Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ongkos Ekonomi Menggunakan Jet Pribadi

Penggunaan jet pribadi, belakangan ini marak diperbincangkan di sosial media. Terlebih lagi selebriti kita sudah mulai memposting kenyamanan mereka kala menggunakan moda transportasi super mewah ini. Katakanlah, Syahrini, Maya Estianti, Raffi Ahmad, Sandra Dewi, adalah beberapa artis yang diketahui wira wiri menggunakan jet pribadi ini.

Sebagai kaum awam, naik pesawat saja, sudah merupakan hal yang luar biasa dan termasuk menguras kocek, apalagi memiliki dan menaiki jet pribadi, sudah tak terbayang lagi berapa pundi-pundi rupiah yang dimiliki penggunanya. Berikut kajian ekonomi soal penggunaan jet pribadi. Fokus pembahasan fokus pada fakta umum penggunaan jet pribadi, alasan menaikinya, biaya yang harus dikeluarkan, hingga bedanya dengan first class flight.

Fakta Umum Jet Pribadi

Pada saat mendengar tentang jet pribadi, tentu dalam bayangan anda akan terbersit adanya pesawat yang bersifat pribadi dan tidak campur dengan penumpang umum. Seperti halnya mobil pribadi, anda hanya butuh menungganginya saja, kapanpun tanpa harus memperhatikan jadwal pemberangkatan. Naik pesawat penerbangan umum saja, sudah terbilang mahal untuk masyarakat umum, apalagi pesawat pribadi, tentunya berkali-kali  lipat mahalnya.

Namun faktanya, jet pribadi ini sudah menjadi gaya hidup orang-orang tajir di sebagian belahan dunia ini. Para pejabat kita-pun ada yang memliki pesawat pribadi dan baru-baru ini merambah pada gaya hidup selebriti kita.  Jet pribadi termahal di dunia adalah milik Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal. Pesawat senilai $500 juta (Rp. 7,5 Triliun) ini memliki garasi dua mobil, kandang kuda dan unta, dan ruang sholat yang berputar sehingga selalu menghadap ke Mekah.

Menurut Greg Raiff, pendiri dan CEO Private Jet Services yang berbasis di New Hampshire, memiliki pesawat terbang bukanlah keputusan keuangan yang baik bagi siapa pun. Karena pembeliannya sangat mahal dan terlebih lagi perawatannya juga tak kalah mahalnya.

Mengapa Memilih Jet Pribadi?

Sebagian besar alasan orang tajir ini terbang menggunakan pesawat pribadi adalah karena mereka mampu membelinya. Namun selain karena dia mampu, ternyata ada beberapa hal yang memicu mereka untuk membeli atau menggunakan private jet, yaitu :

  1. Hemat waktu

Alasan ini  adalah salah satu alasan paling signifikan bagi mereka pengguna pesawat pribadi. Tak peduli apapun acara yang dimiliki, anda dapat memakai pesawat tersebut kapanpun. Anda dapat tiba di bandara hanya beberapa menit sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan, terbang langsung ke tujuan (tanpa transit), bersantai dengan nyaman di pesawat, tidak ada delay, tidak perlu antri tiket di bandara, tempat pendaratan lebih banyak tersedia dan fleksibel, bisa menyesuaikan dengan kedekatan tempat tujuan, dan segudang manfaat lainnya.

Bagi pengusaha, CEO, atau pekerja yang membutuhkan tepat waktu, private jet sangat pas dan menghemat waktu, bahkan biaya.  Untuk sekelas CEO atau pengusaha, waktu adalah uang, sehingga memiliki jet pribadi bukanlah hal yang merugikan malah bisa jadi sangat menguntugkan.

  1. Produktivitas

Bagi pengusaha kelas atas, penghematan waktu, membuat  bisnis yang dijalankan jauh lebih produktif, baik di dalam pesawat maupun sebelum dan sesudah penerbangan. Itula mengapa mereka dengan senang hati memiliki kendaraan yang paling mendukung produktivitasnya. Termasuk jet pribadi.

  1. Kenyamanan

Alasan selanjutnya bagi pemilik jet pribadi memilih transportasi ini adalah kenyamanan. Di Amerika Serikat, ada lebih dari 5.000 bandara yang dapat digunakan untuk pesawat pribadi. Sementara untuk pesawat komersial hanya menyediakan 500 bandara.

Ini berarti anda yang naik pesawat pribadi dapat mendarat lebih dekat ke tempat tujuan. Pada pesawat pribadi, anda dapat bepergian dengan membawa barang-barang khusus seperti intrumen kesayangan anda, perlengkapan olahraga, sampel produk atau membawa hewan peliharaan ke dalam kabin.

  1. Fleksibilitas

Pesawat pribadi tersedia kapanpun dan dapat menunggu jika Anda terlambat. Bahkan anda bisa melakukan perubahan rencana penerbangan secara mendadak di tengah penerbangan.

