Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Orang Kaya Masih Berhutang?

Mungkin banyak orang biasa yang mengira bahwa orang kaya tidak akan meminjam uang karena sudah bergelimang uang. Ternyata Anda salah! Orang kaya justru selalu meminjam uang. Tidak percaya? Banyak fakta yang menunjukkan orang-orang kaya meminjam uang dalam jumlah yang besar.

Perlu diketahui juga tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara pun kalangan yang meminjam uang dalam jumlah besar adalah orang kaya. Tahukah uang yang dipinjam untuk apa? Artikel ini akan membahas tentang penggunaan uang pinjaman di kalangan orang-orang kaya.

1. Membeli Rumah Mewah (Real Estate)

Orang kaya gemar membeli rumah mewah. Real estate adalah kawasan perumahan mewah yang berada di lokasi strategis dan mahal. Kalau berbicara tentang harga, tentu saja harga rumah-rumah itu sangat mahal. Sebagian besar orang kaya enggan untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus untuk membeli rumah sehingga mereka lebih memilih untuk meminjam uang di bank.

Kenapa demikian? Karena mereka membeli rumah untuk investasi, bukan untuk dihuni. Bahkan sebagian besar dari mereka adalah pengusaha properti sehingga justru membangun real estate yang megah. Membangun real estate untuk disewakan atau diperjualbelikan tentu saja membutuhkan dana yang sangat banyak.

Saat ini masyarakat lebih suka apartemen sehingga para pengusaha berlomba-lomba untuk membangun apartemen di tengah kota. Macetnya perkotaan membuat masyarakat memilih untuk tinggal di apartemen yang dekat dengan lokasi kerja. Hal inilah yang dibidik oleh para pengusaha properti sehingga mereka berani untuk meminjam uang di bank.

2. Memulai Usaha

Orang yang bermental pengusaha biasanya enggan untuk mengeluarkan modal dari uang sendiri. Mereka berpikir jauh ke depan tentang berbagai kemungkinan seperti inflasi dan kebutuhan pribadi pada masa depan. Di Indonesia, orang-orang yang berani meminjam uang ke bank untuk modal usaha hanya kalangan tertentu.

Tetapi di Kanada, banyak orang yang berani meminjam uang untuk membuka usaha baru. Mereka bukan pengusaha yang benar-benar baru berbisnis tetapi mereka sudah berpengalaman dan tertantang untuk membuka usaha baru.

Mungkin pada awalnya hanya membuka usaha kuliner kecil-kecilan, tetapi mereka mencoba untuk membuka usaha baru di bidang lain. Faktanya, semakin kaya seseorang pasti jauh lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman bank yang besar. Mengapa demikian? Karena bank percaya uang akan kembali dengan dasar pengalaman yang dimiliki oleh peminjam. Para pebisnis yang ulung sudah tahu strategi untuk mendapat uang yang banyak dari usaha yang dibuat sehingga biasanya usaha baru akan berhasil juga seperti usaha sebelumnya.

3. Menjadi Uang Sebagai Alat

Para pebisnis ulung berani untuk melakukan spekulasi dan tidak takut merugi sehingga mereka berani untuk meminjam uang di bank dalam jumlah besar. Menurut mereka, uang adalah alat sehingga uang harus digunakan untuk bekerja, bukan kita bekerja untuk mendapatkan uang.

Nilai uang yang selalu berubah karena inflasi dan deflasi membuat mereka berpikir uang itu harus selalu diputar untuk berbagai kegiatan bisnis. Mereka selalu berpikir bagaimana untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari pinjaman sehingga mereka biasanya berhasil.

Perhitungan terhadap berbagai kemungkinan keadaan ekonomi sudah diperkirakan dengan baik sehingga kemungkinan untuk merugi sangat kecil. Manusia itu harus bisa menggunakan uang, jangan sebaliknya justru manusia yang diperbudak oleh uang. Kecerdasan emosional berperan penting dalam pemakaian uang sehingga orang-orang kaya tidak terkecoh untuk menyimpan uang dalam waktu lama.  Uang yang didapatkan dari meminjam harus diubah menjadi aset sehingga terhindar dari inflasi dan bisa dipakai untuk menghasilkan uang yang lebih banyak.

4. Akuisisi Aset

Alasan utama yang membuat orang kaya meminjam uang di bank adalah adanya kemungkinan bagi uang untuk bertambah banyak. Orang-orang kaya berfokus untuk membangun aset yang tidak akan menurun nilainya seiring bertambahnya usia (waktu).

Pemikiran orang-orang kaya begitu besar dan luas layaknya sebuah institusi sehingga mereka mementingkan untuk akuisisi aset. Aset yang tidak akan menurun nilainya adalah tanah dan bangunan mewah. Real estate sekali lagi menjadi bidikan utama para pebisnis ulung untuk menanamkan uang yang dipinjamnya. Orang-orang kaya memiliki kemampuan berpikir yang baik sehingga berbagai kemungkinan yang akan terjadi sudah bisa diperkirakan.

Hal yang harus diperhatikan sebelum meminjam uang di bank adalah pengetahuan dan kemampuan. Yakinkan diri sudah berapa besar pengetahuan tentang keadaan ekonomi negara yang menjadi tempat berbisnis. Perhatikan juga tentang kemampuan diri sendiri untuk mengelola uang dengan baik.

Uang yang dipinjam tidak boleh habis dengan percuma tanpa hasil. Ingatlah bahwa uang pinjaman itu memiliki biaya yang harus dibayarkan berupa bunga. Uang harus menghasilkan uang yang lebih banyak sehingga bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan. Think big then you will be big!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa orang kaya masih berhutang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

 



Mengapa Orang Kaya Lebih Memilih Mobil Bekas?
Apa Itu PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang)?
Orang Kaya Ternyata Masih Berhutang! Mengapa?
Apa Beda Utang dan Piutang?
Apa yang Terjadi ketika Negara Gagal Membayar Utang (Default)?
Orang Kaya Lebih Hemat Daripada Orang Miskin
Cara Orang Kaya Tetap Kaya
Orang Kaya Tahu Ini, Makanya Jadi Sukses
Cara Orang Kaya Membesarkan Anak agar Tidak Manja
Apa yang Terjadi Jika Negara Menolak Melunasi Utang?


Bagikan Ke Teman Anda