Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Negara-negara yang Dulunya Kaya Raya namun Kini Miskin

Venezuela

Meskipun menurut konteks G7 Venezuela bukanlah negara kaya, namun hingga tahun 2012 Venezuela masih merupakan negara di benua Amerika Selatan yang paling kaya. Pendapatan negaranya tergolong menengah ke atas dan kemiskinan hampir hilang dari sana. Apalagi ditambah sebagai negara dengan sumber minyak terbesar di dunia.

Namun sejak awal tahun 2012, mata uang Venezuela kehilangan nilai hingga 99%. Dan setelah Hugo Chavez wafat, kondisi sosial dan ekonomi Venezuela mengalami kolaps. Bagaimana bisa negara yang kaya akan minyak mengalami kondisi seperti ini? Di mana harga minyak jatuh dan membuat sumber daya alam mereka tidak berarti besar bagi kondisi ekonominya?

Chavez mengganti orang-orang yang paham bagaimana mendistribusikan keuntungan dari distribusi minyaknya dengan orang-orang yang loyal padanya. Mereka inilah yang membuat produksi minyak menurun hingga 25% ditambah dengan jatuhnya harga minyak selama dua tahun belakangan. Gabungkan kedua hal tersebut dan Venezuela resmi menyandang status miskin setelah tidak lagi memiliki sumber ekonomi selain ekspor minyak yang menyubsidi hal lainnya di negara mereka.

Venezuela pun kini, pada dasarnya, dijalankan oleh pedagang narkoba yang tidak paham akan ekonomi sendiri. Korupsi semakin banyak terjadi dengan mengatasnamakan sosialisme, padahal tidak ada uang yang dialirkan pada rakyat miskin dan justru masuk ke kantong-kantong pribadi pemegang negara. Toko-tokonya kosong, rumah sakit tidak memiliki obat-obat yang dibutuhkan, bahkan listrik pun mulai padam.

India

Pada abad ke-17, India berhenti berinovasi dan berkesplorasi. Ia berhenti menyadari bahwa dunia tidak berevolusi di sekitarnya dan gagal memahami hal-hal lain yang terjadi di belahan dunia lain. Sementara orang-orang dari belahan dunia lain merupakan penjelajah dan tidak kenal lelah.

Orang-orang Eropa, misalnya, cepat memelajari sesuatu dan berkeinginan kuat untuk keluar dari masa kegelapan, sementara orang-orang India stagnan dalam kondisinya saat itu karena mereka tidak yakin akan kekuatan dan kelemahan mereka sebagai sebuah negara. Mereka terlalu nyaman berada dalam kondisinya dan dari sinilah kemunduruan India sebenarnya dimulai.

Pada tahun 1947, tepatnya setelah Inggris meninggalkan India, 70% rakyatnya berada dalam kemiskinan dan hanya sebagian kecil kaum elit yang mengontrol segalanya. Lepas dari kapitalisme kaum barat yang menyelimuti India, negara ini membutuhkan perkembangan sumber daya manusia yang komprehensif agar dapat lepas dari kemiskinan.

Ekonominya harus mampu menyokong jutaan usaha kecil dan menengah yang mampu memekerjakan orang-orang dengan keterampilan minim. Mereka harus berfokus pada pemerintahan yang baik dan bebas korupsi yang memakan sebagian besar anggaran negara mereka. Dan sebagai negara yang memiliki populasi wanita tertinggi, India harus meningkatkan para wanita tersebut melalui pendidika dan sarana kesehatan yang memadai, sehingga mereka dapat berkontribusi pada negara.

Cina

Cina memiliki kesamaan dengan India dalam hal ketidakmauan mereka dalam berinovasi dan bereksplorasi, pada rentang waktu yang sama pula. Hal ini semakin parah di bawah kekuasaan Mao Tse-Tung di mana Cina mengalami kelaparan dan kondisi cuaca yang buruk. Perubahan drastis pada aturan mengenai pertanian yang diberlakukan Mao memengaruhi bisnis dan ekonomi penduduk secara signifikan.

Meski setelahnya ekonomi Cina tumbuh lebih cepat ketimbang negara-negara ekonomi besar lainnya di dunia, dan tentunya membuat sebagian orang amatlah kaya bahkan untuk ukuran negara-negara barat, 5% kelompok yang memiliki pendapatan tertinggi di Cina memiliki pendapatan yang setara dengan 23% pendapatan total negara tersebut. Meski begitu masih banyak sekali rakyat Cina yang miskin dan ketimpangan ini mengancam kestabilan sistem ekonomi Cina.

Menurut Bank Dunia, pendapatan kotor per kapita Cina di tahun 2011 hanya $4,940 dan bertempat di urutan 114 secara global, jauh di bawah negara-negara macam Afrika Selatan, Brazil, dan Nigeria. Meski kaum urban di Cina memiliki pendapatan tiga kali lebih besar dari mereka yang tinggal di pedesaan/pedalaman dan meski urbanisasi meningkat pesat, namun masih ada sekitar 700 juta penduduk Cina yang bahkan belum bisa dikatakan memiliki status kelas menengah.

Ada hal-hal yang tidak banyak orang ketahui tentang negara miskin, semisal perbedaan antara negara berkembang dan negara yang sedang berkembang sebenarnya tidak memiliki banyak arti. Mengapa? Karena salah satunya, biasanya, merupakan negara miskin yang baru saja lepas dari jajahan atau muncul dari peperangan. Lainnya lagi merupakan raksasa industri baru yang memiliki pendapatan rata-rata tidak jauh dari pendapatan rata-rata negara lain di dunia.

Keduanya dapat dianggap sebagai negara yang sedang berkembang dan istilah seperti negara berkembang serta negara yang sedang berkembang sebenarnya lebih merupakan eufimisme atau penghalusan.

Selain contoh yang kami berikan, Anda dapat melihat negara-negara lain semacam Turki, Rusia, Meksiko, bahkan Indonesia sendiri yang merupakan negara-negara besar dan dinamis. Jutaan orang di negara tersebut hidup tidak berbeda dengan mereka yang tinggal di benua Eropa, meski di dalamnya masih terdapat banyak sekali penduduk yang miskin.

Negara-negara miskin dapat belajar dari pengalaman negara-negara kaya tadi mengenai kekayaan alam dan kepuasaan hidup. Pemerintahnya harus lebih memiliki sikap petualang dan mau mengganti ideologi-ideologi usang yang telah lama dipegang. Bagaimana cara mereka merespon krisis terkadang merupakan hal yang lebih penting ketimbang bagaimana mereka menggunakan pertolongan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Negara-negara yang dulunya kaya raya namun kini miskin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana untuk Menjadi Kaya?
Mengapa Negara Dunia Ketiga Jarang yang Maju? Ini Dia Masalah Negara Dunia Ketiga!
Kalau Mau Jadi Milyader, Harus Mulai dari Mana?
Mengapa Orang Miskin Tetap Miskin? Inilah Penyebabnya!
Deddy Corbuzier: Rahasia Mengapa Orang Cina / Tiongha pada Kaya
Kamu Tidak Akan Bisa Kaya Jika Melakukan 7 Hal Ini
Inilah 12 Ciri-ciri Orang yang Akan Kaya di Masa Depan. Apakah Anda Memilikinya?
Inilah Sebabnya Mengapa Kerja Keras Saja Tidak Menjamin Anda Pasti Kaya
Apa itu Resesi Ekonomi? Apa Indikatornya?
Mengapa Ada Orang yang Kaya dan Ada Orang yang Miskin di Dunia?


Bagikan Ke Teman Anda