana kebutuhan dan keinginan. Anak-anak bahkan belum tahu dengan baik cara untuk membenakan suatu hal apakah baik atau buruk untuk dirinya, termasuk persoalan keuangan.

Meskipun begitu anak usia sekolah pada umumnya sudah mengetahui seluk beluk dunia internet dengan baik. Bahkan mereka mungkin juga sudah tahu berbagai situs jual beli online untuk mencari barang apa yang diinginkan atau paling tidak mereka bisa searching kemudian meminta untuk dibelikan kepada orang tua.

Tidak hanya sampai di situ saja, jika pengelolaan keuangan tidak segera diberikan kepada anak, ada kemungkinan saat menginjak usia remaja dan sudah mampu belanja sendiri mereka akan melakukannya tanpa pertimbangan. Apalagi godaan pada usia muda sangatlah besar, sehingga kemampuan mengelola keuangan setidaknya harus diperoleh di sekolah.

3. Memulai Sejak Dini Jauh Lebih Baik

Apapun yang mulai dilakukan jauh-jauh hari pasti akan memberi hasil yang lebih maksimal dibanding dengan yang dimulai saat terdesak. Oleh sebab itu pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola keuangan sebaiknya diberikan kepada anak sejak usia dini atau ketika berada di bangku sekolah.

Hal ini juga telah diterapkan oleh Pennsylvania Institute of Certified Public Accountants yang membantu para siswa untuk memahami pengelolaan keuangan. Institut ini mengajarkan tentang cara mengatur anggaran yang baik dan benar, memberikan pemahaman terkait dampak yang ditimbulkan oleh pajak terhadap gaji, dan berbagai persoalan keuangan lain.

4. Kesadaran Mengenai Konsep Pengelolaan Finansial Lebih Besar

Jika pelajaran mengenai cara mengelola keuangan diberikan sejak dini, maka kemungkinan anak untuk memiliki kesadaran tentang hal tersebut juga semakin lebih besar. Apalagi diketahui utang untuk kebutuhan perguruan tinggi rata-rata sebesar 32.500 dolar dan yang lebih dibutuhkan adalah perencanaan masa depan daripada upaya melunasi utang.

Beberapa konsep mengenai pengelolaan finansial yang perlu dimiliki sejak usia sekolah antara lain pengetahuan untuk mengatur prioritas kebutuhan dan keinginan. Selain itu juga konsep bunga majemuk, pengelolaan utang, pemahamam tentang pajak dan gaji, teknik mengatur anggaran pribadi, dan masih banyak lagi.

Konsep-konsep ini tidak dapat serta merta diperoleh tanpa melalui pembelajaran khusus, sehingga setiap sekolah seharusnya memberikan pengetahuan ini kepada para siswa. Adapun harapan yang hendak dicapai jika siswa memahami konsep mengelola keuangan sejak dini adalah agar mempunyai kemandirian setelah lulus sekolah nantinya.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa generasi milenial terhitung dari usia remaja sampai dengan awal usia 30-an lebih jarang menggunakan kartu kredit dibanding generasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa generasi milenial lebih bersifat hemat dan berhati-hati, sehingga untuk memperkuatnya diperlukan pelajaran di sekolah.

5. Kemungkinan Bangkrut pada Usia Muda Semakin Meningkat

USA Today mengabarkan bahwa pada tahun 2001 sekitar satu dari lima orang yang berusia 18 sampai 24 tahun di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut. Rentang usia ini juga dipercaya mempunyai peluang besar untuk bangkrut jika terus dibiarkan berlarut tanpa penanganan sejak dini.

Rata-rata penyebab kebangkrutan adalah hasil dari total semua utang yang mereka miliki. Jadi bisa diperkirakan bahwa sejak usia 15 tahun mereka sudah mulai berutang dan tanpa disadari mereka sesungguhnya sedang meniti jalan menuju kebangkrutan.

Salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk mencegah hal tersebut terus berkembang adalah dengan menerapkan pelajaran mengenai pengelolaan keuangan di sekolah. Dengan begitu anak akan lebih cepat memperoleh pengetahuan yang nanti akan sangat diperlukan setelah menempuh kehidupan kerja ataupun perguruan tinggi.

6. Pilihan untuk Berhutang Cukup Banyak

Suatu laporan yang dipaparkan oleh Federal Reserve menyebutkan bahwa ada sekitar 53.000 pelajar yang membuka rekening kartu kredit pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 jumlahnya meningkat tajam hingga 2 juta rekening kartu kredit milik pelajar.

Sementara itu pihak perguruan tinggi dan bank membuat suatu kesepakatan yang cenderung lebih memudahkan para siswa untuk berhutang. Kesepakatan ini sebenarnya justru semakin menambah opsi pilihan utang yang bisa dilakukan oleh siswa.

Apalagi diketahui siswa juga rata-rata melakukan pembayaran uang sekolah, keperluan buku sekolah, dan sebagainya dengan menggunakan kartu kredit. Oleh sebab itu jika siswa tidak diberi bekal sejak usia sekolah mengenai konsep pengelolaan keuangan, dampaknya bisa berimbas pada utang menumpuk yang akan mereka peroleh ke depannya.

Itulah sejumlah alasan mengapa kemampuan mengelola keuangan sebaiknya memang harus diberikan dan dipelajari sejak sekolah. Kalau di negara maju hal ini banyak diterapkan, mengapa kita tidak?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa kemampuan mengelola keuangan harus dipelajari sejak sekolah, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tip Finansial Mengatur Keuangan Terbaik yang Harus Kamu Ketahui
Sudah Saatnya Mempersiapkan Dana Darurat, Ini Caranya!
7 Alasan Mengapa Menunda Tidak Baik bagi Keuangan
7 Tip Menghemat Biaya Tiket Pesawat
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
Apa itu “Dave Ramsey: 7 Baby Steps”?
Anggaran, Kunci Sukses Perencanaan Keuangan Anda
12 Tip Perencanaan Finansial Buat yang Akan Menikah
Dilarang Menghabiskan Uang pada Hal-hal Berikut
Apa itu Tabungan Jenius? Review Tabungan Jenius


Bagikan Ke Teman Anda