Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow

Setiap manusia tak lepas dari kebutuhannya, terutama yang bersifat dasar. Sebab, kebutuhan setiap individu manusia berkaitan erat dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya.

Jika kebutuhan dasar seseorang tidak terpenuhi, maka ia akan sulit untuk mempertahankan hidupnya apalagi mencapai kepuasan dan meraih tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

Kebutuhan yang paling dasar adalah minum dan makan. Tak heran jika air menjadi sumber kehidupan. Tanpa air, tak akan ada kehidupan di muka bumi ini. Secara fisik, manusia akan lebih tahan hidup berhari-hari tanpa makanan, tapi tidak tanpa air.

Meski demikian, untuk menjaga kelangsungan hidup dibutuhkan keseimbangan pemenuhan kebutuhan akan air atau minuman dengan makanan. Tak hanya sekadar hidup, tetapi kualitas kesehatan fisik pun terjaga.

Bicara tentang kebutuhan, setiap manusia memiliki tingkat kebutuhan yang perlu dipenuhi secara bertahap, mulai dari yang terendah hingga tertinggi. Tingkat kebutuhan ini dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam susunan piramida yang kemudian dikenal dengan piramida Maslow.

Ilustrasi di atas merupakan piramida Maslow yang menyajikan tingkatan kebutuhan mulai dari yang paling rendah hingga paling atas. Piramida tersebut menggambarkan pemenuhan kebutuhan secara bertahap sesuai dengan tangga atau tingkatannya.

Secara umum, kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi lebih dahulu adalah kebutuhan fisiologis. Jika kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, maka level kebutuhan meningkat pada rasa aman dan nyaman.

Apabila setiap individu telah mampu memenuhi kebutuhan akan rasa aman dan nyaman, maka ia akan berusaha memenuhi kebutuhan akan kasih sayang. Naik pada level berikutnya adalah kebutuhan akan penghargaan. Selanjutnya kebutuhan tertinggi dari hierarki piramida ini adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.

Tingkatan kebutuhan pada hierarki piramida Maslow mulai dari yang terendah hingga tertinggi dapat dijelaskan seperti berikut.

  • Kebutuhan fisiologis

Dalam hierarki piramida Maslow, kebutuhan fisiologis ditempatkan pada posisi paling bawah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan pada tingkatan terendah.

Artinya, kebutuhan ini harus dipenuhi dan terpuaskan terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan lainnya. Sebagai kebutuhan paling dasar, kebutuhan fisiologis berkaitan dengan kebutuhan fisik seperti makan, minum, bernapas, tidur, sandang, dan juga papan atau rumah.

Pemenuhan terhadap kebutuhan fisiologis sangatlah penting, karena menjadi dasar bagi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan lain yang berada pada hierarki lebih tinggi.

Apabila kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi dan terpuaskan, maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan lain yang berada di atasnya. Contohnya, saat seseorang merasakan haus, maka ia butuh minum atau saat lapar, ia butuh makan.

Tak mungkin seseorang yang merasakan haus dan lapar akan mencari mencari teman atau berusaha mengaktualisasi diri, tetapi ia akan berusaha untuk memenuhi rasa haus dan lapar tersebut dengan minum dan makan.

Cukup sederhana untuk memahami suatu kebutuhan termasuk fisiologis atau bukan, karena terdapat dua ciri yang bisa dikenali. Pertama, kebutuhan fisiologis bisa dipenuhi dan dipuaskan baik secara menyeluruh maupun parsial.

Misalnya saat seseorang merasa lapar, ia bisa makan sampai puas atau hanya sebatas mengatasi rasa lapar tersebut dengan memakan camilan sebagai pengganjal perut saat lapar saja. Kedua, kebutuhan fisiologis muncul secara berulang. Inilah yang membedakan kebutuhan fisiologis dengan kebutuhan lainnya.

Rasa lapar memang bisa dipenuhi atau dipuaskan pada saat itu juga. Namun, rasa lapar tersebut akan kembali muncul setelah beberapa saat dan terus berulang.

  • Kebutuhan akan rasa aman dan nyaman

Pada hierarki piramida Maslow satu tingkat lebih tinggi dari kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Kebutuhan ini meliputi rasa aman dari ancaman, tindak kriminal, perang, terorisme, penyakit, ketakutan, kecemasan, kerusuhan, bencana alam, dan lainnya.

Pemenuhan akan kebutuhan ini memungkinkan setiap individu untuk menjalankan aktivitasnya dengan baik. Sayangnya, kebutuhan rasa aman dan nyaman ini tak selalu bisa dipenuhi secara total. Meski telah dilakukan antisipasi, namun tetap saja ada ancaman-ancaman yang tidak bisa dihindarkan seperti bencana alam dan perilaku tidak menyenangkan dari individu lain.