  1. Kualitas layanan

Pesawat pribadi biasanya menyediakan kualitas layanan super mewah dan menyediakan perabotan bergaya mewah pula, memiliki banyak ruang, menyediakan pelayanan khusus, dan bisa memilih makanan dan minuman kesukaan Anda.

  1. Qulity time dengan keluarga

Dalam pesawat pribadi, anda bisa dengan leluasa bercanda tawa, berakrab ria dan santai bersama keluarga. Bahkan bila anda melakukan liburan dengan menggunakan pesawat pribadi, waktu perjalanan anda akan lebih singkat dan tidak perlu ribet dengan pemesanan hotel.

  1. Privasi

Anda yang memakai jasa jet pribadi dapat mengadakan meeting khusus dan memanfaatkan waktu secara produktif, tanpa terganggu oleh banyak orang. Perjalanan anda juga jarang terekspos orang pada umumnya bila berada di pesawat pribadi, sehingga membantu menjaga kerahasiaan negosiasi atau kesepakatan penting anda dengan klient.

  1. Mengurangi stres

Salah satu hal yang disukai oleh pengguna jet pribadi adalah tak adanya rutinitas menunggu antrian, tidak menunggu bagasi, tidak ada transit, tidak ada delay pesawat, menikmati perjalanan dengan lebih santai dan adanya keamanan yang lebih terjamin.  Hal tersebut tadi tentunya membebaskan pengguna jet pribadi ini dari stress.

  1. Image atau prestis

Sebuah pesawat pribadi cenderung memproyeksikan seorang individu atau organisasi yang  berkelas, profesional, efisien, mumpuni, mapan, menghargai waktu dan bonafit. Maka tak heran bahwa orang yang memiiki atau menggunakan jasa private jet dianggap profesional dan berkelas.

Biaya Jet Pribadi

Jet pribadi bisa didapatkan dengan cara beli atau sewa. Masing-masing dengan harga yang berbeda. Berikut kira-kira harganya diambil dari beberapa sumber:

  1. Biaya membeli jet pribadi

Harga untuk jet pribadi baru berkisar dari $3 juta  hingga $90 juta (Rp 45 M – Rp 1,350 Triliun).  Meskipun jet bekas lebih murah, namun harganya  tetap masih jutaan dolar.  Jet pribadi yang paling mahal di pasar adalah  berjenis Gulfstream G-650, yang memiliki harga dasar $70 juta (Rp 10,5 Triliun).

Dengan ekstra dan kustomisasi, harganya bisa melambung hingga ratusan juta dolar (Rp. 1,5 Triliun-an) . Itu baru pembeliannya saja, belum biaya perawatan dan perbaikan tergantung pada ukuran pesawat,  tetapi biasanya berkisar dari $700.000 hingga $4 juta per tahun (Rp 10-60 Miliar).

Bahan bakar adalah salah satu biaya tertinggi bagi pemilik jet pribadi. Pesawat dengan tangki bahan bakar yang lebih besar untuk penerbangan jarak jauh membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Misalnya, Bombardier Global 8000 memiliki kapasitas bahan bakar hampir 50.000 poundsterling. Biaya rata-rata untuk mengisi tangki adalah $53.000. ( Rp 795 juta). Maka dari itu, hanya ada sekitar 11.000 orang pemilik jet pribadi di Amerika Serikat. Tentu saja faktor biaya adalah menjadi pertimbangannya.

  1. Biaya untuk menyewa jet pribadi

Menyewa jet pribadi jauh lebih murah daripada membeli jet pribadi. Penerbangan dengan jet pribadi dikenakan biaya per jam. Harga bervariasi tergantung pada ukuran jet, lama penerbangan dan jumlah penumpang. Biaya tipikal adalah antara $1.674 dan $8.640 per jam (Rp 25 juta – 100 juta-an) untuk menyewa jet pribadi. Menyewa jet untuk akhir pekan bisa menghabiskan $100.000 (Rp. 1 M) atau lebih. Bila Anda menghabiskan setidaknya 150 jam setahun untuk terbang, menyewa mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada membeli jet pribadi.

  1. Keanggotaan jet pribadi

Cara lain untuk terbang menggunakan jet pribadi tanpa harus memilikinya adalah dengan berinvestasi dalam keanggotaan penerbangan charter. Dengan klub-klub ini, orang membayar untuk satu kursi di pesawat daripada menyewa seluruh jet. Keanggotaan klub-klub ini mulai dari $1.750 per bulan (Rp. 26 juta-an), sementara rencana yang memungkinkan orang untuk terbang dalam jumlah tak terbatas harganya $9.700 (Rp. 145 juta-an) per bulan atau lebih. Keanggotaan di klub-klub ini ada karena dengan beberapa pertimbangan keuntungan, termasuk penawaran diskon untuk seluruh keluarga, atau kartu khusus untuk tamu.

Jet Pribadi Vs First Class

Antara jet pribadi dengan first class sebenarnya sama-sama memiliki layanan yang memuaskan penumpangnya. Tapi ada perbedaanya.

