Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbandingan Beda Sertifikat Deposito dengan Deposito Biasa

#deposito biasa #sertifikat deposito

Setiap orang pasti pernah mendengar tentang deposito, walau mungkin tidak mengetahui dengan jelas apa pengertian sebenarnya. Yang dimaksud dengan deposito adalah salah satu bentuk tabungan yang penyetoran dan penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Hal inilah yang membuat deposito menjadi salah satu bentuk investasi yang stabil dan relatif aman. Deposito memiliki bunga yang relatif lebih tinggi, semakin lama jangka waktu penyimpanan yang dipilih, maka semakin besar pula bunga yang didapat. Namun, sayangnya deposito tidak dapat diambil sewaktu-waktu jika tidak ingin terkena penalti berupa pemotongan sejumlah dana dari total tabungan.

Sebagi salah satu bentuk investasi, deposito termasuk aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan, khususnya untuk simpanan dengan jumlah kurang dari 2 milyar rupiah dengan suku bunga maksimal 7.5%. Deposito jenis ini juga bisa digunakan sebagai jaminan di bank walaupun tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu. Selain itu, bunga deposito juga termasuk penghasilan kena pajak, sehingga pemasukan yang didapat dari bunganya akan dipotong pajak juga.

Produk deposito lainnya adalah sertifikat deposito yang merupakan salah satu jenis dari surat berharga. Sertifikat deposito lebih menyerupai investasi daripada simpanan karena bersifat sebagai surat atas tunjuk. Artinya, nama pemilik dari simpanan tersebut tidak dicantumkan dalam surat. Alhasil, orang yang memegang sertifikat tersebut bisa mencairkan dana yang tersimpan di dalamnya selama sudah melewati kurun waktu yang ditentukan oleh bank. Nominal terendah dari kepemilikan deposito dimulai dari Rp. 1.000.000 hingga Rp. 5.000.000.000. Produk ini juga mendapatkan jaminan keamanan dari LPS, asalkan berasal dari bank yang merupakan peserta dari LPS.

Perbedaan sertifikat deposito dan deposito biasa

Walaupun sama-sama produk simpanan berjangka dari bank, namun ada perbedaan yang sangat mendasar antara sertifikat deposito dan deposito biasa. Perbedaan inilah yang nantinya bisa dipakai untuk mempertimbangkan produk simpanan mana yang paling cocok digunakan sebagai investasi yang paling mudah. Berikut adalah perbedaan mendasar antara sertifikat deposito dan deposito biasa

1. Status kepemilikan

Sertifikat deposito tidak memiliki kepemilikan yang paten, berbeda dengan deposito biasa yang menyerupai tabungan dan hanya bisa diakses oleh pemilik tabungan tersebut. Sertifikat deposito bisa diperjual belikan atau digunakan sebagai jaminan pinjaman hutang dan dicairkan oleh siapapun yang memegang bentuk fisik dari surat berharga tersebut. Oleh karena itu, sertifikat deposito sangat cocok sebagai investasi yang ingin dikembangkan lebih lanjut, seperti sebagai modal untuk memperbesar perusahaan atau membeli property. Lain dengan deposito biasa yang merupakan asset tidak bergerak, sehingga lebih cocok digunakan sebagai dana pendidikan atau dana pensiun.

2. Sistem pembayaran bunga

Deposito pada umumnya memiliki system pembayaran bunga di belakang. Artinya, pemilik deposito hanya dapat mengambil dan mengetahui berapa besar bunga yang diterima setelah masa berlaku habis. Sedangkan untuk sertifikat deposito, penghitungan dan pembayaran bunga sudah dilakukan pada awal pembelian surat berharga ini, sehingga Anda dapat mengetahui nilai pasti yang bisa dicairkan pada saat jatuh tempo. Karena itu, simpanan atau investasi sertifikat deposito lebih baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah pasti saja, seperti pendanaan sekolah atau renovasi rumah. Sertifikat deposito juga tidak dapat diperpanjang secara langsung seperti deposito biasa. Pemilik harus mencairkan dana dari sertifikat deposito terlebih dahulu dan membelikannya dengan surat yang baru untuk melanjutkan atau menambah besar simpanan.

3. Kegunaan yang lebih luas

Tidak seperti deposito biasa, sertifikat deposito memiliki kegunaan yang lebih luas dan fleksibel. Karena sifatnya sebagai surat berharga atas tunjuk, sertifikat deposito bisa dijadikan sebagai hadiah, warisan atau investasi bagi kerabat dan anak. Varian jumlahnya yang cukup terjangkau memungkinkan investasi ini diberikan sebagai simpanan di masa mendatang bagi buah hati Anda yang belum bisa mengatur keuangannya sendiri. Jika memang terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa mendatang, investasi ini akan lebih mudah dicairkan karena tidak memerlukan administrasi yang berbelit-belit seperti deposito biasa.

Tips menyimpan sertifikat deposito

Kekurangan yang paling besar dari investasi ini adalah keamanan yang kurang terjamin. Jika surat tersebut dicuri atau ditemukan orang lain, maka Ia langsung menjadi pemilik yang sah dari surat berharga tersebut. Oleh karena itu, jika memilih untuk investasi ini, sebaiknya menyiapkan tempat penyimpanan yang paling memadai, seperti dalam brangkas atau dititipkan di kotak deposit bank. Anda juga harus ekstra hati-hati dalam menyimpan sertifikat deposito, karena benar-benar harus terhindar dari resiko basah, sobek, terbakar atau kecelakaan lainnya. Disarankan untuk menyimpan surat ini dalam plasti rapat agar tidak rusak atau terselip. Selain itu, jangan lupa untuk menyimpan copy dari surat tersebut secara fisik dan digital. Jadi, jika ada kecelakaan yang membuat Anda kehilangan surat tersebut, proses pemblokiran dan pencegahan kebocoran dana akan jadi lebih mudah dan efisien.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beda sertifikat deposito dengan deposito biasa, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

anak, asuransi, ATM, bank, bisnis, fraud, hidup, investasi, kartu kredit mandiri, kaya, kredit konsumsi, kredit mobil, kredit tanpa agunan, menabung, modus penipuan, orang kaya, pengetahuan umum, Redenominasi, startup, sukses, tabungan, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu debit, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA, uang,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.