  • Kebutuhan akan kasih sayang

Kebutuhan akan kasih sayang menempati posisi ketiga dalam hierarki piramida Maslow. Artinya, kebutuhan ini akan muncul setelah kebutuhan akan rasa aman dan nyaman terpenuhi.

Kebutuhan akan kasih sayang ini mencakup cinta, rasa sayang, serta rasa untuk memiliki dan dimiliki yang diwujudkan melalui hubungan pertemanan, persahabatan, dan berkeluarga yakni memiliki pasangan dan keturunan. Setidaknya individu yang kebutuhan kasih sayangnya terpenuhi akan memiliki rasa percaya diri dan jiwa yang lebih besar.

Individu yang kebutuhan akan kasih sayangnya telah terpenuhi sejak kanak-kanak, cenderung lebih mampu menerima penolakan dibandingkan dengan individu yang masa kanak-kanaknya tidak dilingkupi kasih sayang.

Menurut Maslow, kebutuhan kasih sayang juga berkaitan dengan hubungan yang sehat dan penuh kasih serta saling percaya. Kenyataannya, banyak hubungan pertemanan dan cinta sepasang kekasih bahkan keluarga yang hancur berantakan disebabkan adanya rasa saling curiga dan pengkhiatan terhadap hubungan yang telah terjalin.

  • Kebutuhan akan penghargaan

Saat kebutuhan akan kasih sayang terpenuhi, maka kebutuhan akan beranjak pada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan untuk dihargai. Kebutuhan ini berkaitan dengan ego setiap individu yang berkeinginan untuk mencapai prestasi dan gengsi.

Dari hierarki piramida Maslow, kebutuhan untuk dihargai ini berada pada posisi yang cukup tinggi. Individu yang sudah berada pada level kebutuhan ini artinya telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang berada di level bawahnya.

Kebutuhan akan penghargaan atau untuk dihargai dikategorikan menjadi dua, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Kebutuhan yang lebih rendah diwujudkan dalam bentuk perhatian, menghormati orang lain, reputasi, apresiasi, status, martabat, dan dominasi.

Sementara kebutuhan penghargaan yang lebih tinggi meliputi harga diri, kompetensi, prestasi, kemandirian, kebebasan, keyakinan, dan penguasaan. Jika kebutuhan ini terpenuhi, maka seorang individu siap untuk melangkah pada pemenuhan kebutuhan yang tertinggi, yaitu aktualisasi diri.

  • Kebutuhan akan aktualisasi diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri dalam hierarki piramida Maslow menempati posisi paling tinggi atau teratas. Artinya, kebutuhan ini merupakan puncak dari piramida kebutuhan Maslow.

Di saat seseorang telah berhasil memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, dan juga penghargaan, maka ia akan butuh untuk menunjukkan dirinya kepada orang lain. Cukup sulit, karena untuk memenuhi kebutuhan ini, seseorang harus mengerahkan segala potensi yang ada dalam dirinya sehingga bisa tampak lebih menonjol dibandingkan orang lain. Sebab itulah, kebutuhan ini ditempatkan pada hierarki tertinggi.

Dalam piramida Maslow, penempatan kebutuhan aktualisasi diri di posisi teratas tentu bukan tanpa alasan. Menurut Maslow, kebutuhan ini menjadi hasrat yang memicu setiap individu untuk menggali potensi dalam diri dan mengembangkannya semaksimal mungkin, sehingga mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan kemampuannya sendiri.

Piramida Maslow mencerminkan hierarki kebutuhan manusia mulai dari yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman dan nyaman, kasih sayang, penghargaan, dan puncaknya adalah aktualisasi diri.

Pemenuhan atas kebutuhan-kebutuhan tersebut dilakukan secara berurutan mulai dari yang paling bawah, tidak bisa melompat secara acak. Sebab orang lapar tidak butuh dihargai apalagi menunjukkan diri pada orang lain tetapi butuh makan. Sederhana, tetapi jika kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi secara berurutan akan mampu menciptakan kehidupan yang berkualitas.

Image Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Maslow%27s_hierarchy_of_needs



Apa Itu Kebutuhan Sekunder? Berikut Contoh dari Kebutuhan Sekunder yang Sifatnya Subyektif
Apa Itu Kebutuhan Primer?
Kebutuhan yang Seharusnya Harganya Tidak Sampai 1 Juta
Perhitungan THR Karyawan (Tunjangan Hari Raya)
Apa itu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)?
Cara Kerja Penjahat ATM Skimmer
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?


Bagikan Ke Teman Anda