  1. Perbedaan Harga

Jet pribadi lebih mahal daripada kursi kelas satu, yang bisa berjalan mulai dari $800 hingga ribuan dolar. Menurut Greg Richman, presiden layanan charter on-demand Skyjet, harga tergantung pada ukuran pesawat, Light Jets mulai dari $2.800 per jam (Rp. 42 juta/jam). Mid-Size Jet mulai dari $3,800 per jam (Rp.57 juta/jam). Super Mid-Size Jet mulai dari $4.500 per jam(Rp. 67 juta-an/jam), dan Jet Kabin Besar mulai dari $6.500 per jam (Rp.97 juta-an)

Sementara, di pesawat first class komersial, anda sifatnya adalah menyewa tempat duduk. Jika ingin membawa seseorang, anda menyewa dua kursi dan membayar biaya dua kali lipat. Jika ingin membawa tujuh orang dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar satu jam, anda membayar hingga $8.000 (Rp 120 juta) untuk naik pesawat  first class komersial  dengan rombongan 8 orang.

  1. Perbedaan Efisiensi waktu

Jika anda, selaku masyarakat umum terbang ke luar negeri, pesawat first class jauh lebih terjangkau daripada jet pribadi. Namun, pesawat pribadi mungkin lebih ekonomis bagi para eksekutif yang waktunya sama berharganya dengan uang.

  1. Perbedaan Jumlah penumpang

Jika Anda bepergian sendirian, tiket first class kemungkinan akan lebih murah daripada menyewa jet pribadi.  Sementara, untuk kelompok yang lebih besar, jet pribadi terbukti lebih murah daripada naik first class.

  1. Perbedaan pengguna

Jet pribadi diperuntukkan bagi pebisnis kelas atas yang mengutamakan efisiensi waktu. Bepergian dengan jet pribadi itu mahal, tetapi ketika waktu bagi seorang eksekutif adalah senilai dengan uang, maka itu hal yang dianggap lumrah. Di sisi lain Penumpang First class  diperuntukkan oleh eksekutif tingkat menengah dengan perhitungan antara pengeluaran dan pemasukan yang didapat.

  1. Perbedaan kebutuhan

Pada penerbangan first class, umumnya dilakukan oleh orang yang tidak membutuhkan mobilitas penerbangan tinggi. Ini hanya dilakukan untuk perjalanan terbang dalam kurun waktu yang terbatas dan bila diperlukan saja. Sementara pesawat pribadi digunakan untuk orang yang memang benar-benar sangat sering melakukan penerbangan. Bahkan bisa dibilang penerbangan adalah seperti rutinitas hariannya.

  1. Perbedaan Fleksibilitas

Dalam hal fleksibilitas penerbangan pesawat pribadi sangatlah fleksibel. Anda tidak harus antri tiket, bagasi, melewati security, dll. Adanya lisensi kepemilikan jet pribadi memungkinkan anda, atau perusahaan anda, untuk mengatur jadwal penerbangan. Sebuah pesawat pribadi dapat menghindari lalu lintas dan kerumitan prosedur di bandara komersial.

Sementara di first class yang termahal sekalipun, seperti kursi Singapore Airlines Suites seharga $32.000 (Rp. 480 Juta ) itupun anda masih harus berurusan dengan pos pemeriksaan keamanan, campur dengan penumpang lainnya, dan waktu penerbangan yang ditentukan oleh maskapai, bukan oleh Anda .

  1. Perbedaan Kenyamanan

Perjalanan dengan pesawat pribadi lebih unggul pada tingkat kenyamanan. Jika terjebak dalam lalu lintas menuju bandara, jangan khawatir, anda cukup menelepon dulu dan minta jet anda menunggu. Dengan naik jet pribadi anda bisa menentukan kapan berangkatnya dan jika rencana keberangkatan berubah, maka anda juga tinggal bilang saja.

Sementara di sisi lain, pesawat komersial first class tidak beroperasi sesuai jadwal dan waktu yang anda inginkan walau berapapun harga tiket yang di bayarkan.

Demikian kajian singkat fakta ekonomi soal penggunaan jet pribadi yang bisa Anda simak dari berbagai sudut. Mudah-mudahan bisa memberikan pandangan yang lebih jelas tentang pilihan penerbangan yang akan anda pilih sesuai dengan bajet dan keperluan perjalanan Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang ongkos ekonomi menggunakan jet pribadi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi?
5 Alasan Mengapa Bisnisman Tidak Naik Pesawat Kelas Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi, Pengertian dan Pengukurannya
Apa itu Hukum Permintaan?
Hal-hal yang Harus Dilakukan Ketika Krisis Ekonomi
Apa itu Gig Economy?
Apa itu Sistem Ekonomi Pasar?
Ada Apa dengan Krisis Ekonomi di Turki?
Apa itu Resesi Ekonomi? Apa Indikatornya?
Persiapan untuk Usaha Kecil Menghadapi Resesi Ekonomi yang akan Datang


Bagikan Ke Teman Anda