Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pengaruh Kemiskinan Pada Otak Manusia? Kemiskinan Membuat IQ Turun!

#kemiskinan #otak manusia

Tentunya semua orang setuju kalau kemiskinan bukanlah hal yang baik dan merupakan salah satu hal yang sangat ingin dihindari oleh manusia. Tidak ada satu orang pun yang ingin hidup miskin, mengalami kesulitan ekonomi dalam membiayai berbagai kebutuhan hidup. Seolah tak cukup memberikan kesusahan dalam perkara finansial, kemiskinan juga ternyata mengurangi kemampuan otak manusia.

Para ahli melakukan berbagai penelitian untuk melihat bagaimana pengaruh kemiskinan terhadap cara kerja otak manusia dan menemukan fakta bahwa pengaruhnya memang buruk. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah gambaran bagaimana kemiskinan mempengaruhi cara kerja otak.

1. Kemiskinan Membuat IQ Berkurang

Kemiskinan, terutama pemikiran mengenai beban-beban finansial yang harus ditanggung, membuat IQ seseorang turun hingga 13 poin. Beberapa universitas ternama seperti Harvard, Princeton, dan University of Warwick membuat penelitian dengan mengadakan tes kognitif kepada mereka yang mengalami permasalahan finansial. Dari hasil tes itu dapat dilihat bahwa kemiskinan bukan saja mengakibatkan seseorang harus berhadapan dengan kesulitan atas kekurangan uang, namun juga kesulitan dari segi kognitif.

Hal ini kemudian menjelaskan bahwa kemiskinan membuat seseorang mengalami kekhawatiran atas bagaimana pemenuhan kewajiban dan kebutuhan finansialnya, yang kemudian menghambat kerja otak dan membuat IQ menurun. Penelitian tersebut menentang pandangan bahwa kemiskinan disebabkan oleh individu, baik dari keperibadian maupun lingkungan. Namun justru kemiskinanlah yang mempengaruhi pribadi seseorang untuk dalam mengurangi kemampuan berpikir otak dan membuat keputusan yang tepat.

Dengan begitu, seseorang tidak dapat membuat keputusan yang rasional atau menjalankan kemampuan yang mendasar dalam hidup. Selama tidak ada keputusan yang baik dan rasional untuk memperbaiki keadaan, selama itu pula seseorang akan terus berada dalam kemiskinan. Kekhawatiran dan kecemasan yang terlalu besar terhadap kondisi kemiskinan yang sedang dialami justru membuat seseorang terkurung dari lingkaran setan tanpa dapat melihat jalan keluarnya.

2. Efek Kemiskinan Seperti Orang yang Sering Begadang

Saat seseorang begadang semalaman, maka yang akan terjadi di pagi hari adalah kurangnya konsentrasi dalam melakukan sesuatu, emosi yang tidak stabil, hingga tidak bisa berpikir jernih. Otak individu yang mengalami kekhawatiran akan kemiskinan yang dialaminya memiliki kondisi yang sama dengan otak orang yang selalu begadang. Hal ini menjelaskan mengapa individu yang berada dalam kemiskinan mengalami hambatan dalam cara kerja otaknya hingga bahkan mengurangi IQ.

Dengan kondisi yang seperti orang sehabis begadang tersebut, individu cenderung untuk melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau kegiatan sehari-hari lainnya. Individu menjadi tidak fokus dengan apa yang seharusnya ia lakukan dan usahakan untuk dapat keluar dari lingkaran kemiskinan, yang akhirnya membuatnya terus terjebak di dalam sana. Hal ini juga bisa mempengaruhi hal lain diluar finansial yang harus dilakukannya, seperti lupa menjemput anak sepulang sekolah dan kewajiban lainnya.

Efek kemiskinan juga berperan serta dalam meningkatnya tekanan dalam diri seseorang dan mempengaruhi kesehatan baik lahir maupun batin. Tekanan tersebut menghambat orang untuk dapat membeli makanan yang sehat dan mendorong kecenderungan untuk merokok. Kemiskinan juga dianggap memiliki peranan yang lebih besar dalam membentuk penyakit mental dibanding terlibat dan menjadi korban peperangan.

3. Kemiskinan Mengurangi Mental Bandwidth

Mental Bandwidth secara sederhana adalah kapasitas kerja otak seseorang yang terbatas pada titik tertentu, seperti kemampuan mengolah informasi dan menyimpan ingatan. Berbagai pemikiran dan kekhawatiran finansial seperti bayaran rutin atau mencari pekerjaan baru dapat mengurangi kapasitas yang ada dalam mental bandwidth seseorang. Dengan berkurangnya mental bandwidth tersebut, kinerja otak akan terhambat dan membuat orang sulit mendapatkan tidur yang baik untuk mengistirahatkan otak.

Jika mental bandwidth yang dimiliki seseorang telah dipenuhi oleh berbagai pemikiran finansial, tentunya kapasitas bandwidth tersebut semakin menyempit atau bahkan menjadi overload. Kalau sudah begitu, orang tersebut akan cenderung tidak bisa berpikir dengan baik. Seseorang dengan kapasitas mental bandwidth yang semakin berkurang akan lebih tidak bisa mengontrol emosi, mudah kehilangan kesabaran, lebih mudah melupakan sesuatu, dan tidak bisa menahan diri dari apa yang seharusnya dijauhi.

Berkurangnya kapasitas yang ada dalam mental bandwidth juga membuat seseorang menjadi tidak memikirkan apa yang seharusnya ia pikirkan dan perhatikan, seperti bagaimana kondisi anaknya dan apa yang seharusnya dilakukan sebagai orangtua yang baik. Hal ini kemudian memunculkan masalah yang lebih luas lagi, dimana berimbas kepada anak atau anggota keluarga yang lain dan menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Atau bahkan dalam situasi ekstrimnya, bisa saja hal tersebut mempengaruhi kondisi mental dan kepribadian anak nantinya.

Berdasarkan pembahasan di atas, kita dapat sama-sama melihat bagaimana kemiskinan berpengaruh dalam kemunduran kinerja otak dan pengaruhnya pada hidup secara keseluruhan. Meski perlu digaris bawahi bahwa kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh pemikiran, kekhawatiran, dan kecemasan mengenai keadaan finansial. Memang tentunya sulit untuk tidak cemas jika berada dalam keadaan finansial yang tidak baik, namun sebisa mungkin kita harus berusaha untuk mengalahkan kecemasan tersebut.

Dibanding menghabiskan diri dalam kekhawatiran dan kecemasan, lebih baik tenaga tersebut kita gunakan untuk berpikir bagaimana cara untuk bisa keluar dari kemiskinan yang mengukung. Dan jika kita berada dalam kondisi yang lebih beruntung, kita dapat mulai mengulurkan tangan untuk membantu mereka yang masih terjebak dalam kemiskinan tersebut. Semoga informasi ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang pengaruh kemiskinan pada otak manusia, semoga bermanfaat bagi anda semua.

Artikel Populer

anak, asuransi, ATM, bank, bisnis, fraud, hidup, investasi, kartu kredit mandiri, kaya, kredit konsumsi, kredit mobil, kredit tanpa agunan, menabung, modus penipuan, orang kaya, pengetahuan umum, Redenominasi, startup, sukses, tabungan, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu debit, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA, uang,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.