Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pelajaran dari Dunia Korporat yang Bisa Dipetik

Dunia kerja tidaklah sama dengan yang lain meski tidak sepenuhnya berbeda. Ini adalah tempat dimana linearitas tidak mendapat tempat. Maksud hati ingin meraih A, namun pada akhirnya justru B yang Anda peroleh. Begitulah kondisi di dunia kerja. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nantinya kolega akan menyalahkan Anda akan kondisi tertentu dan membawa Anda ke pusaran permasalahan tertentu.

Keras dan tak dapat ditebak merupakan karakter utama dunia kerja. Maka dari itu, agar sukses bertahan mengarungi bahtera dunia kerja, dibutuhkan keuletan, kejujuran dan juga kecerdikan khusus. Hanya dengan menanamkan hal ini pada Anda, maka tidak menutup kemungkinan masa depan cerah menanti Anda. Apa saja ‘ilmu baru’ tersebut? Simak daftar berikut.

1. Jangan berlagak pintar

Biasalah dalam bersikap. Tak peduli dari mana Anda sebelumnya atau kuliah di mana Anda dulunya, dunia kerja tidak memerlukannya kecuali fakta bahwa Anda kompeten atau tidak untuk tugas yang diberikan. Maka dari itu, tidak ada gunanya berlagak pintar atau merasa menjadi yang paling pintar. Tidak ada orang yang suka orang seperti itu. Sombong, merasa diri paling pintar dan berpengalaman, hanya akan membuat seseorang jalan di tempat.

2. Ciptakan ikatan

Memang, kontrak kerja adalah suatu hal yang penting. Namun, kata-kata Anda terhadap kolega atau karyawan Anda lah yang bakal menentukan jenis maupun kualitas hubungan atau ikatan Anda dengan mereka. Katakana tidak jika memang tidak, dan katakan ya jika memang ya. Jangan permalukan dan jatuhkan diri Anda hanya karena bersikap tidak tegas di hadapan kolega.

3. Mempertahankan hubungan

Setelah menciptakan ikatan dengan kolega, mulailah untuk mempertahankan hubungan. Jangan segan dan enggan meluangkan waktu untuk sedikit peduli terhadap mereka yang bekerja dengan Anda. Hal ini penting mengingat kata-kata tulus dan kejujuran tidak akan keluar ketika seseorang bekerja, melainkan ketika tengah santap malam, dalam perjalanan pulang, atau berolah raga bersama. Dengan cara seperti inilah Anda dapat mengetahui apa keinginan mereka dan apa yang mereka takuti, serta bagaimana pengaruh kondisi keluarga mereka terhadap performa di kantor dan sebaliknya.

4. Jangan pernah bermain drama

Biarkan orang mengenal hasil kerja Anda. Apapun dan bagaimanapun hasil kerja tersebut, biarkan publik melakukan penilaian tersendiri. Akan merupakan hal yang sangat bijak dan dewasa jika Anda tidak menyertakan gosip dan rumor dalam hasil pekerjaan tersebut. Tidak ada orang yang suka bermain drama. Tidak ada pula orang yang suka bergosip dan menjadi korban rumor, kecuali harus berada di kumpulan orang agar ia mengerti sejauh apa public membicarakan dirinya. Intinya, bermain drama hanya akan menurunkan produktivitas kerja Anda dan tim secara keselurhan.

5. Akui kesalahan

Bukan hal yang tercela dan merendahkan harkat dan martabat jika seseorang mengakui serta meminta maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan. Maka dari itu, jika Anda membuat kesalahan, maka jadilah orang pertama yang mengungkap serta meminta maaf atas kesalahan tersebut. Hal itu jauh lebih terhormat ketimbang mencari-cari alasan serta, yang lebih parah lagi, berupa mencari kambing hitam atas kesalahan Anadadda

6. Perlihatkan orisinalitas

Hidup ini lebih dari sekedar kantor dan rumah. Maka dari itu, kembangkan diri Anda dengan menekuni hobi tertentu. Bagi pengalaman Anda ketika bermain dengan hobi Anda. Ceritakanlah soal apa yang sebenarnya menjadi cita-cita dan minat Anda. Jadilah manusia yang seutuhnya dan tidak ada tempat untuk kepalsuan. Satu hal yang pasti terhadap sikap terbuka ini adalah orang ingin mengerti bahwa Andalah orang yang tepat untuk posisi tersebut dan mendapati bahwa Anda adalah sosok yang terbuka serta enak untuk diajak ngomong.

7. Hati-hati dalam merekrut

Jangan karena beralasan sudah kenal dekat dan akrab maka yang bersangkutan langsung dibiarkan masuk dalam struktur (inti) perusahaan. Tidak, jangan demikian. Pekerjakan lah mereka yang memiliki keyakinan terhadap visi Anda dan benar-benar bersedia menjadi rekanan Anda. Hal semacam ini tampak sepele. Namun, seseorang akan bangga dan ikhlas ‘membantu’ jika ia menyadari memiliki peran besar atau merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar dari kepentingan dirinya sendiri.

8. Tetap rendah hati

Tidak perlu malu untuk belajar dari mereka yang kerja bersama dengan Anda. Selalu ada kemungkinan orang memiliki pengalaman yang tak pernah Anda alami dan jalani secara pribadi. Selain menghemat waktu, tenaga, dan pikiran saat berhadapan dengan peristiwa serupa, hal ini membuat Anda lebih proaktif dan kreatif saat menghadapi kasus-kasus tertentu yang erat kaitannya dengan jalannya roda perusahaannya.

9. Melek politik kantor

Anda harus mengerti bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan korporat. Maka dari itu, pahami peta perpolitikan kantor dan belajarlah untuk menerima segala konsekuensi yang diberikan oleh hal itu. Paling tidak, Anda harus mengenal dan mempelajari pandangan mereka yang terlibat dalam konflik perkantoran sembari berupaya memahami asal muasal konflik tersebut. Akan ada hari dimana Anda diminta untuk memilih yang benar atau tetap kerja di sana.

10. Dokumentasi

Buat catatan tentang apa saja yang telah dan sedang Anda pelajari. Jangan lupa beri catatan detil, termasuk jumlah kemenangan atas konflik serta jenis konflik yang mana saja. Bagi sebagian besar orang, catatan semacam itu hanya buah dari sikap melankolis. Biarkan saja mereka berpendapat seperti itu. Mereka tak paham bahwa dengan mencatat dan mendokumentasikan semua pengalaman, maka Anda berpeluang untuk menang di kemudian hari karena bekal dan pengalaman Anda benar-benar Anda pahami.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang pelajaran dari dunia korporat yang bisa dipetik, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Financial Skill yang Harus Dipelajari di Sekolah
Pelajaran Apa yang Akan Diperoleh di Sekolah Bisnis?
Hal-hal Berikut Seharusnya Diajarkan di Sekolah
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Inilah Beberapa Pelajaran yang Tidak Didapat di Sekolah Bisnis
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda